Berkelimpahan (1)

Ayat bacaan: Ulangan 28:12
====================
“TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.”

Cobalah tuangkan air ke dalam gelas, terus tuang sampai melebihi batas kemampuan gelas itu untuk menampungnya. Air akan mengalir keluar terus selama kita masih menuangnya. Semakin lama kita terus tuang, semakin melebar pula aliran airnya. Itu kita sebut melimpah. Melimpah adalah sesuatu yang mengalir keluar melebihi wadah dimana ia dituangkan. Kalau dalam kamus, melimpah didefinisikan sebagai ‘tumpah ke luar karena terlalu banyak atau penuh’, lantas ‘sangat banyak, berlebih-lebih’.

Itu kalau air. Sekarang bayangkan kalau yang melimpah bukan air tapi berkat Tuhan. Bayangkan berkat Tuhan tercurah hingga melimpah kepada kita. Mungkinkah itu terjadi pada kita? Banyak orang yang tidak percaya bahwa mereka bisa mengalami itu. “Ah, itu kan tergantung takdir… takdir orang yang beruntung mungkin ya, tapi saya mana mungkin..” seperti itu mungkin pemikiran banyak orang mengenai berkat yang melimpah. Benarkah demikian? Mungkinkah kita bisa memperoleh berkat Tuhan yang tercurah hingga berkelimpahan itu? Jawabannya, tentu saja. Mengapa tidak? Tuhan sesungguhnya sudah  berkali-kali mengingatkan kita bahwa Dia siap untuk mencurahkan berkatNya atas kita bukan ala kadarnya, bukan pas-pasan, tetapi dengan melimpah.

Dalam renungan terdahulu kita sudah melihat apa yang dikatakan Yesus berikut ini. “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Pencuri seperti namanya datang untuk mencuri. Tetapi tidak berhenti sampai disitu, pencuri ini juga kemudian akan membunuh dan membinasakan. Mungkin kita mudah menghindar kalau bahayanya kelihatan, tapi seringkali pencuri tahu bagaimana mengemas jebakannya dengan segala sesuatu yang nikmat untuk kedagingan kita. Dan pada suatu ketika dia akan mencuri, membunuh dan membinasakan. Sedangkan Yesus datang untuk memberi kita hidup, bukan hidup ala kadarnya apalagi kekurangan melainkan sebuah hidup dengan segala kelimpahannya. Melimpah dalam segala hal, baik kasih karunia, perlindungan, penyertaan, berkat, kegembiraan, kebahagiaan, sukacita, hikmat, keberhasilan dan sebagainya. That’s exactly the kind of life God wants us to live in. 

Mari kita baca bersama-sama janji berkat berikut ini: “TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.” (Ulangan 28:12). Dari mana datangnya hujan berkat itu? Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa itu berasal dari perbendaharaan Tuhan, yang turun dari langit (surga). Bukan atas hasil usaha kita, bukan atas kehebatan dan kuat kuasa kita, namun dari perbendaharaan Tuhan sendiri. Ini hanyalah satu dari rangkaian janji berkat yang tertulis di dalam Ulangan 28:1-14.

Selanjutnya, bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkannya?

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: