Belajar Bisa Dimana Saja, tak Harus di Kelas

belajar by Australia Design review“Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu” (Luk 5, 3) SELAMA  menjadi siswa SD, saya mendapat pengajaran di ruang kelas. Para murid berseragam putih dan merah. Guru memberi pengajaran dengan menggunakan […]

belajar by Australia Design review

“Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu” (Luk 5, 3)

SELAMA  menjadi siswa SD, saya mendapat pengajaran di ruang kelas. Para murid berseragam putih dan merah. Guru memberi pengajaran dengan menggunakan papan tulis dan kapur. Sesekali para siswa
diajak keluar kelas, pada saat pelajaran OR dan pertanian. Para siswa diminta membawa cangkul dan diajak belajar mengolah sawah.

Cara pengajaran seperti ini masih terus berlanjut, saat saya memasuki SMP. Pembelajaran di luar ruang kelas terjadi pada saat OR dan kegiatan ekstra, yakni pertanian. Di depan sekolah masih terhadap lahan yang dipetak-petak untuk diolah oleh para siswa. Selama menjalani formasi sebagai calon imam, pembelajaran juga banyak terjadi di ruang kelas. Guru dan dosen memberi banyak materi dan diktat untuk dipelajari. Mereka juga memberi tugas-tugas pembuatan paper secara rutin.

Cara pengajaran seperti ini rupanya dialami banyak orang dan diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan. Para siswa berkumpul dlm satu ruang. Mereka duduk, mendengarkan dan mengerjakan tugas. Guru atau dosen memberikan materi, menjelaskan dgn mempergunakan berbagai fasilitas atau alat peraga sederhana atau yang canggih. Ketika para siswa mengerjakan tugas, guru bisa duduk dan
membaca koran, beristirahat atau merem.

Yesus pun sering disebut sebagai Guru.

Yesus juga punya banyak murid dan mengajar banyak orang. Para murid mendapatkan pengajaran tidak di ruang kelas, tetapi di alam terbuka, seperti: pinggir danau, bukit, halaman Bait Allah, rumah tinggal, dlm perjalanan.

Belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga di alam terbuka dan di dalam dinamika kehidupan sehari-hari. Yang dipelajari tidak hanya ilmu pengetahuan dan ketrampilan, tetapi juga rencana dan kehendak Allah atas hidup manusia. Dengan demikian para murid tidak hanya berkembang dlm kepandaian intelektual, tetapi juga berkembang dalam kehidupan iman dan spiritualnya.

Teman, selamat siang dan berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Australian Design)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply