Ayo…Kamu Bisa!

Ayat bacaan: Ibrani 10:24
=====================
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”

ayo kamu bisa, saling mendorong, suppor, mendukung

Pertandingan tandang dan kandang dalam sebuah kompetisi sepak bola biasanya dianggap sebagai faktor penting. Ada istilah pemain ke duabelas yang disematkan ke pundak para suporter.Teriakan penyemangat dari mereka menjadi sumber motivasi yang kuat bagi tim tuan rumah untuk tetap berjuang meski berada pada posisi ketinggalan. Dalam sebuah wawancara dengan seorang pemain sepak bola, saya pernah membaca bahwa pada suatu kali si pemain ini mulai frustasi karena tidak kunjung bisa menerobos pertahanan lawan. Namun teriakan suporter yang memanggil-manggil namanya dengan tidak kenal lelah membuat dirinya bangkit dan akhirnya menjadi penentu kemenangan. Tidak jarang dukungan suporter menjadi faktor utama kemenangan sebuah tim sepak bola. Ini sebuah contoh nyata betapa manusia sebagai mahluk sosial tetaplah membutuhkan kehadiran orang lain yang bisa menyemangati atau mendorong untuk tidak menyerah dan terus maju. Sebuah iklan di televisi beberapa waktu lalu juga pernah menggambarkan hal ini lewat tagline “Ayo..kamu bisa!”

Seperti apa yang terjadi di lapangan sepak bola, sebagai manusia kita pun seringkali seperti mendapat tenaga baru lewat dukungan dari teman-teman atau keluarga di saat kita mungkin sudah mulai “kehabisan bensin” dan berpikir untuk menyerah. Keterbatasan kita sebagai manusia yang secara natural sebenarnya lemah ini bisa membuat kita patah semangat, frustasi dan kemudian menyerah setiap saat. Di saat tekanan begitu intens menerpa kita bertubi-tubi, kita bisa melemahkan dan membuat kita kehilangan harapan. Di saat seperti ini kita butuh orang-orang yang peduli pada kita, yang mungkin mampu berkata, “teman, jangan khawatir, teruslah berjuang, aku tahu kamu bisa!” Dorongan semangat seperti ini sungguh sangat berarti bagaikan setetes embun di padang gurun. Mengingat kemampuan dan daya tahan manusia yang terbatas inilah sebuah pesan dari penulis Ibrani mengingatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:24). Saling memperhatikan, saling mendorong, saling support dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. We need a teamwork. Ketika yang satu lemah, yang lain menguatkan, begitu seterusnya. Bekerja sama, saling bahu membahu dan menguatkan, bukan sebaliknya saling iri, dengki dan menjatuhkan.

Penyemangat. Itu dibutuhkan semua orang tanpa terkecuali, apalagi dalam urusan iman. Hidup di dunia hari ini tidaklah gampang. Tekanan krisis dan rupa-rupa penyesatan hadir di mana-mana menekan kita dari setiap arah. Cepat atau lambat, tenaga kita akan melemah dan kita bisa menyerah, terjatuh dan masuk ke dalam jurang kegelapan. Di saat seperti inilah pesan Penulis Ibrani begitu penting. Artinya kebersamaan di antara saudara-saudari seiman haruslah terbina erat dalam dasar saling mengasihi, memperhatikan, mengingatkan dan menguatkan satu sama lain. Ini penting dalam menghadapi hari-hari yang sulit seperti apa yang kita hadapi saat ini. Karena itu kita harus tetap meluangkan waktu untuk berkumpul bersama-sama. “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (ay 25). Hal ini sangatlah penting, begitu pentingnya sehingga bertolong-tolong dalam menanggung beban dikatakan sebagai memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2).

Sepanjang Perjanjian Baru kita membaca berulang-ulang mengenai kepastian kedatangan Kristus untuk kali kedua. Selain apa yang kita baca dalam Galatia 6:2 diatas, ada beberapa ayat lain seperti “Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4:5b). “..kedatangan Tuhan sudah dekat!” (Yakobus 5:8) dan tentu saja dalam kitab Wahyu, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” (Wahyu 22:12). Adalah penting bagi kita untuk terus berjalan di jalur yang benar menjelang kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya yang sudah dekat. Hingga kita akhirnya bisa berkata “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7), dimana kemudian kita dianugerahkan mahkota kebenaran oleh Tuhan pada hariNya. (ay 8). Untuk itulah kita perlu saling menyemangati, saling mendorong, menasehati, menguatkan dalam kasih, agar jangan ada di antara kita yang tergelincir keluar dari jalur, sehingga kita semua bisa mencapai garis akhir dengan baik. Marilah kita mulai hari ini. Let us keep cheering each other in faith! Teruslah berjuang, anda hampir sampai! Waktunya sudah dekat! Ayo, kamu bisa!

Encouragement is needed for us all to reach the finish line in glory

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply