Barcelona Sejuk, Membuncah Bungah Peserta The 1st Retreat or UCLG Secretariats, Committees and Key Partners

Barcelona 3MESKI masih terhitung musim dingin, namun Barcelona di Provinsi Catalonia, Spanyol cukup bersahabat bagi ratusan peserta acara The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committes and Key Partners yang dimulai tepat tanggal 9 Februari 2015 ini. Cuaca yang sangat mendukung ini tidak sedingin yang dibayangkan, melainkan boleh dibilang sangat sejuk untuk ukuran kulit Indonesia. Matahari pun tidak malu-malu memperlihatkan dirinya. Pendaran sinar matahari di ujung hari membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, terutama ketika masih berada di kurun waktu winter di Spanyol. Suasana ceria terasa kental, begitu kami dan rombongan dari banyak negara lain dari seluruh dunia menginjakkan kaki di Barcelona, Minggu tanggal 8 Februari 2015 siang lalu. Saya dan Atik Kumala terbang langsung dari Jakarta menuju Frankfurt untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Barcelona. Pendaran sinar matahari yang lumayan terang disertai temperatur pada kisaran angka 9C sungguh menyenangkan hati. Sejuk, maka enak pula dipakai untuk jalan-jalan menikmati suasana. (Baca juga: Menyuarakan Kepentingan Asia Pasifik di Forum Internasional: The 1st Retreat UCLG di Barcelona (2) Hotel Colon dimana sebagian peserta menginap berlokasi tepat di depan bangunan Katedral Barcelona yang indah. Dengan tekstur bangunan bercorak gotik dan dibangun pada abad ke-15, maka lengkap sudah jalan-jalan indah menikmati suasana kota Barcelona. Banyak turis di sekitaran Hotel Colon dan Katedral Barcelona. Belum lagi di sepanjang Rambla yang berlokasi tak jauh dari situ. Apalagi kawasan Rambla juga menyediakan panorama pemandangan kota nuansa tempo dulu plus model bangunan-bangunan lama yang hingga kini masih terpelihara dengan baik. Selain bangunan kuno dengan gaya Eropa, di kawasan ini juga ada bangunan dengan  ornamen-ornamen motif China yang memperlihatkan adanya hubungan erat antara Espana tempo dulu dengan Tiongkok pada abad-abad sebelumnya. Di sinilah pesta ‘keajaiban’ seni lukis instan oleh para artis jalanan terjadi. Para pelukis menyuguhkan kepiwaian mereka  melukis wajah wisatawan dengan imbalan jasa sekitar 10 euro per gambar. Seniman-seniman lain memperlihatkan ketrampilan mereka memroduksi aneka aksesori, pernak-pernik, tas, dan benda-benda suvenir lain. Public space Lazimnya kota-kota di Eropa, maka di Barcelona pun ditemukan banyak lokasi public space. Di sana-sini ditemukan banyak taman kota, ruang terbuka umum dimana publik bisa memanfaatkan untuk jalan-jalan, duduk menikmati suasana di taman kota. Jalan kaki di kawasan terbuka ini rasanya nyaman karena tersedia ruang terbuka umum yang bebas ‘gangguan’. Coretan-coretan berupa graffiti menghiasi bangunan gedung di sana-sini. Gambarnya indah dan menakjubkan. Rasanya, Indonesia dan terutama kota-kota besar di Indonesia bisa meniru Barcelona dalam menyediakan ruang publik terbuka. Bila ditilik dari model ruangan terbuka umum ini, rasanya tidak butuh biaya banyak. Yang perlu adalah kreatifitas dan komitmen besar dari setiap pemerintahan kota untuk serius menyediakan ruang terbuka publik ini untuk kepentingan masyarakat. Sharing pengalaman dan wawasan Kini saatnya bicara serius di forum internasional bertajuk The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners di Barcelona ini. (Baca juga: Barcelona Sambut The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners (1) Dari sembilan sesi pertemuan yang sudah dirancang bangun oleh UCLG Pusat, maka hari pertama sidang diisi dengan paparan Sekjen UCLG (United Cities and Local Governments) Joseph Roig tentang segala aktifitas yang pernah dijalani UCLG. Termasuk di antaranya kendala dan pengalaman mencari target misi UCLG secara keseluruhan yakni membantu pemerintahan-pemerintahan lokal/kota dan pemda dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Pada kesempatan itu dan  kepada forum dunia ini selaku Sekjen UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia Pacific) kami juga paparkan laporan terakhir, termasuk di antaranya program rencana jangka panjang kurun waktu 2015-2020 yang berfokus pada tiga prinsip misi organisasi. Yakni, pertama sebagai advokator yang aktif menyuarakan kepentingan pemda dan pemkot di forum internasional, melobi kepentingan mereka melalui organisasi nasional. Kedua, sebagai peretas jaringan dan pembuat penghubung antara masing-masing pemda dan pemkot dengan para mitra mereka di forum internasional. Ketiga, menjadi fasilitator untuk mendayagunakan kapabilitas mereka melalui program-program training, mentoring dan coaching. Salah satu paparan penting yang kami bawakan di forum The 1st Retreat for UCLG Secretrariats adalah berbagai issues yang menjadi prioritas UCLG ASPAC, termasuk di dalamnya membahas soal target peningkatan jumlah porsi perempuan di posisi strategis di jajaran pemda dan pemkot. Termasuk juga mendorong kaum perempuan bisa menduduki posisi penting di forum organisasi internasional di tingkat dunia. Kepada forum ini juga kami sampaikan perkembangan nyata yang terjadi banyak kota-kota besar di kawasan Asia Pasifik, termasuk Jakarta yang hari-hari ini baru dihajar bencana banjir di segala penjuru. Tak lupa juga kami sampaikan bebagai aktifitas dan projek penguatan ekonomi daerah. Berbagai informasi penting juga kami peroleh dari paparan ke-delapan Section. European Section yang punya hubungan erat dengan Uni Eropa menjadi sumber penting bagi keseluruhan partisipan atas berbagai issue, termasuk kesempatan berharga dimana aspirasi dari pemda dan pemkot di seluruh dunia bisa diangkat ke forum internasional. Taruhlah itu seperti pembuatan charter untuk equality. Dalam kapasitas sebagai Sekjen UCLG ASPAC, kami memandang penting dan perlu semakin membangun jaringan kerjasama dengan UCLG Pusat di Barcelona untuk bersama-sama membantu kawasan regional di Asia Pasifik —termasuk ASEAN—terutama karena di kawasan ini sudah berjalan program DELGOSEA (Democratic Local Governance in Southeast Asia).

Barcelona 3

MESKI masih terhitung musim dingin, namun Barcelona di Provinsi Catalonia, Spanyol cukup bersahabat bagi ratusan peserta acara The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committes and Key Partners yang dimulai tepat tanggal 9 Februari 2015 ini. Cuaca yang sangat mendukung ini tidak sedingin yang dibayangkan, melainkan boleh dibilang sangat sejuk untuk ukuran kulit Indonesia.

Matahari pun tidak malu-malu memperlihatkan dirinya. Pendaran sinar matahari di ujung hari membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, terutama ketika masih berada di kurun waktu winter di Spanyol. Suasana ceria terasa kental, begitu kami dan rombongan dari banyak negara lain dari seluruh dunia menginjakkan kaki di Barcelona, Minggu tanggal 8 Februari 2015 siang lalu.

Saya dan Atik Kumala terbang langsung dari Jakarta menuju Frankfurt untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Barcelona. Pendaran sinar matahari yang lumayan terang disertai temperatur pada kisaran angka 9C sungguh menyenangkan hati.

Sejuk, maka enak pula dipakai untuk jalan-jalan menikmati suasana. (Baca juga: Menyuarakan Kepentingan Asia Pasifik di Forum Internasional: The 1st Retreat UCLG di Barcelona (2)

Barcelona 2
Kawasan Rambla yang berlokasi tak jauh dari Katedral Barcelona yang anggun. (Dok. Dr.. Bernadia Irawati Tjandradewi/UCLG ASPAC)

Hotel Colon dimana sebagian peserta menginap berlokasi tepat di depan bangunan Katedral Barcelona yang indah. Dengan tekstur bangunan bercorak gotik dan dibangun pada abad ke-15, maka lengkap sudah jalan-jalan indah menikmati suasana kota Barcelona.

Banyak turis di sekitaran Hotel Colon dan Katedral Barcelona. Belum lagi di sepanjang Rambla yang berlokasi tak jauh dari situ. Apalagi kawasan Rambla juga menyediakan panorama pemandangan kota nuansa tempo dulu plus model bangunan-bangunan lama yang hingga kini masih terpelihara dengan baik.

Selain bangunan kuno dengan gaya Eropa, di kawasan ini juga ada bangunan dengan  ornamen-ornamen motif China yang memperlihatkan adanya hubungan erat antara Espana tempo dulu dengan Tiongkok pada abad-abad sebelumnya.

Barcelona katedral
Katedral Metropolitan Barcelona, Spanyol. (Doc. Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi)
Barcelona 5
Kawasan Rambla di Barcelona (Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi)

Di sinilah pesta ‘keajaiban’ seni lukis instan oleh para artis jalanan terjadi. Para pelukis menyuguhkan kepiwaian mereka  melukis wajah wisatawan dengan imbalan jasa sekitar 10 euro per gambar. Seniman-seniman lain memperlihatkan ketrampilan mereka memroduksi aneka aksesori, pernak-pernik, tas, dan benda-benda suvenir lain.

Public space
Lazimnya kota-kota di Eropa, maka di Barcelona pun ditemukan banyak lokasi public space. Di sana-sini ditemukan banyak taman kota, ruang terbuka umum dimana publik bisa memanfaatkan untuk jalan-jalan, duduk menikmati suasana di taman kota. Jalan kaki di kawasan terbuka ini rasanya nyaman karena tersedia ruang terbuka umum yang bebas ‘gangguan’.

Coretan-coretan berupa graffiti menghiasi bangunan gedung di sana-sini. Gambarnya indah dan menakjubkan. Rasanya, Indonesia dan terutama kota-kota besar di Indonesia bisa meniru Barcelona dalam menyediakan ruang publik terbuka. Bila ditilik dari model ruangan terbuka umum ini, rasanya tidak butuh biaya banyak.

Barcelona 6
La Rumbeta di Barcelona, Spanyol.

Yang perlu adalah kreatifitas dan komitmen besar dari setiap pemerintahan kota untuk serius menyediakan ruang terbuka publik ini untuk kepentingan masyarakat.

Sharing pengalaman dan wawasan

Kini saatnya bicara serius di forum internasional bertajuk The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners di Barcelona ini. (Baca juga: Barcelona Sambut The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners (1)

Dari sembilan sesi pertemuan yang sudah dirancang bangun oleh UCLG Pusat, maka hari pertama sidang diisi dengan paparan Sekjen UCLG (United Cities and Local Governments) Joseph Roig tentang segala aktifitas yang pernah dijalani UCLG. Termasuk di antaranya kendala dan pengalaman mencari target misi UCLG secara keseluruhan yakni membantu pemerintahan-pemerintahan lokal/kota dan pemda dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Barcelona 8
Urban public space di Barcelona, Spanyol.
Barcelona 7
Kawasan terbuka untuk publik di Barcelona.

Pada kesempatan itu dan  kepada forum dunia ini selaku Sekjen UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia Pacific) kami juga paparkan laporan terakhir, termasuk di antaranya program rencana jangka panjang kurun waktu 2015-2020 yang berfokus pada tiga prinsip misi organisasi.

Yakni, pertama sebagai advokator yang aktif menyuarakan kepentingan pemda dan pemkot di forum internasional, melobi kepentingan mereka melalui organisasi nasional. Kedua, sebagai peretas jaringan dan pembuat penghubung antara masing-masing pemda dan pemkot dengan para mitra mereka di forum internasional. Ketiga, menjadi fasilitator untuk mendayagunakan kapabilitas mereka melalui program-program training, mentoring dan coaching.

Salah satu paparan penting yang kami bawakan di forum The 1st Retreat for UCLG Secretrariats adalah berbagai issues yang menjadi prioritas UCLG ASPAC, termasuk di dalamnya membahas soal target peningkatan jumlah porsi perempuan di posisi strategis di jajaran pemda dan pemkot. Termasuk juga mendorong kaum perempuan bisa menduduki posisi penting di forum organisasi internasional di tingkat dunia.

Kepada forum ini juga kami sampaikan perkembangan nyata yang terjadi banyak kota-kota besar di kawasan Asia Pasifik, termasuk Jakarta yang hari-hari ini baru dihajar bencana banjir di segala penjuru. Tak lupa juga kami sampaikan bebagai aktifitas dan projek penguatan ekonomi daerah.

Berbagai informasi penting juga kami peroleh dari paparan ke-delapan Section.

European Section yang punya hubungan erat dengan Uni Eropa menjadi sumber penting bagi keseluruhan partisipan atas berbagai issue, termasuk kesempatan berharga dimana aspirasi dari pemda dan pemkot di seluruh dunia bisa diangkat ke forum internasional. Taruhlah itu seperti pembuatan charter untuk equality.

Dalam kapasitas sebagai Sekjen UCLG ASPAC, kami memandang penting dan perlu semakin membangun jaringan kerjasama dengan UCLG Pusat di Barcelona untuk bersama-sama membantu kawasan regional di Asia Pasifik —termasuk ASEAN—terutama karena di kawasan ini sudah berjalan program DELGOSEA (Democratic Local Governance in Southeast Asia).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply