Ayo Semangat!

Ayat bacaan: 2 Tawarikh 15:7
======================
“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

semangat

Setiap kali saya menelepon ayah saya yang tinggal di kota lain, ia hampir selalu menyampaikan pesan yang sama sebelum menutup telepon, “tetap semangat!” Pesan ini sangatlah baik, dan selalu menguatkan terutama pada saat dimana saya sangat memerlukannya. Semangat akan membuat raut muka dan gerak tubuh kita berbeda. Orang yang bersemangat akan terlihat sangat kontras dengan yang tidak. Orang patah semangat biasanya terlihat lesu dan murung. Sebaliknya orang yang bersemangat akan terlihat antusias dengan wajah berseri dan ceria. Senyum pun akan mengembang di wajah mereka. Apakah orang-orang yang bersemangat ini hidup tanpa masalah? Tentu tidak. Semua manusia sama-sama berhadapan dengan masa-masa sulit sekali waktu. Tetapi reaksi dalam menanggapinya akan berbeda jika disertai semangat atau tidak. Penampilan dan performa orang bersemangat akan jauh di atas orang yang hidupnya layu tanpa semangat. Dalam melamar pekerjaan seringkali faktor semangat ini sangat menentukan. Pola pikir positif, gairah, semangat juang akan sangat menentukan malah kerap mendapat prioritas lebih dari gelar, pengalaman dan keahlian.

Dalam kitab 2 Tawarikh kita bisa membaca kisah seorang raja bernama Asa yang melakukan reformasi terhadap bangsa Yehuda yang dipimpinnya.  Sebelum ia melakukannya, ia terlebih dahulu didatangi oleh nabi Azarya bin Oded yang diberikan mandat oleh Allah untuk menyampaikan pesan khusus untuknya. Rangkaian pesan dari Allah pun disampaikan, dan salah satu diantara pesan itu adalah mengenai semangat. “Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (2 Tawarikh 15:7). Lihatlah bahwa Tuhan menjanjikan upah bagi orang-orang yang memiliki semangat. Asa mendengar pesan itu, dan proses reformasi menyeluruh pun ia lakukan. Alkitab pun kemudian mencatat hasil signifikan dari usahanya. “Tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa.” (ay 19). Ini sebuah pencapaian besar mengingat situasi pada saat itu dimana perang begitu sering terjadi.

Lebih lanjut mengenai semangat bisa kita lihat dari Amsal Salomo yang bunyinya: Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Amsal 18:14). Semangat mampu memberi kekuatan untuk menanggung penderitaan seperti apapun. Tetapi apa yang bisa kita perbuat ketika kita tidak memiliki semangat lagi? Dan benar, orang yang patah semangat cenderung sulit untuk bangkit. Semakin lama dibiarkan, semakin sulit pula untuk pulih. Semangat bisa berfungsi bagaikan bahan bakar yang membuat kita bisa terus maju. Tanggung jawab yang besar ataupun kecil apabila dilakukan dengan antusiasme dan gairah yang tinggi akan mampu kita selesaikan dengan hasil terbaik. Dan jangan pernah bermimpi untuk menggapai sesuatu yang besar jika semangat tidak kita miliki. Ada hubungan erat antara semangat yang disertai sikap antusias dan gairah dengan sikap hati. Hati yang gembira dipenuhi sukacita akan membuat kita mampu memandang sisi-sisi positif dari segala hal, bahkan dari keadaan sulit sekalipun. Firman Tuhan berkata: “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” (Amsal 15:13). Itulah sebabnya orang-orang yang antusias air mukanya biasanya berseri-seri, matanya berbinar memancarkan semangat, sebuah penampilan yang tidak terlihat dari orang-orang yang tidak memiliki semangat hidup. Sikap hati akan sangat menentukan bagaimana reaksi kita memandang kehidupan. Kembali Salomo berkata: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”(Amsal 17:22).

Masalah boleh saja datang, tetapi semangat harus tetap kita punyai. Itu akan memberi perbedaan yang sangat besar dalam menyelesaikan masalah satu persatu. Tuhan sudah menjanjikan penyertaanNya. Dan Tuhan yang menjanjikan itu adalah Tuhan yang setia. Dia mau agar kita hidup di dalam rencanaNya, dimana Dia akan membimbing dan menyertai kita dalam setiap langkah untuk menuai apa yang telah Dia sediakan bagi kita. Kalau begitu kenapa kita harus hidup tanpa semangat? Berbagai problema kehidupan datang silih berganti, dan kita harus menghadapinya dengan semangat. Itu akan memampukan kita untuk terus bertahan melewati batu-batu ujian dengan kuat. Ada upah yang disediakan Tuhan bagi mereka yang tahan banting dalam membangun usahanya. “Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” (2 Korintus 3:14).

Apapun yang anda hadapi hari ini, hadapilah dengan semangat. Percayalah kepada janji-janji Tuhan, rasakan kebaikan dan penyertaanNya dan terus pegang itu dengan iman. Itu akan membuat hati kita tetap memiliki sukacita yang sejati, dan dari sana kita akan mampu bersemangat dan tetap bersikap positif, penuh rasa antusias dalam melakukan pekerjaan kita. Orang-orang yang berpikir positif dan bersemangat tidak akan menyerah meski batu yang harus mereka loncati terlihat besar dan tinggi. Kesempatan akan berlalu sia-sia jika kita menyikapinya tanpa semangat, hidup akan sulit berkembang, kita sulit maju apabila kita menyikapi kehidupan tanpa dibarengi semangat. Sebaliknya setiap kesempatan kecil sekalipun bisa sangat berharga jika kita sikapi dengan semangat yang besar. Ada banyak orang pintar yang terus berjalan di tempat karena mereka tidak memiliki semangat, sebaliknya ada orang-orang biasa yang tumbuh menjadi luar biasa karena mereka memiliki semangat juang tinggi. Mana yang kita pilih hari ini? Pesan ayah saya sangatlah baik untuk kita semua. Ayo semangat!

Tanpa semangat maka hidup pun berhenti

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: