Bela Nilai-nilai Konvensional Keluarga, Kelompok Sentinelle in Piedi Diserang

garda3

PEKAN lalu resmilah Sinode Luar Biasa tentang Keluarga dibuka resmi oleh Paus Fransiskus.

Namun, terjadi aksi serangan terhadap Sentinelle in Piedi (Garda Berpijak), sebuah kelompok yang berjuang memelihara keutuhan keluarga dan kebebasan berpendapat di Italia.

Hari Minggu, 5/10, saya dan suami serta kawan-kawan dari Komunitas Communion and Liberation (CL) di beberapa wilayah Italia, berbagai komunitas Katolik, dan umat beragama lain –jumlahnya lebih dari i 10.000– ikut serta dalam “Sentinelle in Piedi” atau “Garda Berpijak”. Pawai damai ini berlangsung di 100 alun-alun di seluruh Italia.

Garda Berpijak ini lahir pada tahun 2013 di Italia dengan tujuan memelihara keutuhan keluarga alami yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan anak-anak. Kelompok ini membela kebebasan berpendapat yang berseberangan dengan pemikiran tunggal yang tengah merajalela saat ini, yang menginginkan runtuhnya nilai-nilai keluarga. Termasuk lobi-lobi untuk pengesahan pernikahan sesama jenis, transeksual, adopsi bagi pasangan gay, pendidikan seks di sekolah, dan berbagai lobi lain yang bertentangan dengan nilai-nilai keluarga konvensional.

Hadir di banyak alun-alun di seluruh daratan Italia, kelompok ini berdiri hening sambil membaca buku. Garda Berpijak ini ingin menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak utama dari setiap individu, bahkan tanpa meneriakkan yel-yel atau membawa slogan-slogan.

Meskipun berpawa hening, namun Minggu (5/10) kemarin, kami diserang oleh berbagai kelompok atagonis seperti kaum pendukung pernikahan sejenis, transeksual. Kelompok lain yang menyerang kami adalah kawanan berhaluan komunis, kaum anarkis dan Green erta pendukung Pro-Aborsi. Serangan-serangan itu bukan saja dilakukan secara lisan dengan kata-kata berbau fitnah dan jijik, tetapi juga serangan fisik terhadap individu-individu “Garda Berpijak.

garda 2

Protes damai Kelompok Garda Berpijak: Sentinelle in Piedi melalukan protes pawai damai dengan berdiri tenang sembari membaca buku di banyak alun-alun di seluruh Italia. (Ist)

garda 1

Protes dalam diam: Ribuan orang ikut berdemo dengan cara damai dan tenang yakni membaca untuk membela nilai-nilai konvensional hidup keluarga kristiani. (Ist)

garda4

Perancis pun bergelora membela nilai-nilai konvensional keluarga: Ternyata protes Kelompok Garda Berpijak tidak hanya terjadi di ribuan alun-alun di seluruh daratan Italia, melainkan juga di Perancis. (Ist)

Yang disesalkan, pihak penjaga keamanan alias polisi membiarkan kekerasan ini terjadi di depan mata.

Sementara di Perancis, kemarin 6/10, sekitar 500-an ribu orang turun ke jalan bersama “la Manif Pour Tous” untuk membela keluarga konvensional, menolak pernikahan gay, menolak aborsi dan sistem kehamilan buatan (artificial reproduction).

Jika serangan terhadap Garda Berpijak terus dibiarkan, sudah pasti kebebasan berpendapat di Italia akan musnah dan suara-suara yang tidak sejalan dengan pemikiran tunggal akan semakin redup dan hilang sama sekali.

Sumber: Sentinelle in Piedi

Foto kredit: https://www.facebook.com/shirley.mandelli dan Tempi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: