Bahagia Bersama Firman Tuhan

Ayat bacaan: Lukas 11:28
=====================
“Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

firman Tuhan, bahagia

Pengalaman berjalan bersama Tuhan secara penuh selama satu setengah tahun terakhir merupakan sebuah pengalaman yang sungguh mengesankan bagi saya. Sejak mulai menulis renungan di awal tahun 2008 saya setiap hari berhadapan dengan firman Tuhan. Semakin lama ayat demi ayat meresap dan bertumbuh di dalam diri saya. Dan hal itu sungguh berguna dalam meniti hidup yang tidak mudah ini. Dalam menghadapi masalah, ketika memerlukan sebuah jawaban, ketika tidak tahu bagaimana harus bertindak, atau dalam pelayanan, baik menulis renungan atau lainnya, saya melihat betapa firman-firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab sungguh membantu. Satu kesimpulan saya saat ini adalah betapa lengkapnya Tuhan memberi panduan hidup lewat segala yang Dia firmankan di dalam Alkitab. Selalu saja ada ayat yang muncul pada saat-saat dibutuhkan, dan itu sangat membantu dalam segala aspek kehidupan saya. Saya belajar untuk terus bersyukur baik dalam suka maupun duka, saya belajar untuk tahu mana yang benar dan salah, saya dilatih menjadi lebih sabar, lebih tenang dan lebih kuat dalam menghadapi problema kehidupan. Dan saya diijinkan melihat besarnya kuasa Tuhan dalam banyak kesempatan.

Tuhan Yesus berkata, “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Lukas 1:28). Hati yang lembut akan membuat firman-firman Allah yang kita baca jatuh pada “tanah yang baik”, bagian yang baik dalam hati kita, sehingga bisa bertumbuh dengan subur di dalam diri kita. Bagi kita yang mendengarkan firman Allah dan mau memeliharanya untuk tumbuh subur di dalam diri kita, firman-firman itu akan bekerja membantu kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Firman Tuhan di dalam diri kita bekerja untuk menyelidiki hati kita, melindungi diri kita, membantu kita dalam menyelesaikan masalah dan menguatkan atau menopang kita ketika lemah. Kitab Mazmur dibuka dengan hal yang sama. “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3). Firman Tuhan mampu menjadi solusi yang sungguh luar biasa, dan karenanya kita berbahagia.

Dalam perikop Perlengkapan Rohani yang dicatat dalam Efesus dikatakan bahwa firman Tuhan adalah pedang Roh. (Efesus 6:17). Ini adalah salah satu dari perlengkapan senjata Allah yang akan memampukan kita untuk melawan segala roh-roh jahat di udara. (ay 12-13). Lebih lanjut dalam surat Ibrani, Paulus mengatakan demikian: “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12). Firman Tuhan bagaikan pedang bermata dua yang sangat tajam yang bisa menghujam kedalam, untuk memperbaiki hati kita agar kehidupan yang terpancar terang adanya, dan menusuk keluar memberkati orang-orang lain. Mengetahui firman Tuhan akan membantu kita untuk mengalami pembaharuan budi sehingga kita bisa membedakan mana yang merupakan kehendak Allah dalam hidup kita. Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna, seperti yang tertulis dalam Roma 12:2.

Mungkin bagi sebagian orang tidaklah mudah untuk mau mendengar apalagi memelihara firman Tuhan dalam hidup. Tapi ketahuilah bahwa dengan membuka diri dan hati kita untuk menerima firman, hidup kita akan menjadi bahagia. Lembutkan hati dan terimalah firman Tuhan, lalu peliharalah agar terus tumbuh subur. Tuhan mengingatkan dengan keras akan hal ini. “Selanjutnya firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, perhatikanlah segala perkataan-Ku yang akan Kufirmankan kepadamu dan berikanlah telingamu kepadanya.” (Yehezkiel 3:10). Jangan biarkan firman-firman Tuhan jatuh sia-sia di bagian tanah yang keras dan berbatu, karena yang rugi adalah kita sendiri. Segala yang diberikan Tuhan lewat firmanNya sungguh besar manfaatnya. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17). Tuhan telah memperhadapkan pilihan. “berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.” (Ulangan 11:27-28). Rajinlah membaca dan merenungkan Alkitab, dengarkan kotbah dengan sungguh-sungguh. Ada berkat yang siap Dia curahkan, ada perlindungan dan keselamatan bagi setiap orang yang mau mendengarkan, memelihara dan hidup dengan mengaplikasikan firman-firman Tuhan itu secara nyata dalam segala perbuatan dan pekerjaan kita. Hiduplah bahagia dengan firman Tuhan.

Ada banyak berkat yang disediakan Tuhan bagi orang-orang yang mau mendengar dan memelihara perintahNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply