Belajar

 Ayat bacaan: Titus 3:14
===================
“Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.”

belajar

Pemilihan jurusan di SMU tentu punya alasan tersendiri. Ada yang memang menggemari ilmu pengetahuan alam, bercita-cita ingin menjadi insinyur atau dokter, maka jurusan IPA pun dipilih. Berminat kepada ilmu sosial, atau merasa tidak sanggup untuk mempelajari ilmu alam, jurusan IPS pun dipilih. Dahulu saya memilih jurusan IPA, tapi mungkin alasan saya memilih itu cukup aneh kalau didengar. Saya memilih IPA justru karena tidak menyukai matematika, fisika dan kimia. Lalu mengapa saya memilih jurusan itu? Karena justru karena tidak suka saya ingin menantang diri saya untuk mendalami lebih jauh lagi. Jika karena saya tidak suka, lalu saya tinggalkan, bagaimana saya bisa belajar untuk menyukainya? Sebuah alasan yang aneh bagi orang, tapi tidak bagi saya, yang selalu tidak suka menyerah sejak kecil.

Hidup adalah sebuah proses belajar. Dari sejak lahir hingga nafas terakhir manusia memang harus terus belajar. Jika kita berhenti belajar, berhenti pula lah sebenarnya kehidupan kita. Tuhan sendiri tidak menyukai proses instan, biarpun Dia lebih dari sanggup untuk melakukannya. Sebuah pemberian instan tidak akan memberi proses pengajaran. Itu tidak mendidik. Bayangkan jika anda terus menyuapi anak anda dengan permen tanpa mereka harus mencapai sesuatu terlebih dahulu, bukankah itu akan merusak diri mereka? Oleh karena itulah langkah-langkah kehidupan kita yang harus terus menerus diisi dengan belajar. Apakah itu untuk menambah kepintaran kita, menambah ilmu dan pengetahuan, atau untuk mencapai pertumbuhan iman, semua itu membutuhkan proses yang harus diisi dengan belajar.

Lihatlah apa kata Tuhan dalam surat Titus. “Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” (Titus 3:14). Belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik, dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “learn to apply themselves to good deeds”, agar dapat memenuhi kebutuhan hidup pokok agar jangan sampai hidup menjadi tidak menghasilkan apa-apa, tidak berguna, alias sia-sia. Hidup adalah sebuah proses belajar. Bagi saya, itulah salah satu hal penting yang bisa membuat hidup ini menarik. Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak akan ada habisnya untuk kita pelajari. Selalu saja ada hal baru, hal menarik dan hal-hal yang bisa menambah pengetahuan atau mengembangkan wawasan kita. Dan tanpa melakukan upgrade rutin terhadap apa yang kita ketahui kita akan segera ketinggalan jaman dan sulit mencapai hasil maksimal dalam segala hal.

Beribadah pun memerlukan proses. Kita tidak bisa berharap Tuhan langsung menyetel roh kita untuk menjadi roh yang taat dalam sekejap mata. Dia sanggup, tapi itu tidak mendidik. Melalui serangkaian peristiwa, kejadian dan sebagainya, baik yang indah maupun lewat penderitaan dan kesulitan, Tuhan siap memberi pelajaran bagi kita untuk lebih dekat lagi kepadaNya. Inilah yang dikatakan Paulus lewat suratnya kepada Timotius. “Latihlah dirimu beribadah.” (1 Timotius 4:7b). Jika sebuah latihan badani alias olahraga saja penting untuk menjaga kebugaran kita, dan itupun lewat sebuah proses, apalagi sebuah ibadah yang akan berguna jauh lebih banyak. “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (ay 8). Lihat pula bagaimana Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengajarkan firman Tuhan kepada keturunan mereka secara terus menerus, kontinu dan berkesinambungan. “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:6-7). Jika belajar merupakan hal yang penting bagi kita, apalagi buat anak-anak kita di masa pertumbuhan mereka. Dunia yang mereka huni sekarang bukanlah sebuah dunia yang mudah dan selalu bersahabat. Ada banyak jebakan dan godaan yang akan mampu membuat hidup mereka porak poranda, termasuk pula dari segi rohani. Oleh karena itulah kita harus mampu terus menanamkan firman Tuhan secara terus-menerus kepada mereka, baik lewat pengajaran maupun contoh keteladanan. Semua ini akan menjadi bekal yang sangat berharga buat mereka. Tapi itu tidak bisa kita lakukan hanya dalam sekejap saja. Semua itu haruslah melalui serangkaian proses yang dilakukan secara terus menerus.

Sebuah pepatah asing mengatakan “Rome wasn’t built in a day”. Menjalani proses memang seringkali tidak mudah. Ada kalanya kita mengalami kesulitan bahkan penderitaan. Tapi itulah bagian dari kehidupan yang harus kita sikapi dengan proses. Tetaplah berpegang teguh kepada Tuhan, tetaplah berusaha, tetaplah belajar dan jangan lupa tetaplah penuhi diri kita dengan ucapan syukur. Firman Tuhan berkata “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6). Tuhan akan selalu memberi kekuatan atas kelemahan kita, oleh karena itu hendaklah kita tidak berhenti untuk belajar menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Tuhan selalu mendorong semua anak-anakNya untuk terus belajar. Belajar mengenai hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas hidup di dunia, tapi juga terutama belajar untuk mengenalNya lebih lagi dan mengetahui apa yang menjadi rencana dan kehendakNya dalam kehidupan kita. Yesus mengingatkan kita untuk terus menyempurnakan diri hingga bisa menyerupai kesempurnaan Bapa. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48). Dan hal ini tidak akan bisa kita capai dalam semalam. Oleh karena itu kita harus senantiasa mengingatkan diri kita untuk tidak berhenti belajar. Masih ada banyak yang belum kita ketahui, masih banyak yang harus kita benahi dalam diri kita. Mari singsingkan lengan baju kita dan teruslah belajar!

Ketika kita berhenti belajar, pada hakekatnya kehidupan pun berhenti

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply