Bait Allah Yang Kudus


BAIT Allah merupakan tempat perjumpaan manusia dengan Allah di dalam keheningan guna menjalin relasi yang intim denganNya. Jadi, sangat wajar bila Yesus marah saat melihat orang-orang menyalahgunakan Bait Allah, rumah Bapa, menjadi tempat berdagang yang hingar bingar, untuk mengeruk keuntungan pribadi.


Lewat perikop Injil hari ini, kita diajak untuk menyadari hal berikut:

Gereja adalah tempat Allah bersemayam, kita harus menjaga kesakralannya antara lain dengan berperilaku yang pantas, mengenakan busana yang sopan, datang tepat waktu, hening. Arahkan seluruh keberadaan kita, baik pikiran, sikap dan hati kita, hanya tertuju kepadaNya.Kita adalah bait Allah, roh Allah berdiam di dalam hati kita. Dengan demikian kita harus menjaga kekudusan diri, menjauhkan diri dari segala hal yang tidak berkenan di hadapanNya, agar kita layak menjadi tempat Dia bertahta.

Mari membenahi hidup kita dengan menjadikan Yesus sebagai dasar dan pusat kehidupan kita, agar hidup kita mengalirkan kasih dan kebaikan yang bersumber daripadaNya. Semoga kelak saat kita dibangkitkan, didapatiNya kita layak untuk hidup bersamaNya di dalam kemuliaan.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply