Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga, Pesan Natal 2014 Uskup Agung Semarang

merayakan natal by the countrieSaudari dan saudaraku terkasih dalam Tuhan, DALAM Perayaan Natal kita rayakan kehadiran Yesus Kristus, “Sang Firman yang telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yoh. 1:14) dalam sebuah keluarga. Maria dan Yusuf mengemban tanggungjawab menjadi orangtua bagi Yesus, dengan menerima kehidupan, memelihara, merawat, melindungi serta mengembangkan kehidupan yang berasal dari Allah. Perayaan Natal menjadi […]

merayakan natal by the countrie

Saudari dan saudaraku terkasih dalam Tuhan,

DALAM Perayaan Natal kita rayakan kehadiran Yesus Kristus, “Sang Firman yang telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yoh. 1:14) dalam sebuah keluarga. Maria dan Yusuf mengemban tanggungjawab menjadi orangtua bagi Yesus, dengan menerima kehidupan, memelihara, merawat, melindungi serta mengembangkan kehidupan yang berasal dari Allah. Perayaan Natal menjadi kesempatan bagi kita untuk bejumpa dengan Allah dalam keluarga.

Begitulah juga keluarga-keluarga yang dibangun oleh manusia, suami dan isteri, dijadikan tanda kasih dari Allah, karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). Melalui keluarga Allah menghendaki, agar kehidupan manusia dilestarikan. Kehidupan manusia terjadi sejak pembuahan sampai kematian mengakhiri kehidupan manusia. Bukan manusia pemilik kehidupan, tetapi Allah. Manusia mengemban tanggungjawab untuk menerima kehidupan, memelihara, merawat, melindungi serta mengembangkan kehidupan yang berasal dari Allah.

Dewasa ini peran keluarga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya benih kehidupan itu mendapat tantangan yang sangat dahsyat, digempur oleh arus globalisasi yang membuahkan budaya kematian yang mengancam kehidupan. Ancaman itu ada yang dikehendaki oleh manusia, misalnya: aborsi, kekerasan, narkoba; maupun yang tidak dikehendaki, misalnya: bencana alam, kecelakaan lalu-lintas, penyakit, dll.

Perayaan Natal mengingatkan kita akan peran orangtua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak terutama dalam bidang iman dan moral, untuk melakukan pendidikan suara hati, agar anak pada waktunya mampu membeda-bedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang baik mana yang jelek, dengan demikian mampu hidup arif dan bijaksana sebagai warga masyarakat. Kita berjumpa dengan Allah dalam keluarga, bila keluarga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya benih kasih, yang berasal dari Allah, di antara anggota keluarga.

Kepada seluruh umat Kristiani saya, Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Semarang menghaturkan Selamat Natal, dan semoga sukacita Natal memenuhi keluarga Anda dan sanak kerabat Anda, karena berkat Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply