Belajar dari Tuhan yang Berbelaskasih

APA yang Anda pelajari dari Tuhan, Sang Pencipta? Tentu saja ada banyak hal yang dapat kita pelajari, karena Tuhan itu sumber segala sesuatu. Suatu hari, seorang anak membantu ayahnya bekerja di ladang. Sambil bekerja, ia membayangkan masa depannya yang cerah. Ia berusaha untuk mengikuti petunjuk ayahnya. Setiap kali ia mau menanam sesuatu, ia selalu membicarakan […]

APA yang Anda pelajari dari Tuhan, Sang Pencipta? Tentu saja ada banyak hal yang dapat kita pelajari, karena Tuhan itu sumber segala sesuatu.

Suatu hari, seorang anak membantu ayahnya bekerja di ladang. Sambil bekerja, ia membayangkan masa depannya yang cerah. Ia berusaha untuk mengikuti petunjuk ayahnya. Setiap kali ia mau menanam sesuatu, ia selalu membicarakan dengan ayahnya. Dengan begitu, lama-kelamaan ia dapat mengerti dengan baik cara becocok tanam.

Belajar dari pengalaman itu, semakin lama ia semakin ahli dalam bercocok tanam. Namun ia tetap punya kreativitas. Dengan pendidikannya yang semakin tinggi, ia dapat menggunakan berbagai variasi dalam bercocok tanam.

Ia tidak hanya mengikuti petunjuk ayahnya. Ia mengembangkan sendiri kemampuannya. Kolaborasi antara pengetahuan yang ia miliki dengan praktek yang ia dapatkan dari sang ayah ternyata sangat berhasil baik. Ketika ia mesti membuka ladang sendiri, ia dapat memberikan hasil yang sangat baik bagi keluarganya. Ia boleh merasakan sukacita. Ia boleh menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.

Sahabat, dalam hidup ini ada berbagai hal yang dapat kita kembangkan untuk kemajuan hidup kita. Ada berbagai ilmu yang dapat membantu kita untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi hidup kita. Yang penting adalah cara kita menggunakan ilmu-ilmu itu untuk kemajuan diri kita. Untuk itu, orang mesti terbuka terhadap berbagai kemajuan zaman. Orang tidak bisa berpatokan pada satu ilmu saja yang dimilikinya.

Hal ini tentu membutuhkan suatu sikap untuk terus-menerus belajar. Orang yang mau belajar terus-menerus biasanya akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Berbagai ilmu ia serap untuk dirinya. Namun ia tetap kreatif untuk memilah-milah, mana yang baik untuk dirinya dan mana yang tidak.

Orang seperti ini biasanya juga memiliki kerendahan hati untuk menerima hal-hal baru. Hal-hal yang baru bukan menjadi halangan baginya untuk menambah ilmu baru. Hal-hal yang baru itu bukan saingan terhadap apa yang sudah ada dalam dirinya. Justru hal-hal baru itu digunakan untuk memperkaya dirinya.

Sebagai orang beriman, kita mesti terus-menerus belajar untuk menemukan diri kita. Belajar berarti kita menimba hal-hal baru untuk hidup kita. Belajar berarti kita ingin membuka hati kita lebar-lebar untuk kasih Tuhan. Tuhan begitu baik terhadap kita. Tuhan senantiasa mencurahkan rahmatNya untuk manusia.

Orang beriman mesti selalu belajar dari Tuhan yang mengasihi manusia tanpa batas. Kita belajar dari Tuhan untuk peduli terhadap sesama. Kita belajar dari Tuhan yang memberi hidup kepada kita. Dengan demikian, kita pun menjadi orang-orang yang memberi hidup bagi sesama.

Mari kita berusaha untuk selalu berserah diri kepada Tuhan. Dalam kerendahan hati yang mendalam, kita membiarkan Tuhan bekerja dalam diri kita. Biarlah Tuhan yang menuntun hidup kita. Tuhan memberkati.

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply