Believe (1)

Ayat bacaan: Yohanes 11:40
====================
“Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Anda tentu masih ingat lagu yang dinyanyikan oleh Mariah Carey dan mendiang Whitney Houston yang menjadi hit besar pada tahun 1998 berjudul “When You Believe”. Lagu yang dipakai sebagai soundtrack/themesong dari film animasi The Prince of Egypt berisi pesan yang sangat bagus, mengingatkan kita untuk percaya meski kita belum bisa melihat apa yang akan terjadi di depan. Awal refrainnya berbunyi: “There can be miracles, when you believe”. Mukjizat bisa terjadi ketika kita percaya. Bagian dari refrain ini bagi saya sangat menarik, karena masalah percaya seringkali menjadi sumber penyebab gagalnya kita menyaksikan mukjizat Tuhan turun atas kita. Mukjizat Tuhan gagal terjadi bukan karena Tuhan enggan mendengar permohonan kita, tetapi justru karena keragu-raguan atau kekurangpercayaan kita sendiri.  Meski Alkitab sudah berulang kali menegaskan agar kita menepis keraguan dari hati kita, Yesus berulang kali mengingatkan kita agar percaya, bahkan menegur kita yang tidak atau kurang percaya, tetapi kita masih saja sulit melangkah dengan iman, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, lalu lebih tertarik untuk terus membiarkan keraguan menguasai hidup kita. Logika-logika kita yang terbatas seringkali kita kedepankan, kita sibuk memandang dan menimbang beratnya masalah, lalu membatasi sendiri terjadinya kuasa-kuasa keajaiban Tuhan yang sesungguhnya justru tidak terbatas oleh apapun.

Jika anda membaca Alkitab yang tebal itu, maka anda akan mendapati ribuan janji Tuhan tersebar dari awal sampai akhir. Begitu banyak janji-janjiNya yang luar biasa yang sanggup memberikan jaminan keselamatan hingga akhir, juga kehidupan yang berkemenangan selama di dunia ini. Alkitab juga membeberkan cara atau langkah agar semua itu bisa menjadi milik anda. Ada banyak orang yang kurang sabar, mengira bahwa seketika janji itu harus terjadi sesuai maunya mereka atau setiap kali mereka butuhkan. Mereka malas menunggu. Maka ketika janji-janji itu tidak kunjung terjadi maka Tuhan pun segera disalahkan karena dianggap memberi janji palsu. Benar, ada banyak penyebab terhalangnya mukjizat Tuhan turun atas diri seseorang. Bisa karena dosa, masih ada sesuatu yang merintangi dan harus terlebih dahulu dibereskan, masih menyimpan dendam terhadap seseorang dan sebagainya, tapi salah satu penyebab yang paling sering adalah akibat ketidak/kekurang percayaan kita terhadap janji Tuhan itu. Kita berharap mukjizat terjadi, tetapi kita malah membatasi atau menghalanginya sendiri.

Mari kita lihat sejenak mengenai Lazarus, Marta dan Maria dalam Yohanes 11:1-44. Pada saat itu Marta dan Maria berharap Yesus mau datang ketika Lazarus masih hidup dan terbaring sakit. Mereka tahu bahwa Yesus sanggup menyembuhkan, tetapi ternyata iman mereka hanya sampai disitu, bisa menyembuhkan tapi sudah tidak bisa apa-apa lagi kalau keburu meninggal. Lihatlah apa kata Marta. “Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (ay 21). Maria pun berpikiran sama. “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (ay 32). Lihatlah bahwa mereka percaya, tapi sayangnya terbatas, hanya pada kesembuhan, dan bahwa Yesus akan membangkitkan orang-orang mati pada akhir zaman. (ay 24). Tetapi membangkitkan orang yang sudah terlanjur meninggal? Iman mereka tidak sampai kesana. Itu sulit diterima akal. Oleh karena itulah kita kemudian mendapati seruan Yesus yang menegur rendahnya kepercayaan manusia akan kuasa Allah. “tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya.” (ay 15). Kemudian Yesus berkata kepada Marta: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (ay 25-26). Dan akhirnya Marta pun berkata bahwa ia percaya.

Setelah mendengar jawaban Marta, Yesus pun kemudian datang kesana. Tapi benarkah kepercayaan Marta sudah penuh? Ternyata belum. “Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara dari Lazarus yang sudah meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” (ay 39). Lazarus sudah empat hari mati, itu artinya mayat sudah mengeluarkan bau busuk dan mengalami dekomposisi. Secara logika itu berarti semuanya sudah terlambat. Yesus mengetahui pikiran mereka dan kemudian berkata:“Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (ay 40). Dan benar, terjadilah mukjizat luar biasa. Lazarus bangkit kembali dari kematiannya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: