Awas, Dokter Gadungan Catut Nama Uskup Agung Merauke Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC

Ilustrasi by Alamy.

PADA hari Rabu (14/3/18) pagi ini, sejumlah alumni Seminari Mertoyudan –utamanya angkatan tahun masuk 1976—mengirim notifikasi ke Sesawi.Net tentang upaya mencari keuntungan finansial dengan cara tidak terpuji: mencatut nama Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC, Uskup Agung Keuskupan Agung Merauke.


Mendapat info dari sumber utama


Dalam postingan WA di kalangan internal alumni Seminari Mertoyudan angkatan tahun 1976, Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC antara lain menulis informasi sebagai berikut:

Oknum tak dikenal yang mencatut namanya itu mengaku bernama dr. Silvester Soni Panjaitan berasal dari Merauke. Namun, setelah dilakukan pengecekan nama dan lokasi di Merauke, “Tidak ada nama dokter tersebut,” tulis Mgr. Nico MSC.


Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC, Uskup Agung Keuskupan Agung Merauke. (Dokpen KWI)

Oknum tak dikenal itu menyebut nomor kontak WA-nya dengan identitas nomor 0813 4450 6xxx. Namun, ketika nomor tersebut dilacak dengan jaringan koneksi WA, tulis Mgr. Nico, “Yang muncul sebagai FP adalah wajah seorang ibu.”

Pelacakan terhadap percobaan mencari keuntungan finansial dengan modus mencatut nama Uskup itu baru diketahui Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC pada hari Selasa (13/3) malam kemarin. Saat itu, tulisnya, beliau tengah makan di sebuah keluarga umat dan di situ mendengar cerita bahwa ada oknum bernama “dr. Soni” dari Merauke yang mencoba memperdaya orang lain dengan mencatut namanya.

“Saya sudah mencari informasi ke dokter di Merauke yang bisa dipercaya validitas informasinya, bahwa di Merauke tidak ada dokter dengan nama dr. Silvester Soni Panjaitan,” tulis Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC di jaringan komunikasi internal alumni Seminari Mertoyudan angkatan tahun 1976.

Bukan yang pertama


Kejadian mencatut nama Uskup untuk kepentingan pemerasan dan mencari duit secara cepat sebenarnya bukan hal pertama kali terjadi.


Dalam dua bulan terakhir ini, pencatutan nama Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur –Uskup Dioses Bogor- juga sudah terjadi di banyak tempat.  Oknum tak dikenal ini menelpon kepada  sejumlah calon ‘korban’ di antaranya sebuah sekolah katolik di Kudus, susteran di Semarang, susteran di Pontianak, dan sebuah layanan pusat spiritualitas yang dikelola oleh pastor SVD dan suster SSpS.


Yang diminta oknum ini juga aneh dan sesuatu yang tidak ‘biasa’. Yakni, kepada operator biara dan sekolah katolik ini, ia minta daftar nama para suster dan para pastor –sesuatu yang sangat tidak lumrah.


Mestinya, ketika ada permintaan nama suster dan pastor tertentu, orang akan mengontak biara atau pastoran dengan suster atau pastor yang berasal dari tarekat yang sama.


Oknum-oknum itu secara acak mencoba memperdaya calon korbannya dengan sejumlah ‘ancaman’. Kalau permintaannya tidak digubris, maka kalau nanti ‘terjadi apa-apa’ KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) tidak akan mau membantu.


Harap diketahui bahwa KWI tidak punya ‘garis komando’ dalam hal urusan tanggungjawab dan personalia terhadap pastoran dan susteran dari tarekat mana pun di seluruh Indonesia.


Cross-checks dengan Sesawi.Net


Mari kita awas dan waspada terhadap segala gerak-gerik oknum tidak dikenal yang mengaku-ngaku diri ‘pejabat’ Gereja, entah apakah itu Uskup, pejabat KWI, dan lainnya.


Pembaca bisa mengontak Sesawi.Net kalau di lingkungan umat Katolik terdekat terjadi hal-hal ‘aneh’ dan tidak ‘biasa’ agar kami bisa membantu melakukan cross checks.


Proses  cross-checks  tersebut dilakukan melalui jaringan komunikasi Redaksi dengan para Uskup, para pastor dan suster pemimpin tarekat religius, para bruder yang kami kenal baik.


Semuanya ini untuk memastikan validitas identitas pelaku maupun intensi perbuatannya.


Kontak Redaksi bisa dilakukan dengan akun email ini: [email protected]


Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: