Bad Day? No Way!

Ayat bacaan: Amsal 15:15
=====================
“Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.”

bad day, hari buruk


Lagu Bad Day nya Daniel Powter terasa seperti menepuk-nepuk pundak saya hari ini… Hari dimulai dengan dibangunkan pagi benar oleh montir yang hendak memperbaiki mobil saya sebelum ia berangkat kerja ke bengkelnya. Air sudah dua hari tidak jalan, dan dua hari ini kami kesulitan air. Piring dan gelas bertumpuk di dapur, begitu juga baju karena tidak ada air untuk mencuci. Jangankan mencuci, untuk mandi pun sulit. Di saat hendak berangkat kerja, mobil mogok lagi! Dan kalau itu belum cukup, gaji saya juga tertahan, belum dibayar tanpa alasan jelas. Orang mungkin maklum kalau rentetan masalah yang terjadi hari ini bisa membuat saya cepat emosi dan kesal. Tapi tidak, saya tidak mau diracuni dengan rasa kesal. Ketika menulis renungan ini, saya sedang berpesta dalam hati saya. Kok?

Saya punya satu pandangan baru sejak lahir baru, “it’s all in the state of mind.” Ketika hal-hal buruk terjadi, itu tidak berarti semuanya buruk. Dalam segala masalah yang menimpa, pasti ada juga hal-hal baik yang terjadi. Ya, air mati, mobil mogok, gaji belum cair, tapi di hari yang sama saya masih diberkati dengan kesehatan, masih bisa menulis renungan sambil mendengarkan musik, masih diberkati istri yang luar biasa yang saat ini sedang duduk di samping saya, serta dua anjing chihuahua lucu yang sedang bermain-main dengan riang di sekitar kami tanpa masalah. Di atas segalanya, saya tahu Yesus masih beserta kami sekeluarga, dan itu yang terpenting. Mau fokus ke arah yang mana? ke arah hal buruk atau hal baik, itu semua tergantung kita. Dalam hari yang paling indah sekalipun, kalau kita memusatkan pikiran pada hal buruk, maka hari yang indah itu akan berlalu sia-sia. Tepat seperti kata Salomo, jika hati tetap gembira, maka dalam kondisi apapun kita akan selalu berpesta.

Lord is good! Itu yang ingin saya katakan sejak awal. Berbagai masalah yang terjadi hari ini bukanlah berarti Dia sedang tidak peduli pada saya. Kesusahan boleh saja datang ke dalam hidup, tapi Yesus tetap membawa penghiburan yang penuh sukacita. Saya tidak tahu apakah besok air akan hidup kembali, saya tidak tahu kapan gaji akan cair, saya tidak tahu berapa ongkos yang harus saya keluarkan agar mobil bisa jalan lagi, tapi biarlah itu menjadi ujian buat esok hari. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat 6:34). Yang pasti, kemarin, saat ini dan besok, Tuhan selalu ada beserta kami. Karena mobil mogok, hari ini saya diantar kerja oleh istri saya dengan sepeda motor. Untuk pertama kali dia memberanikan diri mengendarai motor di jalan raya, dan itu jadi salah satu memori indah untuk dikenang. Kalau mobil tidak mogok, satu memori indah pasti terlewatkan.

Memiliki Yesus dalam hidup kita bukan berarti kita akan 100% hidup tanpa masalah. Tapi kehadiran Yesus akan selalu membawa damai sukacita dalam hidup yang mampu membuat hati kita terus berpesta dalam kondisi apapun. Indah bukan? Saat ini saya tersenyum, geli juga rasanya membayangkan tumpukan masalah yang terjadi. Menderita karena masalah itu biasa, tapi bersukacita dalam kesusahan, itu beda. Dan semuanya dimungkinkan karena Yesus bertahta dalam diri kita. It’s all in the state of mind, the mind that is set toward Jesus.

Tersenyumlah dalam kesusahan, karena dalam Yesus ada sukacita dan damai sejahtera

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply