Bapa Segala Dusta

Ayat bacaan: Yohanes 8:44
========================
“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”

tipu iblis

Semua manusia ingin mengatahui segala yang benar. Tidak ada orang yang ingin mencari sesuatu yang salah. Tetapi ketika manusia dihadapkan kepada kebenaran, seringkali justru mereka sendiri yang menolaknya. Bisa jadi sebuah kebenaran itu terasa terlalu indah untuk jadi kenyataan, too good to be true, atau sebaliknya terasa begitu mengekang sehingga orang menolaknya karena takut kesempatannya untuk merasakan kenikmatan yang ditawarkan dunia menjadi tertutup. “Saya kan punya banyak dosa..saya terus hidup dengan rasa bersalah, dosa-dosa saya banyak, mana mungkin Tuhan mau memaafkan saya? Habis sudah, terlambat sudah..” Kalimat atau pikiran seperti ini terus meracuni benak banyak orang. Padahal Tuhan berulang kali menyatakan bahwa Dia selalu rindu untuk memberi pengampunan total kepada kita sepanjang isi Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Baru. Salah satunya berbunyi sangat indah: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9). Dan jangan lupa pula bahwa “di dalam Kristus sesungguhnya kita memperoleh pengampunan dosa.” (Kolose 1:14). Firman Tuhan juga berkata “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:10). Artinya, pengampunan selalu diberikan kepada kita sebagai wujud kasih Tuhan kapanpun kita mengakui semua dosa-dosa kita. Tetapi bagi sebagian orang itu terlihat terlalu muluk. Mereka merasa tidak layak untuk itu, dan perhatikanlah, jika itu kita lakukan maka iblis akan memiliki ruang yang cukup untuk terus menjadikan kita tertuduh. Dia akan terus memperbesar perasaan bersalah dalam diri kita sehingga semakin lama kita akan semakin jauh dari kebenaran.

Sebetulnya Yesus telah mengingatkan kita akan tipu muslihat iblis ini. Lihatlah apa kata Yesus ketika ia menegur orang-orang Yahudi, keturunan-keturunan Abraham yang dikatakan tidak berasal dari Allah karena perbuatan mereka yang terus berusaha membunuh Yesus. Kepada mereka yang berlaku seperti itu Yesus menegur dan berkata “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yohanes 8:44). Yesus sudah mengatakan bahwa iblis itu sejak semula memang sudah berusaha membunuh kita. Menjauhkan kita dari keselamatan, menjauhkan kita dari kebenaran. Di dalam iblis tidak pernah ada kebenaran. Dan Yesus juga sudah mengingatkan bahwa iblis itu adalah bapa dari segala dusta. The father of lies and of all that is false. Iblis akan terus berusaha mempengaruhi kita dengan segala tipu muslihatnya. Iblis seharusnya tidak punya kuku lagi setelah Yesus menuntaskan semuanya, tetapi ia akan terus berusaha membuat kita percaya bahwa ia masih bergigi. Iblis siap memakai setiap kesempatan yang terbuka untuk membunuh kita. Oleh karena itulah kita harus mencegah hal itu terjadi. Kita harus berpegang pada kebenaran Firman Tuhan ketimbang membiarkan diri kita terus tertipu oleh dusta-dusta yang di lancarkan iblis. Lihatlah apa yang diingatkan oleh Petrus berikut: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8). Ayat ini menunjukkan dengan jelas bagaimana cara kerja iblis. Petrus mengatakan bahwa iblis sesungguhnya cuma bisa berkeliling mencari mangsa. Artinya jelas, iblis tidak bisa masuk ke dalam orang yang berada di dalam Tuhan. Tapi begitu ada celah untuk masuk, maka kita pun akan segera menjadi mangsanya.

Iblis sebagai bapa segala dusta sanggup meniru mukjizat-mukjizat Tuhan yang secara kasat mata bisa terlihat seolah sama. Lihatlah dalam Keluaran 7 bagaimana iblis melakukannya lewat ahli-ahli sihir yang dipanggil Firaun untuk menandingi Harun. “Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka.” (ay 11) Tidakkah kita sering melihat hal itu? Ketika kita sedang mengalami kesulitan, kita pun bisa terpengaruh untuk mencari alternatif-alternatif lewat jalan yang sesat. Kita bisa terbuai lewat berbagai tawaran yang seolah terlihat baik, tetapi dibalik itu semua berbagai tipu muslihat dan jebakan ada dimana-mana. Iblis siap melompat dan menerkam kita, mencengkram dan menguasai kita. Kita tentu tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Petrus mengatakan “Lawanlah dia dengan iman yang teguh..” (1 Petrus 5:9). Iman, itulah yang kita perlukan untuk mencegah kita dari segala tipu muslihat iblis.

Sadarlah bahwa Yesus telah mengalahkan iblis 2000 tahun yang lalu. Apa yang tinggal hanyalah tipu muslihatnya belaka. Meski demikian, kita harus menjaga agar jangan sampai termakan tipuannya. Jangan biarkan diri anda terus menjadi tertuduh. Ingatlah bahwa Tuhan sudah menjanjikan keselamatan seutuhnya kepada siapapun yang berserah kepadaNya. Iblis akan terus berusaha menipu, mari kita terus menjaga diri kita dan hidup sebagai orang merdeka, sehingga ia hanya akan bisa mengaum-aum diluar sana tanpa bisa sedikitpun menyentuh kita.

Iblis itu bapa segala dusta, jangan tertipu olehnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: