Bedtime Story

Ayat bacaan: Ulangan 11:19
====================
“Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”

bedtime story

Jika kita menonton film dari luar maka kita sering melihat anak-anak mereka dibacakan bedtime story alias dongeng sebelum tidur. Anak-anak itu akan mendengarkan kisah-kisah yang dibacakan oleh ibu atau ayah mereka hingga terlelap. Kebiasaan ini mungkin sudah semakin jarang dilakukan oleh para orang tua di negara kita seiring dengan kesibukan yang terus menyita waktu. Sebagian lain beranggapan bahwa dongeng sebelum tidur itu buang-buang waktu dan tidak bermanfaat apa-apa bagi anak mereka, selain menyusahkan diri mereka saja yang sudah lelah bekerja sepanjang hari. Saya termasuk satu dari sekian anak yang beruntung sempat merasakan indahnya mendengar berbagai kisah menjelang tidur baik dari ibu maupun nenek saya. Sampai hari ini ketika usia saya sudah dewasa saya masih mengingat betul bagaimana rasanya mendengar cerita demi cerita hampir setiap malam. Sebagian besar cerita itu bahkan masih saya ingat betul hingga hari ini.

Benarkah membacakan dongeng sebelum tidur itu tidak berguna? Berkaca dari pengalaman saya, saya berani menjawab tidak. Waktu di malam hari sebelum tidur sesungguhnya merupakan waktu yang paling tepat untuk membangun hubungan yang dekat dan intim dengan anak-anak kita. Di siang hari mereka sibuk bermain dan kita sibuk bekerja, maka menjelang tidur merupakan waktu yang sangat indah untuk dipakai terhubung sangat dekat dengan anak-anak kita. Di saat seperti itu kita bisa mengajarkan banyak kebijaksanaan kepada mereka lewat dongeng-dongeng yang akan melekat dalam hidup mereka hingga waktu yang sangat lama. Itu akan sangat berguna sebagai bekal bagi mereka. Alangkah indahnya apabila momen-momen seperti itu dipakai untuk mengenalkan mereka kepada Firman Tuhan, menceritakan kisah-kisah tokoh Alkitab yang mudah mereka cerna, menjelaskan pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya dengan bahasa yang sederhana sehingga mereka sejak kecil sudah mulai mengenal Tuhan dan segala kebaikanNya. Ini akan menjadi bekal yang sangat berguna bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang akan semakin berat kedepannya.

Alkitab pun menganjurkan kita, para orang tua untuk mengenalkan pribadi Tuhan sedini mungkin. Dalam kitab Ulangan dikatakan: “Kamu tahu sekarang–kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu–kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung…Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 11:2,19). Mengacu kepada ayat ini kita bisa melihat bahwa apa yang kita ketahui mengenai Tuhan, bagaimana karya-karyaNya dalam hidup kita, kuasaNya yang menaungi kita, segala sesuatu yang telah Dia lakukan kepada umatNya tidaklah boleh berhenti hanya sampai pada diri kita saja, melainkan harus kita teruskan kepada anak-anak kita, generasi-generasi selanjutnya yang akan tumbuh menjadi dewasa di masa depan. Dan salah satu cara yang sangat baik adalah dengan menceritakan kisah-kisah dalam Alkitab kepada mereka sejak dini secara terus menerus atau berulang-ulang. Alkitab mengandung kebenaran kekal tentu dapat membentuk karakter mereka agar bisa bertumbuh dengan pengenalan yang baik akan Tuhan.

Dalam Mazmur dikatakan “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.” (Mazmur 127:4-5). Ini adalah sebuah perumpamaan yang sangat baik. Kita harus mampu mengarahkan anak-anak kita, seperti halnya kita mengarahkan anak-anak panah untuk menuju kepada sasaran yang tepat, tidak melenceng ke kiri dan ke kanan. Jika kita mampu melakukan hal itu, maka pada suatu saat nanti kita akan puas dan bangga melihat bagaimana anak-anak yang telah kita persiapkan sejak awal dengan firman Tuhan ini tumbuh menjadi sosok-sosok yang sanggup menjadi teladan yang menginspirasi banyak orang. Semua tergantung dari kemauan dan kepedulian kita, apakah kita mau meluangkan waktu untuk anak-anak kita atau membiarkan mereka terserak tanpa arah. Ada begitu banyak kisah di dalam Alkitab yang akan sanggup membekali mereka dengan baik dan mengenalkan pribadi Yesus sejak dini yang siap dipakai untuk itu.

Kembali kepada kitab Ulangan 11 di atas, selanjutnya dikatakan: “engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” (ay 20). Tidak saja kita harus membekali mereka secara berulang-ulang akan kebenaran Firman Tuhan sejak dini, termasuk di dalamnya pada saat mereka menjelang tidur, tetapi kita pun dituntut untuk menjadi contoh hidup dari segala sesuatu yang kita ajarkan. Anak akan cenderung meniru sikap dan perilaku orang tuanya, karena itu kita tidak boleh berhenti hanya sampai mengajarkan berulang-ulang, tetapi juga menjadi contoh langsung dari semua itu. Alangkah tidak adilnya apabila kita menghukum mereka atas kesalahan yang dilakukan sementara kita bisa melakukan semua itu di depan mereka bukan?

Evaluasi-evaluasi dan membangun nilai-nilai kehidupan bagi anak-anak kita pada jam-jam menjelang tidur akan sangat efektif untuk dilakukan. Dan cara lewat membacakan kisah-kisah Alkitab yang mengandung kebenaran Firman Tuhan ini merupakan cara yang disukai oleh anak-anak. Hikmat kebijaksanaan dan kebenaran Firman akan bisa meresap di hati mereka dan tinggal untuk waktu yang lama disana. Paulus menyampaikan dalam surat Korintus: “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” (1 Korintus 10:11). Segala kisah yang terkandung di dalam Alkitab bisa menjadi contoh yang baik untuk mengajarkan anak-anak atau adik-adik kita sejak kecil untuk mengetahui mana yang benar dan salah, termasuk pula menyadari konsekuensi-konsekuensi dari setiap tindakan. Baik dari tokoh yang berhasil dan gagal, kisah-kisah yang dialami secara nyata oleh para tokoh Alkitab akan mampu memberikan pelajaran berharga yang pastinya sangat berguna sebagai bekal bagi kehidupan mereka di masa depan. Di waktu santai seperti itu pula anda akan mendapatkan waktu yang paling indah dan strategis untuk membangun hubungan yang dekat dengan anak-anak anda. Masa depan mereka ada pada kita, dan sangat tergantung dari apa yang kita ajarkan atau contohkan. Bagi teman-teman yang mempunyai anak-anak kecil, manfaatkanlah waktu-waktu di malam hari sekarang juga untuk menanamkan kebenaran Firman Tuhan kepada mereka. Jangan tunda lagi karena pada suatu ketika mereka sudah bertumbuh besar dan semua itu bisa jadi sudah terlambat.

Bagaimana kita mengarahkan anak-anak kita sejak kecil akan sangat menentukan masa depan mereka

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply