Bekerja Sungguh-Sungguh Untuk Tuhan

Ayat bacaan: Kolose 3:23
========================
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

bekerja dengan sungguh sungguh untuk Tuhan

Ada banyak orang yang menganggap tingkat keseriusan bekerja itu berbanding lurus dengan upah yang mereka dapatkan. Beberapa teman saya pernah berkata bahwa mereka cukup bekerja ala kadarnya, karena apa yang mereka peroleh sebagai upah menurut mereka terlalu sedikit. Saya mengerti jika orang akan lebih termotivasi jika mereka mendapatkan upah yang memadai, apalagi jika disertai insentif. Saya juga mengerti, ada banyak pimpinan yang memanfaatkan karyawannya secara keterlaluan, menyuruh mereka melakukan lebih dari apa yang menjadi “job description” mereka. Dan karenanya saya tidak menyalahkan mereka yang membandingkan pekerjaan dengan perolehan upah. Hari ini saya hanya ingin mengingatkan bagaimana kita harus bekerja menurut firman Tuhan.

Di awal karir saya sebagai pengajar, saya memulainya dari tingkat bawah, menjadi seorang asisten. Berapa yang saya dapat waktu itu? Dalam sebulan saya hanya menerima sekitar 100-200 ribu rupiah, sudah termasuk ongkos saya bolak balik. Ada banyak teman yang pada waktu itu berpikir bahwa keputusan saya untuk menjadi asisten sebagai sebuah keputusan yang salah dan buang-buang waktu. Bukannya saya waktu itu tidak butuh uang.. siapa sih di dunia ini yang tidak membutuhkan uang untuk hidup? Tapi saya percaya, ada sesuatu yang lebih saya butuhkan di dunia ini lebih daripada sekedar uang. Apa itu? Saya butuh Tuhan berkenan atas hidup saya, juga terhadap apa yang saya kerjakan. Saya berpikir untuk memuliakan Tuhan atas segala hal yang saya perbuat. Itu yang menjadi motivasi saya, dan saya pun bekerja sebaik mungkin karenanya. Pada waktu itu saya belum tahu bahwa ada ayat yang berbicara mengenai hal ini, karena saat itu saya masih baru saja lahir baru. Dan keputusan saya itu ternyata tidak salah. Karir saya ternyata meningkat hingga hari ini, dan mampu menghidupi keluarga saya, meski tidak dalam kelebihan. Yang pasti Tuhan tetap mencukupkan segalanya, sehingga kami sekeluarga tidak kekurangan suatu apapun. Dia memang Tuhan yang menyediakan. Puji Tuhan untuk itu.

Pekerjaan apapun, selama pekerjaan itu baik dan benar, lakukanlah sungguh-sungguh seperti kita melakukannya untuk Tuhan. Tuhan sanggup memberkati pekerjaan anda dan memberi kelimpahan, jika Dia berkenan atas usaha anda. Itu pasti. Pekerjaan yang dianggap rendah sekalipun oleh manusia, akan berharga sangat tinggi untuk Tuhan, jika kita melakukannya untuk Tuhan, atas kasih dan rasa syukur kita pada penyertaanNya dalam hidup kita. Kita lihat ayat sebelum ayat bacaan hari ini: “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.” (Kolose 3:22) Memang apa yang dinyatakan Paulus ditujukan untuk hamba-hamba mengenai ketaatan akan tuan mereka, namun apa yang dinyatakan sudah sepantasnya berlaku bagi setiap profesi atau pekerjaan. Semua itu akan sangat berarti di hadapanNya, dan merupakan persembahan yang harum jika kita mempersembahkannya untuk Tuhan.

Segala sesuatu yang kita kerjakan adalah baik jika kita lakukan untuk memuliakan Tuhan. “Kita melakukan pekerjaan Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31). Kita juga harus melakukan pekerjaan dengan kasih. “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!”(1 korintus 16:14). Dan lakukanlah perkerjaan kita dalam nama Yesus disertai ucapan syukur. “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”(Kolose 3:17). Pekerjaan sekecil apapun yang kita peroleh merupakan pemberian yang baik dan sempurna dari Allah. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17). Dan itu pantas kita syukuri, kita berterimakasih atas pemberianNya dengan bekerja sungguh-sungguh sebaik mungkin dengan senantiasa dipenuhi ucapan syukur dalam nama Kristus. Selain itu, lewat cara dan etos kerja kita pula-lah kita bisa mengenalkan Yesus kepada teman-teman yang belum mengenalNya, seperti yang digambarkan pada ayat berikut: “Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.” (1 Tesalonika 4:11-12).

Semua pekerjaan yang baik dan benar merupakan berkat luar biasa dari Tuhan, tidak perduli kecil atau besar. Ketika kita bisa mempertanggungjawabkan tugas kecil, maka Tuhan pun sanggup mempercayakan tugas-tugas yang lebih besar lagi. Renungan hari ini akan saya tutup dengan kutipan perkataan Martin Luther King, Jr yang luar biasa: “If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets even as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well.”

Segala pekerjaan yang baik dan benar adalah berkat dari Tuhan, karenanya lakukanlah dengan sepenuh hati

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply