Berbalik Arah

Ayat bacaan: Yunus 3:8
===================
“Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.”

Repot benar kalau kita salah jalan di kota besar. Kesemrawutan dan kepadatan lalu lintas terpaksa diatasi dengan membuat ruas2 jalan yang searah. Akibatnya, untuk mencari tempat dimana kita bisa berbalik arah bisa sangat jauh. Bayangkan kalau anda terperangkap macet, dan anda lupa belok, maka anda harus terus terperangkap dalam mencari jalan dimana anda bisa berbalik arah. Saya pernah mengalami hal ini, malah beberapa kali di Jakarta. Hanya gara2 keterusan, perjalanan saya menjadi bertambah extra satu jam.

Kehidupan kita pun seringkali demikian. Walaupun kita sungguh mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak, kita masih mudah terjebak pada jalan2 yang salah. Kerumitan dan kesulitan hidup seringkali membuat banyak orang berkompromi dengan dosa2 yang menjanjikan kemudahan, mencari pelarian pada obat2an terlarang dan lain sebagainya. Dan sama seperti susahnya mencapai tempat untuk berbalik arah di jalan raya, orang pun biasanya sulit lepas dari kebiasaan2 buruk dan ketergantungan2 mereka terhadap hal2 yang tidak berkenan dihadapan Allah.

Padahl Tuhan sangat mengasihi manusia. Tuhan selalu memberikan waktu dan kesempatan bagi kita untuk berbalik dari jalan2 yang sesat dan kembali padaNya. Dalam bacaan hari ini contohnya, nabi Yunus diutus Tuhan untuk mengingatkan orang-orang Niniwe, dan mengarahkan mereka untuk berbalik pada Allah. Tuhan telah mengetahui kejahatan2 dan kekerasan mereka, dan berniat untuk menjatuhkan malapetaka atas mereka. Kedatangan Yunus dengan cepat membawa pertobatan masal. Mereka segera bertobat dan malapetaka tidak jadi turun atas mereka. Meskipun orang2 Niniwe telah melakukan kejahatan dan kekerasan yang mengecewakan Tuhan, tapi Tuhan masih memberikan mereka kesempatan untuk bertobat.

Kalau orang2 Niniwe bisa berbalik dari tingkah laku sesat mereka dengan cepat, kita pun seharusnya bisa. Kalau burung2 di udara bisa terbang tinggi dan menempuh jarak yang sangat jauh tanpa pernah tersesat, kalau semut sanggup datang dan pergi lewat celah yang sama tanpa harus bingung, seharusnya kita sebagai anak2 Allah pun sudah seharusnya tidak sulit untuk berbalik arah apabila kita telah menyimpang dari jalan2 Allah. Kasih Tuhan tidak terbatas. Tuhan selalu memberi cukup waktu dan kesempatan bagi kita untuk bertobat, Dia selalu siap untuk mengampuni anak2Nya yang bertobat. Saya percaya Tuhan ingin kita menjadi Yunus masa kini. Bagaimana mungkin kita bisa mengingatkan orang lain jika kita sendiri tidak bisa berbalik arah? Bila diantara anda ada yang masih melakukan hal2 yang bertentangan dengan keinginanNya, berbaliklah sekarang, dan percayalah, Tuhan selalu membuka pintu pengampunan-Nya.

Selalu periksa diri kita, apakah kita sudah di jalan yang benar atau belum. Jika belum, segeralah berbalik arah

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment