Bangun Persatuan Antar Umat Paroki Sang Penebus Batuputih, Ogan Komering Ulu di Sumsel

Untuk Tulisan 2bUSAI perayaan Ekaristi pemberkatan pastoran dan balai paroki, acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam kesempatan ini hadir orang nomor 1 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yakni Bupati Ogan Komering Ulu, Drs H Kuryana Aziz. Kehadiran Bupati OKU ini juga sekaligus diplot untuk meresmikan pastoran dan balai paroki. Hadir pula beberapa undangan lainnya. Bupati OKU […]

Untuk Tulisan 2b

USAI perayaan Ekaristi pemberkatan pastoran dan balai paroki, acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam kesempatan ini hadir orang nomor 1 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yakni Bupati Ogan Komering Ulu, Drs H Kuryana Aziz.

Kehadiran Bupati OKU ini juga sekaligus diplot untuk meresmikan pastoran dan balai paroki. Hadir pula beberapa undangan lainnya.

Bupati OKU Drs. H. Kuryana Aziz

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Desiderius Heriyadi menyampaikan rasa bangganya kepada bupati yang ikut ambil bagian dalam peresmian ini. “Kita berkumpul bersama di sini untuk merayakan ulang tahun ke-66 juga peresmian pastoran dan balai Paroki Sang Penebus Batuputih. Ini adalah anugerah luar biasa untuk umat paroki,” ujarnya.

Ia menuturkan, lebih kurang empat tahun lalu telah dilakukan peletakan batu pertama. Saat itu muncul sebuah pertanyaan, mungkinkah Batuputih akan memiliki pastoran dan balai paroki?

Minggu (26/10) pertanyaan itu terjawab. (Baca juga: Pemberkatan Balai dan Pastoran Batuputih, Ogan Komering Ulu, Sumsel)

Mengatasnamakan panitia, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Mgr Aloysius Sudarso, kepada Bupati dan kepada semua donatur, juga seluruh umat yang telah hadir dan ikut ambil bagian dalam pemberkatan dan peresmian pastoran serta balai paroki.

Kerja panjang

Ketua Panitia Pembangunan Mathias Cekwan Effendi mengatakan bahwa upaya tak kenal lelah dan perjuangan panjang yang telah dilakukan kini membuahkan hasil.

“Hari ini bersama-sama kita merayakan pemberkatan dan peresmian pastoran serta balai paroki. Balai dan pastoran memang sudah direncanakan dan disosialisasikan kepada umat sejak Desember 2009. Sejak itu pula, dewan mulai membentuk kepanitiaan. Awal 2010, mulai melakukan penggalangan dana untuk intern umat yang berada di wilayah Batuputih. Sekaligus seluruh umat Batuputih yang ada di tanah rantau,” jelasnya.

Cekwan Effendi juga menyampaikan bahwa setelah melakukan penggalangan dana untuk interen umat, panitia mulai melakukan pengurusan izin pembangunan. Tahun 2011, panitia bergerak untuk mencari dana keluar (lingkup yang lebih luas di wilayah Keuskupan Agung Palembang) serta mengajukan proposal kepada donatur.

Untuk Tulisan 2a

Dukungan Pemda OKU melalui kehadiran Bupati Drs. H. Kuryana Aziz terhadap Gereja Katolik di Batuputih sungguh patut dipuji. Kehadiran Bupati H. Kuryana disambut hangat Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ yang mempersilahkan Bupati OKU meresmikan bangunan pastoran dan balai Paroki Sang Penebus Batuputih di Kabupaten OKU, Sumatra Selatan. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Pencarian dana kemudian dilakukan secara besar-besaran dengan bergabung bersama kelompok paduan suara Colours Choir (CC), pada 9 Desember 2011 lalu. Kemudian 20 November 2012, peletakan batu pertama oleh Mgr Aloysius Sudarso. Proses pengerjaan, penyelesaian serta finishing sejak 2012 hingga 2014.

Awalnya peresmian pastoran dan balai paroki dijadwalkan pada April lalu. Namun diundur hingga Oktober. Banyak hal menjadi pertimbangan terutama mengenai keterbatasan dana. Cekwan juga menuturkan bahwa seluruh pendanaan merupakan murni dari swadaya masyarakat umat paroki Batuputih. Selain itu, umat Batuputih di perantauan serta donatur.

Terimakasih untuk semuanya

Di akhir sambutannya, Cekwan Effendi mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah terlibat dalam proses pembangunan dari awal hingga peresmian.

“Ketika saat ini orang sering kali meragukan tentang adanya mukjizat, saya mengalami bahwa apa yang kita alami saat ini adalah sebuah mukjizat yang luar biasa. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena kalau atas dasar pertimbangan kekuatan, kemampuan yang ada pada kami, sebenarnya jangankan bermimpi, mengharapkan pun kami tidak akan mampu untuk membuatnya,” kata Romo Stefanus Supardi Pr, Pastor Paroki Sang Penebus Batuputih.

Untuk Tulisan 2b

Bupati OKU Drs. H. Kuryana Aziz menyapa hangat Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dalam acara peresmian bangunan gedung pastoran dan balai Paroki Sang Penebus Batuputih, OKU di Provinsi Sumatra Selatan. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Menurutnya, keajaiban akan selalu datang bagi setiap orang yang mau berharap. Keajaiban akan selalu datang bagi orang yang sungguh mau berupaya dengan tulus, dengan sungguh-sungguh, dengan kebesaran hati. Maka melalui orang-orang yang penuh belas kasih, melalui banyak orang yang memberi perhatian akhirnya apa yang didambakan, dicita-citakan, yang bagi umat Batuputih adalah sesuatu yang mustahil sekarang menjadi nyata berkat kuasa Tuhan melalui banyak orang yang peduli, yang membuka hati untuk ini.

“Dalam suasana penuh keakraban, kita merayakan ulang tahun paroki ke-66 sekaligus peresmian dan pemberkatan pastoran juga balai paroki. Usia 66 tahun, dalam perjalanan telah banyak berperan aktif lebih khusus untuk menguatkan iman umat. Saya bangga umat paroki di sini mampu menunjukkan sikap toleransi yang begitu tinggi. Juga dengan kerja sama dan usaha yang luar biasa, pastoran dan balai bisa berdiri kokoh,” ungkap Drs H Kuryana Azis, Bupati OKU.

Baginya, kalau kita menunjukkan rasa kesatuan, apa pun bisa kita capai. Ini semata-mata untuk memperkokoh jalinan kekeluargaan umat paroki serta meningkatkan iman kepada Tuhan. Ia juga mengapresiasi kerukunan umat beragama di Batuputih yang selalu berada dalam suasana kondusif. Tidak seperti di daerah lain yang selalu permasalahkan perbedaan agama. Karena menurutnya, di Indonesia ini bebas memeluk agama. Semua orang sudah digariskan bagaimana menuju Allah. selama tidak mengganggu ketenteraman, itu sah sah saja.

“Saya sangat menyambut baik kehadiran pastoran dan balai paroki yang tentunya akan difungsikan untuk pembinaan baik dalam urusan peribadatan, musyawarah maupun sebagai simbol kerukunan umat beragama. Mari bersama membangun daerah ini agar terus berkembang menuju kesejah-teraan,” ajak Bupati OKU ini.

Mgr Aloysius Sudarso SCJ mengamini apa yang dikatakan Bupati OKU. Uskup juga bersyukur karena kondisi kerukunan, kebersamaan divtempat ini sangat baik seperti yang disampaikan oleh Bupati. Umat Katolik bisa memikirkan perkembangan hidup bersama.

“Kita pantas bersyukur dengan adanya pastoran dan balai paroki. Pastoran dan balai bukan hanya menjadi tempat untuk perkembangan iman, namun juga menjadi tempat mendialogan iman agar umat Katolik ikut serta dalam perkembangan iman umat agama lain yang ada di wilayah ini,” harap Mgr Sudarso.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply