Berlaku Jujur Dalam Jual Beli

Ayat bacaan: Imamat 25:14
====================
“Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.”

berlaku jujur, jangan merugikan, jual beli

Pernah merasa tertipu ketika membeli barang? Sepertinya semua orang pernah mengalami hal itu. Baik tertipu mengenai harga, kualitas maupun kondisi barang. Barang palsu dibilang asli, barang second dibilang baru, barang rusak dibilang bagus dan sebagainya. Itu menjadi masalah yang sering kita hadapi ketika membeli sesuatu. Ada banyak sales-sales yang mengiming-imingi barang secara gratis, tapi harus membeli dulu satu atau beberapa produknya, dimana biasanya harga barang itu sudah di mark-up naik sehingga apa yang mereka katakan gratis itu sebenarnya sudah dibebankan pada konsumen. Satu hal yang unik di kota tempat tinggal saya saat ini adalah adanya kejujuran dari banyak penjual yang sudah beberapa kali saya alami. Mereka tanpa malu-malu mengakui jika barangnya kurang bagus. “kondisinya kurang bagus, pak.. mending jangan yang ini deh..” kata seorang penjual handphone pada suatu saat ketika saya tertarik pada sebuah handphone yang ia pajang di etalase. Beberapa waktu yang lalu ketika saya makan di sebuah rumah makan, saya mendapati bentuk kejujuran lain. Ketika saya hendak membeli kerupuk yang ada di etalasenya, sang penjual berkata bahwa kerupuk itu sudah lama sehingga mungkin tidak renyah lagi.

Sebenarnya masalah merugikan bukan saja dilakukan oleh penjual. Pembeli pun bisa berlaku demikian. Saya pernah membaca di sebuah majalah bahwa akibat tingginya tingkat persaingan, ada beberapa produsen yang terpaksa menjual produknya dibawah harga produksi agar mereka bisa ditempatkan pada posisi-posisi strategis di retail besar. Adapula pembeli yang terus menekan penjual dalam perdagangan. Dalam hal jasa atau tenaga kerja pun kita mendapati majikan yang mempekerjakan pembantu/buruh melebihi waktu normal tapi dengan upah serendah mungkin tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka. Pertemuan penjual dan pembeli di pasar atau market space dan segala sesuatu yang berhubungan dengan berbagai bidang usaha memang banyak menyisakan berbagai kisah termasuk mengenai kejujuran maupun kerugian. Menariknya, Alkitab mencatat firman Tuhan mengenai proses jual beli ini. Dalam kitab Imamat tertulis seperti ini: “Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.” (Imamat 25:14). Bentuk-bentuk penipuan di satu sisi, atau bentuk penekanan terhadap bawahan yang lebih lemah di sisi lain bisa merugikan dan hal itu tidaklah berkenan di mata Tuhan. Ini sebuah pesan penting yang dapat dijadikan acuan atau landasan dalam bertransaksi.

Berlaku jujur dan memperhatikan kesejahteraan orang lain, mengasihi dan punya belas kasihan, itu semua bisa mencegah kita agar tidak merugikan orang lain. Sebagai anak-anak Tuhan yang takut akan Tuhan tentu kita harus menghindari praktek-praktek buruk seperti ini. Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 25:17). Dan demikianlah kita harus mengikuti dan melakukan ketetapan Tuhan agar hidup kita tenteram. “Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.” (ay 18). Praktek-praktek penipuan, manipulasi dan bentuk penekanan terhadap yang lemah tidaklah mencerminkan karakter Kristus sama sekali sebagai Tuhan yang penuh kasih, jujur dan setia. Tuhan sangat tidak menyukai bentuk seperti ini dan tidak akan menerima pelakunya dalam kerajaanNya. Paulus berkata demikian: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:9-10).

Hari-hari ini ada begitu banyak orang yang hanya memikirkan keuntungan sesaat dan hanya fokus untuk menimbun harta. Tidak peduli walaupun hal itu bisa merugikan bahkan menghancurkan hidup orang lain. “..orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:13). Tapi sebagai anak-anak Tuhan hendaklah kita terus berpegang pada kebenaran firmanNya. Terus hidup benar, berperilaku jujur dan menjauhi segala praktek-praktek yang bisa merugikan orang lain. Bantulah mereka yang miskin, jangan menekan mereka. Dasarkan segalanya dalam kasih, seperti halnya Tuhan mengasihi kita. Dalam keadaan dunia yang sungguh berat ini, ada begitu banyak orang lemah yang merindukan kerelaan kita untuk mengasihi mereka, dan memberikan sebentuk keadilan bagi mereka. Jadilah anak-anak Tuhan yang jujur dan penuh kasih.

Adalah sia-sia menjadi pengikut Kristus jika kita tidak mencerminkan karakterNya yang penuh kasih

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply