Belajar Dari Empat Binatang Kecil (3) : Semut

Ayat bacaan: Amsal 30:25
===================
“semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas”

belajar dari semut

Pepatah “ada gula ada semut” agaknya kurang tepat saat ini. Kenapa demikian? Karena saya melihat semut tetap hadir dimana-mana dengan aktif meski ada gula atau tidak. Di atas meja, di lantai, bahkan semut masuk ke dalam dispenser yang isinya hanya air mineral. Mungkin anda pernah juga merasa kesal dengan keberadaan semut di mana-mana, dan mungkin anda juga pernah membunuh semut-semut itu saking kesalnya. Semut memang binatang yang sangat kecil dan tidak sebanding dengan kita, tetapi ada begitu banyak hal positif yang dapat kita pelajari lewat perilaku dan kebiasaan semut.

Ayat bacaan hari ini berisi kelanjutan hikmat tentang empat hewan kecil yang dikatakan oleh Agur bin Yake dari Masa. Dalam Amsal 30:24-28, Agur menjabarkan empat binatang kecil yang bisa menjadi pelajaran bagi kita agar bisa hidup lebih baik lagi. Hari ini saya mengulas tentang semut. Kebiasaan dan perilaku apa saja yang bisa kita petik dari seekor semut?

1. Semut tidak pernah putus asa
Cobalah bentangkan tangan anda untuk menutup jalan yang tengah dilalui seekor semut. Semut itu tidak akan berhenti atau mundur, ia akan terus berjalan ke segala arah untuk mencari rute lain. Tidak jarang, semut itu akan dengan santainya menaiki tangan kita untuk bisa melewati rintangan dan kembali melanjutkan perjalanannya. Kita bisa belajar dari seekor semut kecil ini untuk urusan kegigihan dan pantang menyerah. Ketika anda menemui jalan buntu, mengalami kegagalan, ketika anda merasa seolah-olah masalah anda tidak punya solusi, janganlah putus asa. Semut saja pantang menyerah, apalagi kita yang punya Yesus yang luar biasa dalam hidup kita. Tuhan berkali-kali mengingatkan kita agar kita jangan takut, jangan ragu, khawatir atau bimbang dalam menjalani hidup yang tengah didera badai. Pegang janji Tuhan berikut: “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati” (Ulangan 31:8). Selalu ada solusi dalam Kristus, amin.

2. Semut itu rajinnya luar biasa
Anda pernah melihat semut sedang tidur-tiduran beristirahat dengan santai? Itu akan menjadi suatu pemandangan yang sangat jarang, karena hampir setiap kali kita melihat semut dalam keadaan aktif, berjalan dan bekerja mengangkut makanan. Semut selalu rajin, kerja sudah menjadi bagian penting dari hidup mereka. Ayat bacaan di atas paralel dengan hikmat dalam apa yang tertulis pada pasal sebelumnya. “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” (Amsal 6:6-8). Soal kerajinan pun bisa kita pelajari dari semut.


3. Semut itu kuat
Tidak jarang kita melihat semut sanggup mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Sebaliknya kita manusia, mungkin mengangkat beban sedikit saja sudah langsung mengeluh dan bersungut-sungut. Begitu pula ketika kita tengah mengalami beban masalah, tidak jarang kita akan merasa patah semangat dan menyerah seketika. Padahal, ketika kita memiliki iman yang kuat dalam Kristus, kitapun seharusnya percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan hal-hal luar biasa yang jauh melebihi logika kita. “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20). Kita sanggup menanggung segala perkara, karena Tuhan memberi kekuatan pada kita. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, kata Yesus. “Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23)

4. Semut itu saling tolong menolong dan berjiwa sosial
Apa yang dilakukan semut ketika makanan yang hendak diangkut terlalu berat? Mereka akan mengangkatnya bersama-sama. Sudahkah kita memiliki kepedulian dan mau membantu meringankan beban saudara-saudara kita? Atau kita masih berpangku tangan dan pura-pura tidak melihat mereka yang tengah menangis meminta pertolongan? No man is an island.. tidak ada manusia yang sanggup hidup sendiri. Kita manusia yang bukan diciptakan untuk hidup sendirian. Kita selalu diingatkan untuk bekerja sama, saling dukung saling tolong menolong. Ketika Yesus mengutus murid-muridNya pun, Dia mengutus mereka berdua-dua alias berpasangan. “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua…”(Markus 6:7-8). Paulus pun mengingatkan kita agar selalu bersatu. “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan… Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” (ay 25,27).

5. Semut cepat melihat peluang
Betapa cepatnya semut hadir ketika dia mengetahui ada peluang untuk mendapatkan makanan. Semut akan segera hadir di tempat-tempat yang menguntungkan baginya. Semut tidak akan melewatkan kesempatan emas ketika ada sesuatu yang bisa dia peroleh. Kita harus belajar seperti semut yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan. Ada banyak orang yang mundur ketika melihat bahwa kesempatan yang terbentang itu membutuhkan pengorbanan, dan akibatnya mereka akan melewatkan peluang dan kehilangan kesempatan. Ingatlah bahwa kesempatan pun merupakan sebuah berkat dari Tuhan. Tuhan seringkali tidak serta merta menyediakan ikan, tapi Dia menyediakan pancing dan jala bagi kita agar kita bisa menangkap ikan. Kita akan melewatkan begitu banyak kesempatan dan membuang waktu sia-sia dalam hidup jika kita hanya bersungut-sungut dan duduk menanti ikan jatuh dari langit. “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” (Amsal 12:27)

Semut memang binatang yang kecil dan lemah, namun kaya akan kebiasaan dan perilaku positif yang bisa kita jadikan pedoman untuk memperbaiki pola kebiasaan hidup kita. Terlebih ada Yesus dalam diri kita dengan segala kasihNya. Mari kita belajar dari semut dan terus mengembangkan kebiasaan dan pola hidup positif dan benar.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari semut agar hidup kita menjadi lebih baik lagi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply