Berjalan dalam Bimbingan Tuhan

Ayat bacaan: Mazmur 37:23
====================
“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya”

berjalan dalam bimbingan Tuhan

“Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Memandang masa depan itu menakutkan rasanya..” keluh seorang teman saya beberapa waktu yang lalu. Ia bercerita bahwa ia sudah berganti-ganti profesi, mencoba berbisnis jual beli motor, jual pulsa hingga bekerja di perusahaan, tetapi sepertinya ia belum menemukan pekerjaan yang tepat. Seorang tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumah saya pun mengalami kasus mirip. Ia terus berpindah dari satu tempat kerja ke yang lain dimana masa menganggurnya justru lebih panjang ketimbang masa bekerjanya. Akibatnya suasana rumahtangganya pun memanas. Hampir setiap hari ia bertengkar hebat dengan istrinya. Ada banyak kasus-kasus serupa yang bisa kita lihat di sekitar kita, apalagi ketika kita berada di jaman yang semakin sulit seperti sekarang ini. Mencari pekerjaan saja susahnya bukan main, apalagi mencari pekerjaan yang tepat seperti panggilan kita. Panggilan? Ya, saya menyebutnya pangggilan. Tuhan sudah merencanakan segala yang terbaik bagi kita. Rancangannya berupa rancangan damai sejahtera menuju hari depan yang penuh harapan. Dia sudah memberi talenta atau bakat-bakat khusus bagi setiap orang sebagai alat untuk mencapai keberhasilan itu. Tuhan sudah merencanakan yang terbaik, Tuhan sudah pula menyediakan sarana-sarana pendukungnya. Tetapi masih banyak orang yang tidak atau belum mengetahui apa yang menjadi panggilanNya sesuai dengan apa yang telah direncanakan Tuhan sejak semula atas diri mereka. Karena itu sangatlah penting untuk mengetahui apa yang menjadi rencanaNya bagi kita.

Apakah Tuhaan menyembunyikan dalam-dalam rencanaNya atas kita sehingga sulit atau hampir-hampir tidak mungkin untuk kita ketahui? Sama sekali tidak. Dia bukanlah Pribadi yang tertutup. Dia bukan Pribadi yang selalu terlalu sibuk untuk kita. Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih yang sangat mencintai anak-anakNya. Masalahnya justru di kita. Apakah kita sudah bertanya lewat doa-doa kita, atau kita malah masih malas untuk meluangkan waktu sedikitpun untuk bersekutu denganNya? Atau kita sudah teratur meluangkan waktuk tetapi seberapa jauh kita percaya dan seberapa besar iman kita untuk bisa percaya? Atau mungkin juga kita masih terus melakukan banyak hal yang tidak berkenan di mata Tuhan sehingga kita berada di luar radar kasihNya.

Dalam Mazmur kita bisa membaca tulisan Daud yang ia buat ketika ia sudah lanjut usia. Pada saat itu kematangan dan pengalaman jatuh bangunnya sejak kecil hingga masa tuanya tentu sudah membuatnya menjadi lebih bijaksana dengan segudang pengalaman yang akan sangat berharga untuk dibagikan kepada generasi-generasi setelahnya termasuk bagi kita hari ini. Daud berkata: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya” (Mazmur 37:23). Ini merupakan jawaban atas topik renungan kita hari ini. The steps of a [good] man are directed and established by the Lord. Itu janji Tuhan. Tetapi lihat ada hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu, yaitu memastikan apakah diri kita sudah berkenan kepadaNya atau belum. Itu menjadi kunci penting apabila kita ingin Tuhan membimbing kita langkah demi langkah untuk mengetahui dan menghidupi rencanaNya. He will do that when He delights in our way. Bukan hanya sekedar melakukan, tetapi bahkan dikatakan: “He busies Himself with his (our) every step.” Tuhan akan dengan senang hati menyibukkan diriNya untuk membimbing orang-orang yang berkenan kepadaNya selangkah demi selangkah. Bayangkan betapa bahagianya ketika Tuhan tidak hanya memberitahukan rencanaNya bagi kita tetapi juga menuntun kita selangkah demi selangkah untuk menggenapinya. Bukankah itu terdengar sangat menyenangkan?

Meski demikian, kita harus tahu pula bahwa semua itu bukan berarti bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan apapun dalam perjalanan kita. Ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindar untuk bertemu dengan masalah dalam langkah-langkah kita. Tetapi tentu berbeda jika kita menghadapinya sendirian atau bersama Tuhan. Dan ini kabar baiknya. Tuhan tetap ada bersama kita dan siap memegang tangan kita dalam menghadapi masalah-masalah tersebut! Dan itu bisa kita baca dalam ayat berikutnya: “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (ay 24). Masalah boleh ada, tetapi kita tidak perlu kuatir apabila menghadapinya bersama-sama dengan Tuhan yang berkuasa di atas segalanya. Artinya bukan masalahnya yang harus kita kuatirkan, tetapi apakah kita berjalan bersama Tuhan atau sendirian, itulah yang harus menjadi perhatian kita.

Ayat selanjutnya menunjukkan kesaksian Daud sepanjang masa hidupnya tentang bagaimana Tuhan menggenapi janji penyertaanNya ini. “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;  tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.” (ay 25-26). Sejak masih muda hingga usia lanjut, Daud bersaksi bahwa ia tidak pernan melihat orang benar ditinggalkan Tuhan sendirian. Bahkan berkat dan penyertaan Tuhan itu tidak berhenti hanya pada orang itu saja, melainkan juga menyentuh keturunannya. Bukan saja orang benar yang berbahagia tetapi anak cucunya pun menjadi berkat. Tuhan siap memberi hikmat yang memungkinkan kita untuk bisa melihat apa yang menjadi rencana atau rancanganNya bagi kita. Dia telah menyediakan prasarana untuk itu lewat talenta-talenta yang telah diberikan sejak awal, dan Dia siap untuk menuntun kita dalam menjalaninya secara bertahap. Menjalani hidup yang berkenan di hadapanNya, itulah kunci yang akan membuat kita mendapatkan uluran tangan Allah sendiri untuk menuntun kita mencapai kemenangan demi kemenangan. Kesuksesan dan keberhasilan, itu merupakan janji yang telah disediakan Tuhan untuk kita. Jalannya memang tidak sama bagi setiap orang, tetapi semua yang sesuai dengan rencanaya adalah sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan menuju kepada hari depan yang cerah, seperti Firman Tuhan dalam kitab Yeremia: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Sudahkah kita bertanya kepada Tuhan lewat doa-doa dan waktu-waktu khusus persekutuan kita denganNya? Sudahkah kita meluangkan waktu untuk mendengar apa kata Tuhan dan tidak terlalu sibuk mengisi doa kita dengan keluh kesah tanpa henti secara sepihak saja? Firman Tuhan berkata: “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” (Yeremia 29:12-13). Tuhan bukanlah Sosok yang tertutup. Dia terbuka kepada kita dan akan selalu dengan senang hati untuk membuka rencanaNya atas kita masing-masing. Rencana Tuhan tentu merupakan yang terbaik bagi kita. Daud pun tahu itu, sebab itu ia berkata: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” (Mazmur 37:5-6). Berjalan sesuai rencanaNya dan bersama dengan penyertaanNya secara langsung, itu akan membuat hidup kita menemukan maknanya dan akan mampu membuat kita merasakan betapa indah dan bahagianya hidup itu sebenarnya.

Raihlah kemenangan demi kemenangan dengan gemilang bersama Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply