Renungan Harian

Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Renungan Harian - Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Berbuat Baik dan Bersedekah

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 9:36
===========================
“Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita–dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”

berbuat baik, memberi sedekahSeorang teman bercerita bahwa ada seorang sahabatnya yang selalu rajin memberi uang kepada pengamen. Tadinya ia sering merasa terganggu oleh kehadiran pengamen baik di lampu merah maupun di warung-warung pinggir jalan. Pada suatu ketika ia ikut mengamen untuk mengumpulkan dana dalam sebuah kegiatan sosial, lalu ia tahu bagaimana rasanya berhadapan dengan muka-muka cemberut dan berada dalam keadaan tertolak. Sejak saat itu ia pun berubah. Ia selalu menyediakan uang receh di kantong dan dengan senyum memberikan sejumlah uang kepada setiap pengamen yang ia jumpai. Mungkin kita sering juga merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Dan mungkin, kita akan memiliki pandangan berbeda ketika kita sudah berada di posisi mereka. Apakah untuk berubah kita terlebih dahulu harus menjadi pengamen? Rasanya tidak. Tanpa harus menjadi pengamen, perihal berbuat baik dan memberi sedekah sudah berulang kali dianjurkan lewat firman-firman Tuhan. Itu memang kewajiban kita sebagai anak-anak yang dikasihi Tuhan. Tapi lebih dari itu, pemberian dan perbuatan baik atas dasar kasih itu bisa membawa kita menikmati kebaikan Tuhan. Tuhan selalu siap mengganjar perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan dengan mukjizat luar biasa.

Alkisah ada seorang wanita bernama Tabita, atau dalam bahasa Yunani disebut Dorkas. Ia adalah salah seorang murid wanita yang sudah banyak berbuat baik dan memberi sedekah. (Kisah Para Rasul 9:36). Sepertinya Tabita rajin menjahit untuk para janda. (ay 39). Pada suatu ketika ia sakit dan meninggal. Begitu berkesannya perbuatan baik Tabita kepada banyak orang, sehingga ketika mendengar Petrus tengah melayani di sebuah kota yang tidak jauh dari tempat Tabita, dua orang segera diutus untuk menjumpai Petrus. Petrus pun datang ke rumah dimana Tabita disemayamkan. Begitu banyak janda di sana menangis dan menunjukkan baju-baju yang dijahit Tabita alias Dorkas semasa hidup. Dan mukjizat pun terjadi. “Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.” (ay 40-41). Tabita dibangkitkan. Bayangkan jika ia bukan orang yang rajin berbuat baik dan memberi sedekah. Mungkin tidak ada orang yang peduli untuk jauh-jauh pergi meminta Petrus untuk datang. Tidak akan ada mukjizat kebangkitan disana. Tapi perbuatan baik yang ia lakukan dengan tulus membuat kisah yang berbeda. Tuhan tidak menutup mata atas kebaikan hati Tabita dan segala yang ia lakukan untuk menolong sesamanya. Tabita pun akhirnya hidup lagi dan menjadi kesaksian yang membuat banyak orang menjadi percaya pada Yesus. (ay 42).

Kasih Tuhan yang hidup dalam hati kita seharusnya membuat kita rindu untuk memberkati dan menolong orang lain juga. Yesus mengingatkan bahwa “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40). Yesus mengasihi kita, juga mengasihi orang-orang yang tidak mampu dan berbeban berat. Ketika kita sedang tidak berada dalam keadaan sulit, alangkah indahnya jika kita menjadi wakil-wakil Kristus di dunia untuk menjadi terang dan garam yang akan sangat berarti dalam kegelapan dan kepahitan. Tuhan akan selalu memperhitungkan segala hal yang kita perbuat. Ingatlah apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai. (Galatia 6:7). Jadi kita pun diingatkan untuk jangan pernah bosan untuk berbuat baik. “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9). Pesan agar tidak jemu untuk berbuat baik ini kembali diulang dalam 2 Tesalonika 3:13. Selanjutnya demikian kata Paulus: “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6:10).

Tuhan sudah melengkapi kita untuk melakukan setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:17). Artinya kita tinggal memiliki sebentuk hati yang penuh kasih, yang rindu untuk menolong orang lain, siapapun mereka. Selebihnya sudah disediakan langsung oleh Tuhan. Terutama kepada saudara-saudara seiman, tapi itu tidak berarti kita harus menutup mata dari saudara-saudara kita yang lain. Yesus mengingatkan hal ini. “Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.” (Lukas 6:32-35). We have to raise it, hingga kita mampu berbuat baik bahkan kepada orang yang jahat sekalipun. Maka, hendaklah kita murah hati sama seperti Bapa juga murah hati. (ay 36). Dalam surat Paulus pada jemaat Roma, Paulus mengingatkan bahwa Tuhan mengganjar hidup kekal kepada orang yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan. (Roma 2:7). Sebaliknya murka dan geram kepada mereka yang hanya mementingkan diri sendiri, mereka yang tidak taat pada kebenaran. (ay 8). Sekali lagi, meskipun berbuat baik sudah merupakan kewajiban kita, namun Tuhan begitu baik dengan menyediakan mukjizat dan berkat-berkatNya kepada setiap kita yang selalu punya kerinduan untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Mungkin hanya sedikit yang kita lakukan, mungkin kita punya keterbatasan dan hanya sanggup membantu satu atau dua orang, tapi ingatlah bahwa hal itu sungguh berharga di mataNya. Seperti halnya Tabita alias Dorkas yang mengalami mukjizat kebangkitan dari mati, saya percaya bagi kita pun telah disediakan mukjizat-mukjizatNya yang luar biasa. Jangan pernah jemu berbuat baik, jangan pernah pelit untuk memberi sedekah, karena Tuhan tidak menutup mata terhadap segala yang kita lakukan.

Upah besar selalu disediakan Tuhan bagi orang yang tidak pernah jemu untuk berbuat baik

Incoming search terms:

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.
Category: Renungan Pagi

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*