Belajar dari ‘Kasus Florence’ di Yogyakarta

rumah pindah

“Karena jika yang seorang berkata, ‘Aku dari golongan Paulus,’ dan yang lain berkata, ‘Aku dari golongan
Apolos,’ bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?” (1 Kor 3, 4)

SEPANJANG pekan  lalu banyak orang kesulitan mendapatkan bensin. Banyak orang antri di pom bensin untuk mengisi tangki motor atau mobilnya. Di Yogyakarta, seorang mahasiswi nyelonong ke bagian depan
antrean dan minta pelayanan.

Peristiwa ini membuat banyak rang berseru dan berteriak agar mahasiswi tersebut ikut antri. Mahasiswi itu rupanya juga emosi dan menuangkan perasaannya di jejaring sosial serta menimbulkan tanggapan yang bermacam-macam.

Bahkan apa yang tertulis dalam jaringan sosial tersebut berbuntut panjang dan membangkitkan solidaritas etnis atau daerah. Syukur bahwa hal itu tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Peristiwa ini memberi pembelajaran bahwa hidup manusia itu tidak lepas dari kelompok atau golongan. Tiap orang terikat pada suatu kelompok berdasar kategori tertentu, seperti asal-usul, profesi, ideologi, agama atau keyakinan, status sipil, partai. Setiap orang mmg punya hak untuk berkumpul, berkelompok dan berserikat.

Banyak orang terlibat aktif dlm berbagai macam kelompok, entah organisasi resmi atau sekedar paguyuban non formal. Banyak orang punya loyalitas kuat terhadap kelompoknya. Bahkan mereka rela mati untuk membela kelompoknya. Kehidupan Gereja rupanya juga tidak bisa lepas dari situasi seperti ini. Ada banyak kelompok dan paguyuban hidup dan berkembang dalam Gereja, entah kelompok teritorial, kategorial atau karismatis (berdasarkarisma pribadi tertentu.

Ada banyak orang terlibat aktif dan punya loyalitas kuat pada kelompoknya. Namun demikian, gesekan dan konflik pun sering terjadi di antara mereka karena hal-hal yang sepele. Bahkan ketidakcocokan atau
konflik pribadi sering terbawa menjadi konflik antar kelompok.

Bagi St. Paulus, kenyataan ini menjadi tanda bahwa para murid Yesus memang masih berorientasi pada
kepentingan duniawi dan manusiawi. Mereka belum sampai pada orientasi yang sifatnya rohani.

Teman-teman selamat siang dan Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: