Awalnya Pelita, Lalu Dian, Baru Kemudian Listrik

lampu oncor by omah kendeng

“Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” (Why 22, 5)

SAAT pembukaan pertemuan PAPKI Minggu yang lalu, listrik tiba-tiba mati. Suasana menjadi gelap, panitia sibuk memasang lampu cadangan, mikrofun tidak berfungsi, LCD tidak berfungsi, sehingga presentasi materi juga tidak bisa dilaksanakan.

Ketua memberikan sambutan sambil mengulur-ulur waktu, namun listrik tetap belum nyala. Acara perkenalan peserta juga ditunda, karena suasana mandan gelap, sehingga para peserta tidak bisa saling melihat dengan jelas.

Dalam situasi seperti ini, cahaya lampu sungguh dibutuhkan. Saat ini banyak lampu tergantung dari tenaga listrik. Tanpa adanya listrik, berbagai jenis lampu juga tidak akan berfungsi. Saat tenaga listrik tidak ada, banyak orang menyalakan lampu dengan diesel, batere atau tenaga lain.

Saya masih mengalami suasana hidup tanpa adanya tenaga listrik.

Untuk mendapatkan cahaya, masyarakat membuat ‘oncor’, dengan bahan bambu, minyak tanah dan sesobek kain atau sabut. Ada juga orang yang membuat lampu teplok, yang asap hitamnya bisa nempel di wajah. Lama-kelamaan, ada lampu petromaks, yang menggunakan bahan bakar minyak, spiritus dan ‘sarung’ apinya.

Jenis-jenis lampu seperti ini sekarang sudah tidak dipergunakan lagi, setelah ada tenaga listrik.

Saat ini banyak orang membuat kombinasi antara berbagai jenis lampu pada zaman dahulu dengan tenaga listrik. Orang membuat lampu teplok, namun bagian dalamnya bolam berkedip-kedip dengan tenaga listrik. Orang membuat lampu petromaks, namun bagian dalamnya juga bolam dengan tenaga listrik.

Bagaimana pun juga, manusia tetap membutuhkan cahaya lampu, entah dengan tenaga listrik, batere, diesel, atau minyak tanah, khususnya pada malam hari atau saat suasana gelap. Cahaya lampu tetap dibutuhkan, selama manusia masih hidup di dunia.

Banyak aktivitas berhenti, pekerjaan tertunda, saat cahaya lampu tidak ada. Bahkan ketiadaan cahaya lampu bisa membuat seseorang jengkel, marah, kecewa, dan mengumpat.

Ada saatnya manusia tidak lagi memerlukan cahaya lampu dan tidak lagi mengalami kegelapan malam, yakni pada saat Sang Anak Domba naik takhta. Tuhanlah yang akan menerangi orang-orang yang setia.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berakhir pekan. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Omah Kendeng)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: