Belajar Dari Masa Lalu

Ayat bacaan: Matius 16:8
===================
“Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!”

Kemarin saya sudah panjang lebar menuliskan tentang bagaimana kita seharusnya bersikap menyongsong tahun baru yang secara logika kita akan jauh lebih sulit dibanding sebelumnya dan penuh dengan ketidakpastian serta ancaman krisis. Hari ini saya kembali diteguhkan lewat ayat bacaan hari ini, dan saya ingin membagikannya dengan teman-teman sekalian.

Apa yang saya dapat hari ini tepatnya adalah sebuah ajakan Tuhan untuk bercermin pada apa yang pernah diperbuat Tuhan di masa lalu. Saya diingatkan tentang sejarah bangsa Israel ketika lepas dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan. Lihatlah betapa baiknya Tuhan. Dia menurunkan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari sehingga bangsa Israel bisa berjalan siang dan malam. (Keluaran 13:21). Dalam Keluaran 16, diceritakan bahwa Tuhan memberikan manna, roti yang turun dari langit, agar mereka semua mendapat makanan dalam perjalanan mereka. Begitu baiknya Tuhan, tapi mereka pun masih bersungut-sungut. Mereka bukannya berterimakasih, malah mengeluh bahwa mereka bosan makan manna, dan mulai menyesalkan keputusan mereka untuk keluar dari Mesir. Lebih baik jadi budak di Mesir ketimbang jadi raja di tanah yang dijanjikan Tuhan. Itulah yang terdengar. Lalu kisah yang sudah sangat kita kenal, bagaimana Tuhan melepaskan mereka dari kejaran Firaun dan bala tentaranya lewat Musa yang membelah Laut Teberau alias Laut Merah sehingga mereka bisa melintasinya, sedangkan Firaun dan tentara-tentaranya habis ditenggelamkan ketika melewati belah lautan yang sama. (Keluaran 14:1-31). Cukupkah itu untuk menenangkan dan meyakinkan bangsa Israel? Ternyata tidak. Sesaat setelah mereka dilepaskan, mereka kembali mengeluh karena tidak mendapat air ketika melintasi padang gurun Syur. Lihatlah betapa bangsa Israel terus menerus fokus pada permasalahan. Ketika masalah datang, mereka bukannya melihat apa yang pernah-dan bisa- dilakukan Tuhan, tapi malah fokus pada permasalahan dengan terus bersungut-sungut, mengeluh dan protes. Padahal begitu banyak kisah luar biasa akan mukjizat Tuhan turun atas mereka sepanjang perjalanan. Ini baru kisah bangsa Israel. Jika kita lihat dalam Alkitab, ada banyak lagi kuasa Tuhan yang luar biasa mengatasi masalah bertabur di sana. Hal-hal yang ajaib, yang sudah diluar nalar dan logika, tapi mampu dilakukan Tuhan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Tapi mungkin sudah menjadi sifat dasar manusia untuk cenderung khawatir dan takut ketika logikanya menghadapi sebuah ketidakpastian masa depan. Murid-murid Yesus pun sama. Mereka pernah menyaksikan bagaimana Yesus mampu memecahkan 5 roti hingga sanggup memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak. Tapi mereka masih juga memperbincangkan soal kelupaan mereka membawa roti ketika menyeberangi danau. Dan Yesus pun menegur mereka. “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian?” (Matius 16:8-9). Perhatikan perkataan “Hai orang-orang yang kurang percaya!” Kalimat ini kembali diulangi Yesus ketika angin ribut melanda perahu yang sedang Dia tumpangi bersama murid-muridNya. Para murid ketakutan melihat angin ribut dan gelombang badai. Dan Yesus menegur dengan kalimat yan sama: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”(Matius 8:26).

Memang kita tidak boleh terbelenggu dengan masa lalu dan terus menatap ke depan. Itu benar. Tapi kita pun tidak boleh melupakan segala berkat dan mukjizat Tuhan yang sudah pernah Dia lakukan dalam sejarah panjang manusia, bahkan dalam kehidupan kita masing-masing. Jika Tuhan mampu melakukan itu di masa lalu, sekarang pun Dia sanggup, dan di masa depan pun Dia tetap sanggup. Tuhan tahu betul tahun-tahun ke depan akan semakin sulit, tapi Dia pun ingin agar kita tahu betul bahwa penyertaanNya mampu mengangkat kita lebih tinggi dari persoalan dan krisis. Ingin bukti? Berbagai kisah dalam Alkitab, salah satunya kisah bangsa Israel di atas adalah bukti kuat akan kuasa Tuhan. Kesaksian-kesaksian yang dialami banyak orang hingga hari ini pun bisa menjadi bukti nyata bahwa Tuhan masih terus bekerja hingga kini. Belajarlah dari bukti penyertaan Tuhan di masa lalu agar kita kuat melangkah ke depan tanpa rasa takut. Kita harus tetap percaya dengan iman yang teguh, terus bersyukur dan memuliakan Tuhan, bertekun dalam doa, rajin membaca, merenungi dan melakukan firman Tuhan, sambil terus giat bekerja. Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan satu pun anak-anakNya terlantar. Jika anda merasa khawatir, serahkanlah semuanya pada Tuhan dan pegang janjiNya. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Mari masuki Tahun Baru dengan pengharapan baru. Damai sukacita dan penyertaan Tuhan akan selalu menyertai anda semua.

Fear not, because God is always be with you

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply