Awaslah terhadap Ragi Orang Farisi dan Ragi Herodes, Mrk 8:16-21

PARA murid belum menangkap maksud kata-kata Yesus tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Mereka mengira bahwa Yesus bicara soal roti. Padahal Yesus bicara soal pengaruh orang Farisi terhadap pengikut Yesus dan pengaruh Herodes yang amat rakus dan egois. Mengapa Yesus menyuruh para murid awas dan waspada terhadap pengaruh orang Farisi dan Herodes? Soal pokok […]

PARA murid belum menangkap maksud kata-kata Yesus tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Mereka mengira bahwa Yesus bicara soal roti. Padahal Yesus bicara soal pengaruh orang Farisi terhadap pengikut Yesus dan pengaruh Herodes yang amat rakus dan egois.

Mengapa Yesus menyuruh para murid awas dan waspada terhadap pengaruh orang Farisi dan Herodes?

Soal pokok yaitu bahwa orang Farisi adalah agamawan yang tidak bisa melihat segi ilahi atau segi rohani dalam hidup mereka sendiri dan dalam diri Yesus. Mereka sangat sulit untuk mengakui dan percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh Mesias.Walapun mereka telah menyaksikan mukjizat Yesus dalam pergandaan roti, dalam penyembuhan orang sakit dan dalam banyak hal lain lagi.

Mereka bahkan mengatakan: Mengapa kalau Yesus itu Anak Allah hanya ngurusin hal-hal jasmani, penyembuhan orang sakit?  Mereka tidak bisa melihat segi ilahi dalam karya Yesus. Maka orang Farisi tetap ngotot minta tanda-tanda dari Yesus untuk menjelaskan bahwa Dia adalah benar-benar Mesias. Pharisees

Orang-orang Farisi selalu memata-matai Yesus untuk mencari kesalahan Yesus dan menjebak Yesus. Dan pengaruh orang Farisi semakin jelas dan kelihatan sekali sewaktu Yesus ditangkap. Mereka membuat tuduhan-tuduhan palsu  sampai mereka dapat menjatuhkan Yesus dan menyingkirkan Yesus.

Yesus telah melihat bahwa para murid pun masih sangat lemah iman mereka. Mereka belum menangkap Sabda Yesus, walaupun mereka selalu diajak mengikuti Yesus yang berkelling dan mengajar serta membuat mukjizat-mukjizat. Mereka juga masih berpandangan terlalu jasmani, dan belum dapat menangkap tanda-tanda yang dibuat oleh Yesus.

Para murid salah faham mengenai ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah, karena mereka mereka mengira bahwa Yesus akan mendirikan Kerajaan duniawi, sehingga  ini nampak dalam diri Herodes yang ingin kuasa, sehingga membunuh banyak anggota keluarga. Maka Yesus cemas kalau murid dalam cara berfikir masih seperti kaum Farisi dan Herodes.

Peringatan Yesus ini juga ditujukan kepada kita semua. Karena dalam hidup beriman kita juga dihadapkan dengan misteri. Kita berhadapan dengan tanda-tanda atau simbol-simbol jasmani yang mau meenjelaskan segi-segi ilahi. Kuncinya adalah iman. Kalau kita menghadapi kehidupan Gereja ini, menerima sakramen-sakramen dan menangkap ajaran Gereja tanpa iman,kita akan terjatuh pada sikap Farisi.

Contohnya kita akan menganggap bahwa Gereja kita ini sukses kalau banyak pengikutnya tanpa melihat segi rohani dari Umat. Umat menerima anjuran Yesus sebagai suatu aturan-aturan atau perintah saja, bukan sebagai suatu ajakan untuk meningkatkan kasih kita kepada Yesus dan semakin hidup sebagai saudara dalam kasih. Akibatnya Gereja akan menjadi organisasi yang sarat dengan aturan, tetapi bukan lembaga hidup rohani.

Photo credit: Kumpulan orang-orang Farisi (Ilustrasi/Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply