Belajar dari Perwira Kapernaum (3)

Ayat bacaan: Matius 8:8
===================
“Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

sikap rendah hati, perwira kapernaum

Ada pepatah yang mengatakan, ibarat padi, semakin berisi semakin merunduk. Ini sebuah pepatah yang mengajarkan kita agar tidak menjadi jumawa atau sombong jika kita menapak naik semakin tinggi. Semakin sukses, semakin tinggi kedudukan, hendaknya kita semakin rendah hati, menjauhi sikap-sikap angkuh dan bentuk-bentuk kesombongan. Tapi yang cenderung terjadi justru sebaliknya. Ketika kesuksesan tiba, manusia cenderung mudah untuk lupa diri. Kemarin saya sudah menyinggung kecenderungan pimpinan atau atasan untuk bertindak semena-mena, kasar dan bentuk merendahkan lainnya kepada bawahannya. Alasan yang keluar biasanya klasik, yaitu menjaga wibawa dan kehormatan. Padahal perlakuan kasar sudah seringkali terbukti tidak signifikan untuk menimbulkan rasa hormat.

Hari ini kembali saya mengangkat sisi lain dari kisah perwira Kapernaum yang bertemu dengan Yesus, yaitu mengenai kerendahan hatinya. Ada dua hal yang menunjukkan sikap rendah hati dari sang perwira. Pertama, perhatikan usahanya untuk bertemu Yesus agar bawahannya disembuhkan. Berada dalam status prajurit tingkat atas tidak membuatnya buta dan lupa pada kesejahteraan bawahannya. Ia ternyata punya rasa belas kasih yang disertai tindakan nyata untuk melangkah menemui Yesus mewakili bawahannya yang sedang terbaring sakit. Sebagai perwira atas, mungkin lebih mudah baginya untuk memerintahkan prajurit bawahannya untuk pergi menjumpai Yesus. Itupun jika ia cukup peduli dengan kondisi bawahannya. Namun ia memilih untuk melakukannya sendiri. Di sisi lain, kita bisa melihat perkataan perwira ini kepada Yesus. “Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Matius 8:8). Ini yang ia katakan ketika Yesus hendak berkunjung kerumahnya untuk menjumpai hambanya yang sedang sakit. Dari dua hal ini kita bisa melihat bagaimana kerendahan hati yang dimiliki perwira Romawi dari Kapernaum ini.

Menarik melihat apa yang selanjutnya dikatakan sang perwira. “Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” (ay 9). Ia tahu benar bahwa ia bukanlah yang tertinggi di dunia ini. Ia masih punya atasan, dan di atas segalanya ia tahu bahwa ia tengah berhadapan dengan Raja diatas segala raja. Yesus pun terkesan dengan sikapnya dan mengatakan: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” (Matius 8:13). Seketika itu pula hambanya disembuhkan.

Kepada jemaat Efesus Paulus mengingatkan demikian “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4:2). Lihatlah bahwa kita diminta untuk selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menunjukkan kasih dalam bentuk nyata dengan saling membantu. Pada kesempatan lain untuk jemaat Filipi, Paulus mengingatkan pula “..hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri” (Filipi 2:3). Sementara Petrus mengingatkan sebagai berikut “..Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. (1 Petrus 5:5). Semua ini sesuai dengan keteladanan karakter Yesus yang juga lemah lembut dan rendah hati. (Matius 11:29). Perwira Kapernaum sanggup untuk tetap rendah hati ketika ia berada pada posisi atasan. Mari kita teladani dengan menunjukkan sikap mengasihi dan saling menghargai terhadap para bawahan, karena orang-orang seperti inilah yang dikasihani Tuhan dan berkenan dihadapanNya.

Semakin tinggi posisi atau jabatan, hendaklah kita semakin rendah hati

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply