Bebas Dari Dakwaan Iblis

Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:9
==========================
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

bebas dari dakwaan iblis, tuduhan iblis

Di awal saya mulai menulis renungan, ada saat-saat dimana saya merasa ragu apakah saya layak untuk menuliskan renungan setiap hari. Apakah saya layak bekerja untuk Tuhan? Apakah mungkin saya bisa menjadi saluran berkat buat saudara-saudara di dunia maya? Saya tidak ragu sedikitpun akan keajaiban Tuhan yang bisa memakai siapapun untuk mewartakan firmanNya, namun jujur saja, saya ini merasa bukan apa-apa. Jumlah tahun setelah saya menerima Kristus pun belum melewati jumlah jari tangan. “Ingat kan dosa-dosa kamu dulu?” “Memangnya kamu sudah “holy” banget jadi orang?” dan bentuk-bentuk dakwaan lain dihadirkan iblis untuk melemahkan saya. Teman, dengarlah, ini hobi iblis, sang pendakwa untuk terus menuduh kita, melemahkan kita agar menjadi jatuh. Saya ketika itu berdoa, dan setelahnya menjadi yakin bahwa Tuhan memang sanggup dan mau memakai saya. Bagaimana saya mementahkan dakwaan-dakwaan iblis tadi? Cuma satu cara: mengakui dosa dan segera bertobat. Sebagai manusia tentu kita tidak luput dari dosa, dan itu menjadi sumber yang sangat disukai iblis untuk mendakwa kita. Betapa rajinnya iblis yang mencoba menuduh dan mendakwa kita siang dan malam. Maka kita pun berkali-kali bertemu dengan orang yang masih merasa dirinya sebagai “terhukum”, terikat dalam dosa-dosa masa lalunya, meskipun ia sudah berkali-kali berdoa agar kesalahannya diampuni.

Kalau kita lihat awal kisah Ayub, kita akan melihat bagaimana gencarnya iblis mendakwa dirinya. Itulah iblis, yang dalam Ayub 1:12 disebutkan sebagai “the accuser” alias penuduh/pendakwa (versi English amplified) yang terus berusaha melemahkan kita. Iblis tidak ingin kita diselamatkan. Iblis akan terus berusaha mendakwa atau menuduh kita sampai kita putus asa dan semakin lama semakin jatuh. Yang dipakai untuk mendakwa adalah dosa kita, maka untuk menutup mulut iblis, kita harus segera mengakui dosa kita. Begitu kita mengakui dosa kita dan memohon ampun, saat itu pula Allah mengampuni kita. Imani dan percayalah akan hal itu. Tidak ada alasan lagi bagi iblis untuk mendakwa kita, karena dosa kita sudah diampuni. Apa kata Tuhan mengenai orang yang mengakui dosanya? “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9). Dosa semerah kirmizi bisa putih seputih salju, semerah kain kesumba sekalipun bisa seputih bulu domba. Ingatlah syaratnya adalah mengakui dosa, karena bagaimana Tuhan mengampuni jika kita tetap menyimpan dosa di dalam diri kita? Dosa yang tidak diakui akan merintangi dan merusak hubungan antara kita dengan Tuhan. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2).

Saya menyadari bahwa saya masih jauh dari sempurna. Tapi saya bertekad untuk terus berusaha menjadi seperti Yesus, meneladani Yesus dalam segala aspek kehidupan saya. Ketika saya tergelincir, saya harus segera mengakui dosa itu, dan harus berani menjadikannya pula sebagai kesaksian. Dalam beberapa renungan yang saya tulis pun saya pernah beberapa kali menuliskan teguran-teguran Bapa pada saya dan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Semua saya akui sehingga iblis tidak lagi bisa mendakwa saya dan bisa dikalahkan. Bukankah Wahyu 12:11 mengatakan bahwa iblis dikalahkan oleh darah anak domba dan oleh kesaksian kita?
Jangan pernah ragu akan pengampunan Tuhan. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.” (Efesus 1:7). Kita memilki Allah yang luar biasa yang sangat ingin kita diselamatkan. Karena itulah Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia. Jika kita berbuat dosa, segeralah berbalik pada Tuhan, mohon pengampunan lalu hiduplah dalam terang. “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7). Jika anda masih merasa dakwaan iblis seakan membelenggu anda, katakanlah segera bahwa anda telah mengakui segalanya dan menerima pengampunan dari Yesus. Bebaslah dari dakwaan iblis, dan bertumbuhlah dalam kasih Kristus.

Iblis tidak bisa mendakwa dosa yang sudah kita buka tuntas dan sudah diampuni

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply