Beriman Teguh di Tengah Pergumulan Hidup

BAGI masyarakat Yahudi, pasangan yang tidak memiliki keturunan dianggap aib. Zakhariah dan Elisabet menerima kenyataan pahit ini dan tetap setia melayani Tuhan. Ketika malaikat Gabriel muncul dan menyampaikan kabar sukacita, Zakhariah tidak mempercayainya, ia lebih mengedepankan logika bukan imannya. Ia pun menjadi bisu sampai putranya lahir.

Tatkala kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi dan berkepanjangan, berbagai macam cara dan usaha ditempuh tanpa hasil, dan doa-doa yang kita panjatkan belum dijawabNya, kerap kita jatuh terpuruk. Kita meragukan kuasaNya, kita mempertanyakan di mana Dia saat kita membutuhkanNya. Kekecewaan yang begitu mendalam membuat mulut kita membisu, tidak mampu memuji dan memuliakan namaNya.

Janganlah berlarut-larut tenggelam dalam keterpurukan. Bangkitlah, sadari bahwa kuasa Tuhan tidak terbatas. Ia sanggup melakukan apa saja, tiada yang mustahil bagiNya. Semua masalah Ia izinkan terjadi di dalam hidup kita, agar kita bertumbuh di dalam iman kepadaNya. RencanaNya istimewa dan indah bagi masing-masing pribadi, dan akan direalisasikanNya seturut dengan waktuNya.

Mari belajar untuk menaruh kepercayaan dan pengharapan kepadaNya, nantikan jawabanNya dengan penuh kesabaran. Tetaplah tekun dan setia berdoa, bersama dengan Dia, kita akan dimampukan mengatasi semua pergumulan hidup di dunia ini.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: