Berlayar Mengarungi Kehidupan

Ayat bacaan: Markus 6:48
====================
“Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.”

Pergumulan. Ini kata yang tidak asing lagi bagi kita karena siapa, kapan dan dimanapun kita tentu pernah mengalami hal ini. Layaknya kapal yang tengah berlayar, ada kalanya hidup tenang, ada kalanya bergelombang dan ada pula waktu dimana badai datang menggoncang. Semua orang mengalami, tapi apa yang membedakan adalah bagaimana dan dengan siapa kita menghadapinya. Apakah kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri, harta yang kita miliki, orang lain atau mengandalkan Tuhan, pencipta segala yang ada di alam semesta.

Hari ini mari kita baca kisah yang tepat terjadi setelah Yesus melakukan mukjizat memberi makan 5000 orang dengan menggunakan hanya lima roti dan dua ikan dalam Injil Markus pasal 6. Murid-murid Yesus diperintahkan untuk berlayar terlebih dahulu menuju Betsaida, sementara Yesus sendiri ingin mengambil waktu pribadi untuk bersama Bapa dan pergi ke atas bukit untuk berdoa. Setelah beberapa waktu, mereka sampai di tengah-tengah dan mengalami deraan angin sakal. Sedikit informasi, angin sakal adalah angin yang berlawanan dengan arah berlayar dan bertiup datang dari depan. Karenanya merekapun mulai lelah karena harus mendayung kapal untuk melawan arah angin.

Di saat tengah malam sekitar jam tiga, dan disaat mereka mungkin merasakan kelelahan yang amat sangat, datanglah Yesus dengan berjalan di atas air. Markus menuliskan situasi saat itu sebagai berikut: “Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.” (Markus 6:48). Seharusnya para murid gembira karena Yesus sudah kembali bersama mereka. Tapi mungkin karena sempat kelelahan mendayung, konsentrasi mereka menjadi lemah. Mereka sempat kaget mengira bahwa yang mendatangi mereka adalah hantu. Tidak hanya kaget, mereka juga panik hingga berteriak=teriak (ay 49). Tapi Yesus berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (ay 50). Begitu Yesus naik ke perahu, serta merta angin pun reda. (ay 51). Mereka pun bisa mendayung dengan tenang hingga sampai ke tujuan.

Seperti cerita pelayaran murid-murid Yesus ini, kita pun bisa bertemu dengan angin sakal ditengah perjalanan mengarungi laut kehidupan. Mungkin saat ini kita sudah sampai di pertengahan perjalanan dan mulai kelelahan melawan terpaan ‘angin sakal’ agar bisa terus berlayar ke depan untuk sampai ke tujuan. Pada suatu saat kita bisa lelah melawan ‘angin sakal’ dalam hidup kita seperti arus dunia yang penuh tipu muslihat, ketidakadilan dan kesesatan. Pergaulan yang buruk, lingkungan yang tidak sehat, hal-hal negatif yang kita lihat dan dengar di sekitar kita, segala kedagingan duniawi, dan sebagainya yang berlawanan dengan jalan Tuhan, sewaktu-waktu bisa membuat kita menjadi lemah ketika kita berusaha melawannya. 
Kembali kepada kisah para murid Yesus tadi, di antara murid-murid Yesus sebenarnya terdapat beberapa nelayan handal yang seharusnya sudah pengalaman dalam menghadapi berbagai jenis angin dalam berlayar. Mereka tentu paham betul bagaimana cara berlayar yang baik dan benar. Tapi perhatikan bahwa mereka sekali waktu bisa saja kepayahan dan menemui masalah dalam perjalanan ketika didera angin seperti itu. Di saat lelah seperti itu kita bisa menjadi lemah dan lengah, sehingga kalau tidak hati-hati kita bisa menyerah kalah.

Pada saat seperti inilah kita bisa mulai belajar untuk mengandalkan Tuhan dan berhenti bergantung hanya pada kekuatan sendiri. Di dalam Alkitab kita menjumpai begitu banyak kata “Jangan takut” yang berasal dari Tuhan.  Jika kita menyadari bahwa ada penyertaan Tuhan dalam hidup kita, kita memang seharusnya tidak perlu takut. Dalam kisah diatas, lihatlah bahwa tepat setelah Yesus naik ke dalam kapal, angin sakal langsung berhenti saat itu juga. Ketika ada Tuhan dalam perahu hidup kita, kita pun tidak perlu takut, meski sedang berlayar melawan arus dan dalam kekelaman malam sekalipun. Bersama Yesus ada jaminan keselamatan, ada jaminan penyertaan, jaminan pertolongan dan ada jaminan kelegaan. Itulah yang akan memampukan kita untuk terus berlayar hingga mencapai tujuan akhir dengan baik.

Mazmur Daud berkata demikian: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:1-4). Jika ilustrasinya dibawa kepada berlayar, Tuhan akan menjadi nahkoda yang memastikan agar kita aman, tidak kekurangan dan tidak perlu khawatir lewat perlindunganNya yang sempurna. Itu janji Tuhan kepada setiap orang yang berlayar dengan penyertaan Tuhan. Bahkan “Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Mazmur 37:24). Dan itu bisa menjadi bagian hidup kita jika kita tetap menjaga hidup agar selalu berkenan di hadapanNya. (ay 23).

Dalam perjalanan hidup akan “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang…Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 24:11,13). Agar dapat bertahan mengayuh bahtera kehidupan kita butuh penyertaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Angin sakal akan terus kita hadapi, bahkan angin badai sekalipun akan ada dalam perjalanan kita. Tapi bersama Yesus kita akan mampu bertahan dan memperoleh kemenangan. Karenanya janganlah mengandalkan kekuatan sendiri, tapi milikilah sebuah perjalanan manis bersama Yesus hingga selamat sampai ke seberang. Ingatlah bahwa “Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.” (1 Korintus 1:8).

Anda akan kuat menghadapi angin sakal bahkan badai yang ganas jika berlayar bersama Yesus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: