Belajar Dari Empat Binatang Kecil (1) : Belalang

Ayat bacaan: Amsal 30:27
========================
“belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur”

belalang,hidup teratur

Ada beberapa orang yang saya kenal memutuskan untuk tidak mau bekerja untuk orang karena tidak mau disuruh-suruh atau bekerja di bawah perintah. Bagi mereka daripada bekerja untuk orang lebih baik duduk diam di rumah. Dan itulah yang terjadi. Mereka hanya mau bekerja wiraswasta, seperti membuka usaha, tapi modal tidak pernah kunjung datang. Istri mereka lah akhirnya yang bekerja, dan sampai pada satu titik tertentu, usia mereka tidak lagi memadai untuk mencari pekerjaan. Dalam beberapa contoh kasus yang saya saksikan sendiri, mereka ini bukan saja menganggur, tapi kerap merepotkan dengan sikap mereka. Rasa minder atau rendah diri membuat mereka tampil penuh emosi dan sindiran untuk menutupi perasaan rendah diri yang mereka rasakan. Kalau sudah begini, dimana lagi letak keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga? Mereka tidak kekurangan, karena istri mereka bekerja, namun sukacita dalam rumah tangga tidak lagi mereka rasakan. Maka tepatlah apa yang dikatakan sebuah peribahasa terkenal: “Money can’t buy happiness.”

Salah satu tipikal karakter manusia adalah sulit diatur, tapi senang mengatur. Orang senang mengatur karena dengan demikian mereka merasa memiliki otoritas dan kewenangan untuk memerintah orang lain sesuai dengan seleranya. Sebaliknya harga diri terasa anjlok jika harus hidup dibawah aturan. Peraturan-peraturan dilanggar seenaknya. Dalam rumah tangga pun begitu. Ada banyak rumah tangga yang akhirnya hancur berantakan karena anak-anak yang tidak patuh kepada orang tua, atau suami/istri yang sama-sama mempertahankan ke-egoisannya. Itulah salah satu sifat negatif manusia yang seringkali menjerumuskan manusia ke jurang kehancuran. Itu baru masalah tidak mau menuruti aturan di dunia, apalagi menuruti firman Tuhan. “wah, nanti dulu… urusan hidup aja belum beres, udah ngomong Tuhan segala..” demikian kata seorang teman pada suatu saat.

Manusia harusnya malu terhadap belalang. Belalang tidak punya raja, tapi mereka hidup dengan teratur. “belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur” (Amsal 30:27), demikian kata Agur bin Yake. Belalang yang tidak punya raja saja teratur, sedangkan kita yang memiliki Raja di atas segala Raja, malah hidupnya tidak punya aturan. Karena itulah, kita diajak untuk belajar dari belalang. Belajar mematuhi aturan dan belajar untuk hidup disiplin sesuai firman Tuhan. Kita harus mampu melatih diri kita untuk mau hidup teratur dalam berdoa, saat teduh, membaca alkitab dan sebagainya. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105). Ya, tanpa mematuhi firman Tuhan, kita tidak akan mampu untuk tumbuh secara rohani dan tidak akan diselamatkan.

Memang terkadang sulit bagi kita untuk mau mulai untuk patuh terhadap aturan Firman Tuhan, namun ingatlah bahwa apa yang akan kita peroleh pun sebanding. Betapa indahnya jika sebuah keluarga saling mengasihi dan hidup sesuai aturan, dan mau bersepakat bersama-sama membangun sebuah mesbah doa keluarga. Apa yang akan kita peroleh? Demikian firman Tuhan: “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19). Luar biasa bukan? Disiplin adalah sesuatu yang harus dilatih. Belajar dari belalang, marilah kita mulai melatih diri untuk memiliki hidup yang teratur agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan.

Belalang tidak punya pemimpin saja mampu hidup teratur, apalagi kita yang memiliki Raja di atas segala raja

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply