Berhenti Mengeluh

Ayat bacaan: Yoh 3:16
==================

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”

Coba hitung berapa kali kita komplain, menggerutu atau merasa kurang puas dalam hidup kita, dalam sehari. Atau coba dengar disekeliling kita, ada berapa banyak yg anda dengar dalam sehari dari orang2 lain. Betapa dalam hidup ini kita seringkali lebih merasakan kesesakan dan kepahitan, daripada bersyukur pada apa yang kita punya.

Manusia juga cenderung punya rasa ego. Kecenderungan untuk lebih fokus dan peduli hanya pada diri sendiri, ketimbang memperhatikan atau menghargai orang lain. Misalnya, banyak yg lebih peduli dan merengek2 karena kehilangan seribu rupiah, sementara tetangganya tidak bisa makan karena tidak punya uang sama sekali. Kita terlalu sering terlalu mengasihani diri sendiri, tidak pernah merasa puas dan selalu mengeluh.

Allah kita adalah Allah yang penuh kasih. Saking besarnya kasihnya, Yesus pun turun ke dunia untuk menebus semua dosa2 kita. Bayangkan penderitaan dan siksaan yang harus dipikul Yesus, plus tuduhan2 dan hinaan2 yang dialamatkan kepadaNya, padahal Dia hadir untuk menyelamatkan semua manusia. Tapi Yesus tidak mengeluh dan tetap menggenapi rencana Bapa. Padahal siksaan2 diluar batas kewajaran dan daya tahan itu menerpa Yesus tanpa belas kasihan. Dilain pihak, ada berapa banyak martir, bahkan rasul Paulus pun, harus mengorbankan nyawa dengan cara yang kejam. Coba tanya pada diri kita sendiri, berapa persen penderitaan hidup kita, dibanding Yesus dan martir2 dalam perjalanan sejarah kekristenan? Seharusnya kita jangan mengeluh. Allah begitu mengasihi dunia, dan anak2Nya yang tinggal didalamnya. Seharusnya kita tetap bersyukur atas apa yang Dia berikan dalam hidup kita. Seharusnya kita bisa melihat hal2 indah dan ajaib, dan tidak hanya terpaku pada kesusahan yang kita alami. Dan percayalah, kalau Tuhan rela mengaruniakan AnakNya yang tunggal, Dia pasti peduli pada setiap permasalahan kita. Serahkan semuanya dalam tanganNya, syukuri apa yang ada, dan berhentilah mengeluh. Tuhan kita adalah Bapa yang peduli, dan pada saatnya, kita yang tetap hidup dalam Kristus akan tetap tampil sebagai pemenang, bahkan lebih dari pemenang.

Tuhan mengasihi kita semua. Jangan pernah ragu dan tetaplah berpegang kokoh padaNya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment