Berkelimpahan (2)

(sambungan)

Ayat pembuka pada perikop Ulangan 28:1-14 sudah memberikan kuncinya, yaitu “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini…” (ay 1). Mendengar dengan baik, alias taat dan patuh kepada Firman atau suaraNya, dan tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan melanjutkan dengan melakukan. Bukan sekedar melakukan, malas-malasan atau asal-asalan, tetapi dikatakan melakukan dengan setia. Melakukan dengan setia segala perintahNya alias menjadi pelaku firman. If you listen diligently to the voice of the Lord your God, being watchful to do all His command. Itulah yang akan membawa kita untuk menerima curahan Tuhan atas kita, turun bagai hujan dari langit hingga melimpah.

Tuhan siap membuka perbendaharaanNya dan melimpahi kita dengan segala berkatNya, bahkan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan sekalipun, Tuhan siap memberi kita itu semua dengan berkelimpahan. “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9). Ayat ini juga berbicara mengenai kemurahan hati Tuhan untuk memberi siapapun yang mengasihi Dia, taat kepada perintahNya secara berlimpah-limpah.

Selanjutnya mari kita lihat ayat lainnya. “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.” (Ulangan 11:13-14). Tuhan siap menurunkan hujan berkat kepada siapapun yang taat pada perkataanNya, mengasihiNya dan dengan sungguh-sungguh beribadah padaNya. Hujan berkat yang akan memampukan kita menghasilkan buah dengan berkelimpahan. Itu janji Tuhan. Dan lewat ayat ini kita kembali menemukan kunci yang sama. Bersungguh-sungguh taat, lalu bersungguh-sungguh beribadah dengan segenap hati dan jiwa. Bukan karena kebiasaan, bukan karena rutinitas, bukan simbolis apalagi hanya agar terlihat baik di mata orang, bukan pula karena sebuah keharusan semata, tetapi karena panggilan hati yang sungguh-sungguh dan kerinduan untuk mengasihiNya. Inilah yang mampu menurunkan hujan berkat yang melimpah-limpah itu.

Ayat pembuka dalam Mazmur pun menyatakan hal yang kurang lebih sama. “Berbahagialah orang yang…kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3). Daud menyadari betul bagaimana kemurahan Tuhan dalam melimpahi berkatNya atas kita.

Lantas lihatlah Mazmur 23:1-6 dimana Daud berbicara mengenai Tuhan sebagai gembala yang baik. “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku…Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.” (Mazmur 23:1,5). Bagaimana jika pada saat ini kondisi finansial atau usaha/pekerjaan anda tengah porak poranda? Tuhan sanggup memulihkannya dan membuatnya berhasil, menjadi sumber berkat yang akan mengalir secara melimpah-limpah. “Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Engkau memulihkan tanah milik-Mu yang gersang,sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.” (68:10-11).

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: