Berada pada Waktu dan Tempat Tertentu

Ayat bacaan: Ester 4:14
====================
“Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

waktu dan tempat tertentu, generasi, masa

Swing adalah salah satu genre besar dalam jazz yang sangat saya gemari. Lewat jenis musik ini saya kerap kali seolah-olah diajak untuk kembali ke sebuah masa dimana musik jazz mulai tumbuh dan berkembang, terutama di kisaran tahun 20-40 an ketika swing merajai pentas musik dunia. Saya sering merasa penasaran, seperti apa sih hidup di era itu, bagaimana rasanya hidup di sebuah jaman dimana panggung kerap berisi ensembel musik dalam jumlah besar, mencapai puluhan, orkestrasi indah dari begitu banyak instrumen menghasilkan melodi-melodi yang kedengaran megah dan indah. Saya tidak akan pernah tahu pastinya seperti apa, karena saya lahir beberapa dekade setelahnya di generasi yang berbeda. Saya hanya bisa menelusuri sejarahnya, mencoba merasakan lewat lagu-lagu yang berasal dari masa itu. Pertanyaan pun muncul di pikiran saya, kenapa saya lahir di masa yang berbeda? Kenapa bukan dulu, kenapa bukan nanti? Orang tua kita lahir di generasi berbeda, kakek dan nenek kita di generasi sebelumnya, kelak anak-anak kita akan merasakan jaman yang berbeda pula di depan. Mengapa Tuhan menciptakan kita pada jaman ini, bukan dulu atau nanti? Adakah itu semua hanya kebetulan belaka? Ketika memikirkan mengenai hal ini, saya diingatkan pada kisah Ester.

Ester adalah seorang wanita Yahudi yang dipilih raja Ahasyweros, raja Persia-Media yang berkuasa atas 127 daerah, mulai dari India hingga Ethiopia untuk menggantikan permaisurinya, ratu Wasti, yang ia lepas karena dianggap telah berani menentang perintahnya dan mempermalukannya di depan para tamu penting. Ketika Ester menjadi ratu, timbullah masalah ketika Haman, seorang pejabat tinggi di istana membuat peraturan yang bermasalah. Haman mengeluarkan perintah agar semua rakyat berlutut dan sujud di hadapannya setiap kali ia lewat. Bagi orang Yahudi, perintah ini sulit untuk dilakukan, karena sesuai dengan kepercayaan yang dianut, orang Yahudi hanyalah bersedia untuk sujud kepada Tuhan saja. Salah satu yang menentang dengan keras tidak lain adalah Mordekhai, saudara Ester sendiri. Haman tentu saja murka, dan merencanakan untuk menghabisi orang-orang Yahudi, terutama Mordekhai. Mordekhai pun menganjurkan Ester untuk pergi menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya. Dan kita sampai kepada ayat bacaan hari ini yang berisi tentang perkataan Mordekhai kepada saudaranya Ester. “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” (Ester 4:14b). Dalam bahasa sehari-hari, Mordekhai kira-kira berkata begini: “siapa tahu memang engkau menjadi ratu justru dengan tujuan untuk menyelamatkan bangsa Yahudi, bukan hanya kebetulan dan tanpa maksud.” Dan hasilnya, Ester berhasil melakukannya. Penyertaan Tuhan terlihat nyata. Ester menjadi ratu memang ada dalam rencana Tuhan. Kisah Ester ini menyatakan kepada kita semua bahwa Tuhan bisa memakai seorang gadis yatim piatu untuk menyelamatkan umat Allah di tengah-tengah kekuasaan penguasa Persia-Media yang begitu besar.

Ester menjadi ratu bukanlah kebetulan. Semua itu adalah rencana Tuhan yang luar biasa. Tuhan bisa memakai seseorang yang tidak disangka-sangka, melampaui akal budi kita untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dan menyertai anak-anakNya. Demikian Tuhan menciptakan kita semua, pada tempat dan waktu masing-masing, demikian pula ketika kita saat ini ditempatkan di berbagai belahan bumi yang berbeda. Bukan kebetulan, bukan tanpa tujuan. Tuhan meletakkan kita di sebuah generasi tertentu, dan menempatkan kita di sebuah tempat tertentu, pada waktu tertentu sesuai dengan rencanaNya bagi hidup kita. Apa yang Dia rencanakan adalah sesuatu yang indah bagi kita. Begini firman Tuhan: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). We are created for a cause. Dalam Kejadian dikatakan kita diminta untuk “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”(Kejadian 1:28). Mari kita hubungkan dengan ayat ini “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36). Menaklukkan dan berkuasa bukan artinya bertindak semena-mena, namun memelihara segala ciptaan Tuhan lainnya dengan penuh tanggung jawab, agar kemuliaan Tuhan bisa dinyatakan lewat segala sesuatu ciptaanNya yang indah. Ini pesan yang penting bagi manusia dalam tiap generasi, dari jaman yang satu ke jaman yang lain. Dimanapun dan kapanpun kita diciptakan, dan berada saat ini, kita harus bisa melakukan yang terbaik demi kemuliaan Tuhan.

Daud mengatakan “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” (Mazmur 139:13-14). Kejadian penciptaan manusia sungguh dahysat dan ajaib. Jika kita menyadarinya dengan sungguh-sungguh, kita pun akan tahu bahwa kita ada saat ini untuk tujuan yang sungguh indah. Apabila saat ini hidup anda tidak menggambarkan sesuatu yang indah, ingatlah bahwa apa yang anda alami saat ini bukanlah akhir, melainkan masih berada dalam sebuah proses menuju sebuah kesempurnaan, sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan anda. Dibalik segala kelemahan dan kekurangan yang anda dan saya miliki hari ini, ada kuasa Tuhan dan berkatNya dibalik itu semua. Apapun keadaan kita saat ini, Tuhan sanggup memakai itu untuk menjadi luar biasa, dan Dia tidak pernah gagal. “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” (Ayub 42:2).

Life is never a mistake nor is a coincidence. Anda begitu berharga di mata Tuhan, dan Tuhan sungguh mengasihi Anda. Dia telah menyediakan rencanaNya yang indah bagi kita semua. Seperti halnya Ester, kita masing-masing adalah pribadi yang unik yang ada dalam sebuah periode dalam perjalanan sejarah dunia. Kelahiran kita bukanlah kebetulan atau ketidaksengajaan, kita saat ini berada pada tempat tertentu bukanlah tanpa alasan. Semua ada dalam rencana Tuhan yang menjanjikan segala sesuatu yang indah penuh harapan. Tuhan memanggil kita masing-masing untuk menjadi anak-anakNya yang mencerminkan diriNya dimanapun kita berada. Apakah di sekolah, pekerjaan, keluarga, lingkungan dan sebagainya, dimanapun kita ditempatkan, kita harus siap untuk menjadi berkat bagi mereka, dimana nama Tuhan dipermuliakan. Tidak satupun rencanaNya yang akan gagal. Maka ikutilah rencanaNya, meski mungkin pada saat-saat tertentu tampaknya berat. Namun pada akhirnya, yang dijanjikan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan penuh harapan. Karenanya, berdirilah tegak, bersyukurlah sebagai ciptaan yang ajaib dan dahsyat, dan hiduplah menjadi terang dan garam pada masa dan tempat dimana anda ditempatkan saat ini.

Ada rencana Tuhan yang istimewa bagi setiap anak-anakNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: