Awas, Mafioso Italiano Incar Paus Fransiskus

< ![endif]-->

NICOLA Gratteri (55), seorang aparat penegak hukum dari kawasan Calabria, mewanti-wanti Vatikan agar menjaga keselamatan Paus Fransiskus dari kawasan mafioso Italiano yang mengincar kematiannya. Ucapan mewaspadai hal itu dia ungkapkan terus-terang, karena sebagai jaksa penuntut umum di Calabria –terangnya kemudian, “kepala saya sendiri juga menjadi incaran mereka”.

Kelompok mafia Italia yang mengincar dia dan Paus Fransiskus adalah kelompok Mafioso yang menyebut dirinya ‘Ndrangheta. Kelompok Mafioso ini antara lain memiliki medan operasi yang luas dan tak terkecuali di Calabria dimana setiap sudut seakan sudah dikuasai oleh para preman Italia ini.

Menurut Gratteri, kelompok Ndrangheta ini mengincar kematin Paus lantaran keberanian dan kegigihan paus berdarah Argentina ini tanpa takut melakukan pendobrakan pembaruan diri dalam tubuh Gereja. Tak terkecuali juga di dalam tubuh Curia Vaticana, dewan pemerintahan Tahta Suci.

Semua pihak yang terindikasi oleh praktik korupsi dan tindakan pencucian uang telah ‘ditembak’ oleh Paus Fransiskus dengan cara menonaktifkannya dari tugas dan tanggungjawabnya. “Tindakan tanpa wigah-wigih (ragu sedikit pun) inilah yang membuat kelompok Mafioso ini menjadi ngeper alias was-was jangan-jangan kegiatan menumpuk duit secara tidak halal juga kena gusur,” tutur Gratteri sebagaimana dilansir oleh The Huffpost belum lama ini.

Kalangan aparat penegak hukum di Italia paham betul, kelompok Mafioso dengan nama Ndrangheta ini merupakan kelompok preman paling bengis dan ditakuti oleh semua pihak. “Saya pribadi tidak bisa memastikan apakah mereka benar-benar mengincar Paus atau tidak. Namun saya ingin memastikan saja, kelompok Mafioso ini sangat berbahaya dan Vatikan perlu diwanti-wanti agar bertindak waspada,” katanya tanpa ragu.

“Kalau mereka bisa menemukan celah untuk mencegah Paus bisa melakukan tindakan pembersihan, maka mereka takkan ragu mencari celah untuk itu,” tambahnya.

Kelompok Mafioso ini pantas cemas, karena selama ini mereka bisa mendulang uang dan kenikmatan dari hasil cincai-nya dengan sejumlah pejabat Gereja dan tak terkecuali dengan petinggi Vatikan.

“Sudah bertahun-tahun lamanya, kaum Mafioso Italia ini terlibat dalam berbagai kasus pencucian uang dan kemudian menggunakan uang hitam ini untuk melakukan investasi bisnis dan itu tak jarang menggunakan jalur Gereja yang tidak bisa ditembus oleh pihak lain. Nah, ketika Paus Fransiskus melakukan gebrakan sana-sini tanpa ragu, maka langkah itu dianggap sebagai ancaman telak bagi kelompok Mafioso ini,” tegas Gratteri.

Ia bahkan berani menuduh bahwa kelompok Mafioso yang berjaya di kawasan Italia bagian selatan ini sudah jamak kongkalingkong dengan pejabat teras Gereja setempat. Tujuannya untuk melindungi kawanan Mafioso yang dikejar aparat penegak hukum.

Lucunya lagi, kata Gratteri, jangan pernah heran kalau anggota Mafioso Italia ini juga bertingkahlaku sebagai orang-orang katolik yang baik sekalipun tak jarang juga tanpa ragu berbuat kekerasan atas nama kekuasaan dan uang. “Sebelum menembak mati orang, mereka suka mencium salib rosarionya dan kemudian dor…dor…dor timah panas pun melesat dari muncung pistol yang picu pelatuknya mereka tarik,” kata Gratteri.

Siapakah Gratteri ini hingga berani bicara blak-blakan tentang ancaman riil yang menghadang Paus Fransiskus?

Dia adalah jaksa penuntut umum yang ditunjuk oleh PM Italia Enrico Letta untuk mengepalai gugus tugas khusus untuk menggulung praktik kotor di kalangan Mafioso.

Nah, pada bulan Mei 2013 dengan tanpa ragu, Paus Fransiskus juga dengan gagah berani menyebutkan gerakan pembaharuan di dalam Gereja untuk memerangi praktik-praktik jahat di dalam Hirarki Gereja. “Dari empat nama organisasi kejahatan yang beliau sebutkan, ternyata ada nama ‘Ndrangheta –kelompok Mafioso Italiano yang legendaris itu,” kata Gratteri.

Bahkan 2 hari lalu –tepatnya pada tanggal 11 November 2013—Paus Fransiskus dengan gamblang menyebutkan kutipan Injil Lukas yang mengatakan, “Akan lebih baik bagi siapa pun yang berbuat curang itu diberi kuk di lehernya dan kemudian membuang dia terjun tenggelam masuk laut”.

Dengan gayanya yang suka blusukan dan sering tidak mengindahkan protokol keamanan, memang akan menjadi sulit bagi para anggota Garda Swiss mengamankan Paus Fransiskus dari kemungkinan serangan ‘teroris’ jarak dekat.

Source: The Huffpost

Photo credit: Le Monde

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: