Berjalan Bersama Yesus


DALAM menyusuri kehidupan, kita kerap mengalami kekecewaan karena apa yang terjadi ternyata bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan sejak semula. Kekecewaan yang begitu mendalam menyebabkan kita kehilangan arah, kita menjadi pesimis dan menutup diri sehingga kita tidak lagi mengenali kehadiran Yesus yang setia menyertai kita.


Lewat kisah perjalanan dua orang murid Yesus ke Emaus, kita diajak untuk mengobati kekecewaan kita dengan:

Selalu mengundang Yesus ke dalam setiap langkah hidup kita agar peristiwa apapun yang terjadi di dalam hidup kita, tidak membuat kita menyimpang dari jalanNyaTekun membina relasi yang erat denganNya, sehingga lewat doa yang kita panjatkan maupun lewat firman yang kita baca-dengar-renungkan, kita akan memperoleh kekuatan dan peneguhan di dalam melewati masa-masa yang pahit dan suramSetia menghadiri perayaan Ekaristi yang memberi kesempatan kepada kita untuk bersatu denganNya lewat Tubuh dan DarahNya yang kita santap

Yesus adalah sahabat sejati yang senantiasa menemani dan mengiringi perjalanan hidup kita, mari percayakan hidup kita ke dalam tanganNya. Dengan tinggal bersamaNya dan bersatu denganNya, hidup kita akan selalu diperbaharui, dan semangat kita tetap bernyala dalam mewartakan kebangkitanNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: