Berhasil

Ayat bacaan: Mazmur 20:5
===================
“Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.”

berhasil

Pindah tempat mengajar membuat saya harus memulai segalanya dari awal lagi. Saya harus melalui tes bertingkat-tingkat sebagai pelamar baru, setelah diterima masih harus mengikuti ujian terlebih dahulu agar bisa mengajar. Berbagai sistem yang berbeda, kurikulum yang berbeda dan berbagai pola lain yang berbeda harus saya hadapi. Jika dulu saya sudah berada dalam zona nyaman selama lebih dari 5 tahun di tempat mengajar yang lama, sekarang saya kembali harus menyesuaikan diri, keluar dari zona nyaman dan mencoba membiasakan diri di tempat baru. Setelah beberapa bulan saya akhirnya mulai terbiasa dengan sistem yang baru itu. Saya mulai menemukan ritme mengajar disana, dan semuanya mulai terasa nyaman kembali. Sebuah perpindahan selalu memberikan suasana baru yang seringkali membuat kita harus keluar dari zona nyaman dan berusaha menyesuaikan diri. Tetapi apapun itu, meski kita harus terlebih dahulu mengalami suasana yang kurang nyaman, Tuhan menjanjikan kita untuk berhasil di dalamnya, bahkan melebihi apa yang kita anggap sebagai batas kemampuan kita.

Awal kitab Mazmur memberikan janji yang sangat indah untuk selalu kita ingat. Diawali dengan kata, “Berbahagialah”. Siapa yang berbahagia? Bukan orang yang berjalan mengikuti orang jahat, orang yang ikut-ikutan berdosa, orang yang senang bergaul dengan orang-orang yang menghina Allah. Tetapi kata berbahagia ini ditujukan kepada “yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:2). Apa yang menumbuhkan rasa bahagia ini? Janji Tuhan berikut inilah yang membuatnya. “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (ay 3). Bayangkan pohon yang tumbuh di tepi aliran air, yang tidak akan pernah kekeringan dalam kondisi apapun. Maka pohon itu akan terus berbuah, tidak akan layu daunnya. Terus berbuah sepanjang musim, tetap segar, dan lihatlah kalimat berikutnya: apa saja yang diperbuatnya berhasil. Wow. Pernahkah anda membayangkan sebuah kehidupan yang terus membawa keberhasilan? Keberhasilan bukanlah secara sempit hanya dipandang dari sudut pendapatan yang melimpah-limpah, atau sebentuk hidup tanpa masalah. Sama sekali bukan. Tetapi keberhasilan merujuk kepada keadaan dimana meskipun masalah tengah mendatangi kita, kita sama sekali tidak goyah. Ketika kita harus keluar dari zona nyaman, Tuhan tetap membimbing dan membawa kita masuk ke dalam sebuah pengalaman baru, yang meskipun sulit pada awalnya tetapi akan tetap membawa berkat, bahkan sangat mungkin jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebuah kehidupan yang membawa pencapaian-pencapaian baru yang mungkin berawal kecil tetapi terus bertumbuh menjadi besar, bahkan lebih besar dari apa yang pernah kita pikirkan. Sebuah kesempatan dimana kita bisa melakukan yang terbaik dari diri kita, lalu mencapai hasil yang bisa jadi mencengangkan kita, karena selama ini kita mungkin mengukur diri kita terlalu rendah. Keberhasilan, keberhasilan dan keberhasilan. Terus meningkat naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan ekor, seperti apa yang dijanjikan Tuhan dalam Ulangan 28:13.

Sekali lagi, keberhasilan disini bukanlah berarti hidup tanpa masalah. Ada waktunya kita harus jatuh bangun, mengalami sesuatu yang tidak nyaman atau bahkan membuat kita menderita. Yusuf di Perjanjian Lama pernah mengalami itu. Ia hampir mati dibunuh saudara-saudaranya sendiri, lalu dijual sebagai budak, difitnah dan dipenjara bertahun-tahun. Sepertinya hidup Yusuf berpindah dari satu tragedi ke dalam tragedi lainnya. Tapi lihatlah bagaimana Roh Tuhan yang hidup didalamnya membuatnya berhasil dalam tiap periode hidupnya. Alkitab jelas mencatatnya dalam banyak kesempatan: “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” (Kejadian 39:2), “Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya..” (ay 3). “Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. (ay 23). Dan kita tahu apa yang menjadi puncak dalam hidup Yusuf. Lihatlah bagaimana Tuhan mampu memutarbalikkan sebuah tragedi menjadi keberhasilan-keberhasilan kecil yang kemudian berujung kepada keberhasilan puncak yang gemilang.

Tuhan telah berjanji “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9). Untuk orang-orang yang mengasihi Tuhan, ada surprise yang luar biasa Dia sediakan. Sesuatu yang tidak pernah dilihat, didengar atau dipikirkan, itu semua mungkin bagi kita. Seperti pohon yang tumbuh di tepi aliran air, pohon itu akan terus menghasilkan buah dan tidak akan layu daunnya sama sekali dalam situasi atau musim apapun. Di dalam Tuhan ada kemenangan dan keberhasilan jauh melebihi apa yang kita pikir sebagai batas kemampuan kita.Di dalam Tuhan kita bisa mencapai keberhasilan diluar batas kemampuan kita seperti yang kita kira. Situasi tidaklah mulus seratus persen, tetapi perhatikan bahwa dalam situasi yang penuh duri sekalipun kita bisa berhasil jika Roh Tuhan bersama kita.

Daud berkata: “Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.” (Mazmur 20:5). Ini menjadi pegangan Daud dalam menjalani hidupnya yang sama sekali tidak mudah. Daud bisa mengamini itu karena ia paham betul akan satu hal. “Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” (ay 7). Kemenangan akan ada dalam orang-orang yang bermegah dalam nama Tuhan, mengandalkan Tuhan lebih dari apapun. (ay 8). Kemenangan diberikan kepada raja, demikian kata Daud dalam ayat 10, dan mengingat status kita sebagai “imamat yang rajani” (1 Petrus 2:9), artinya janji itu pun berlaku bagi kita. Bayangkanlah sebuah hidup yang terus dipenuhi keberhasilan dalam berbagai hal, bahkan ketika situasi sedang sangat buruk, bahkan ketika anda berpikir anda sudah habis. Itu semua dijanjikan Tuhan kepada kita, dan bersyukurlah untuk itu. Tetaplah berjalan bersamanya, teruslah hidup dalam FirmanNya, renungkan dan lakukan, maka janji-janji Tuhan akan menjadi milik kita.

Berhasil melebihi yang kita pikirkan, itu mungkin bagi orang-orang yang mengandalkanNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply