Belajar dari Kesulitan

Ayat bacaan: Kis 14:21-22
=====================

“Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.”

Banyak orang berpikir bahwa orang yang benar2 beriman pastilah tidak punya masalah dalam hidupnya. Jika seseorang punya komitmen melayani Tuhan, artinya hidup mereka sudah sangat sempurna tanpa penderitaan. Kemudian mereka akan membuat sebuah kesimpulan yang salah: Jika kita menghadapi persoalan dan penderitaan dalam hidup, pastilah kita tidak punya iman yang sesungguhnya.

Alkitab tidak mengajarkan hal seperti itu. Semua nabi dalam alkitab melalui masa2 sulit yang luar biasa besarnya. Begitulah cara kita mengetahui bahwa mereka memiliki iman yang sesungguhnya. Mereka tetap percaya kepada Tuhan, walalupun menghadapi semua kesulitan tersebut.

Kesulitan tidak membuktikan bahwa Tuhan itu palsu. Kesulitan hanya membuktikan bahwa hidup ini keras. Kesulitan tidak membuktikan bahwa Tuhan tidak mengasihi kita. Itu hanya membuktikan kita membutuhkan kasih Allah. Permasalahan hidup akan melatih kita untuk berserah dan percaya sepenuhnya pada Tuhan. Iman sejati tidak pernah menyingkirkan kesulitan, melainkan justru akan menarik kita lebih dekat lagi pada Tuhan. Jangan putus harapan, karena Tuhan mengasihi anak2Nya.

Dari tiap kesulitan hidup, belajarlah untuk bersandar pada Nya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment