Berdoa Dengan Sikap Hormat dan Rendah Hati

MELIHAT seorang penderita kusta datang menghampiriNya, berlutut di hadapanNya dan dengan rendah hati memohon belas kasihNya, hati Yesus tergerak. Diulurkan tanganNya dan dijadikannya tahir.

Setiap kali kita berdoa, melayangkan permohonan kita kepada Tuhan, hendaknya kita melakukannya dengan sikap hormat dan rendah hati. Jangan sekali pun kita memaksakan kehendak kita kepadaNya. Sadari bahwa Ia adalah Tuhan yang maha kuasa. Patutkah kita, manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan ini, mendesak Dia agar menuruti kemauan kita dan menuntut Dia agar mengabulkan permintaan kita?

Jika Ia berkenan dengan permohonan kita, pastilah Ia akan mengabulkannya. Namun bila permohonan kita tidak dikabulkanNya, janganlah kita marah dan meninggalkan Dia. Mungkin saat ini kita belum dapat memahami kehendakNya, namun kita harus belajar untuk menyerahkan semuanya ke dalam tanganNya. Perkenankan Ia mengatur segalanya, taat kepadaNya dan hidup di dalam rencanaNya. Niscaya hasilnya jauh lebih indah dan sempurna daripada yang pernah kita bayangkan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: