Author: Renungan Iman Katolik

“Assasination”, Niat Luhur Belok karena Uang

assasination1SIAPA yang berani membayar mahal, maka dialah penguasa jagad politik. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Korea ketika Negeri

Tags : , , , ,

RIP Pastor Urbanus Kopong Ratu OFM

RIPKABAR duka datang dari Ordo Fratrum Minorum (OFM) Fransiskan Provinsi Indonesia. Telah meninggal dunia hari Rabu (16/12) malam: Pastor Urbanus OFM dalam

Tags :

Tahun Yubelium Kerahiman di Gereja Tertua Kalimantan Barat: Paroki Santo Fidelis Sejiram, Kapuas Hulu

IMG_1748 sejiramSEKITAR tiga ribu umat mengadiri misa agung di Gereja Paroki Santo Fidelis, Sejiram, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (13/12/15). Gereja ini

5 pencarian oleh pembaca:

  1. gereja katolik santo fidelis sejiram
  2. gereja tertua di kalbar
  3. gereja tertua kalbar
  4. paroki sejiram
  5. paroki sejiram kalbar
Tags : , ,

Sifat Dan Naluri Jahat

17 Des - Rm Tarcisius“Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa

Tags : , , ,

Kedewasaan Dalam Saling Menghormati

Taslim Syahlan mohon berkat untuk air dari Romo BudiUNGARAN – Kabupaten Semarang (Rabu, 16/12/2015). Sesudah bulan lalu (21/11/2015) sejumlah Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Semarang mengunjungi dan bersilaturahmi

Tags : , , , , , ,

OMK Paroki St. Agustinus Manokwari Memanggil Santa Claus

sekami4OMK (Orang Muda Katolik) St. Agustinus, Manokwari – Papua Barat dengan sigap menjawab kerinduan umat yang ingin memberi kebahagian bagi anak-anaknya. Minggu,

Tags :

Setiap Orang Dipanggil Untuk Ikut Dalam Rencana Keselamatan Allah

17 Des Sesawi RSABDA pada hari ini mengundang kita untuk meneliti silsilah Yesus. Bila dicermati, ternyata di dalam garis keturunanNya, tidak semua pribadi memiliki latar

Tags : , ,

Kata Mutiara – Kamis 17 Desember 2015

17 Des Sesawi KMTUHAN menggunakan semua pengalaman Anda, baik dan buruk, untuk mengembangkan karakter Anda, untuk disesuaikan dengan panggilan Anda. Lysa Terkeurst Kredit foto: Ilustrasi

Tags :

Simeon, Hana dan Bayi Yesus (2)

(sambungan)

Hati yang terbuka disertai karakter yang benar dan saleh dengan kerinduan yang tulus untuk menantikan kedatangan Kristus membuat Simeon dan Hana bisa melihat dengan terang dan jelas akan sosok Mesias yang ada di depan mereka. Hadirnya Roh Allah membuat Simeon bisa melihat sosok Yesus dalam penggenapan rencana Allah seperti yang sudah berulangkali dinubuatkan para nabi sebelumnya. akan halnya Hana, kerinduannya yang dinyatakan dengan terus mengisi dirinya dengan doa dan puasa membuatnya bisa melihat Yesus secara benar. Itulah yang membedakan kedua orang ini dari orang-orang lainnya.

Dalam Galatia tertulis “Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.” (Galatia 5:5). Lewat Roh dan iman kita bisa melihat kebenaran yang kita harapkan. Mata kita dicelikan sehingga mampu mengenali Yesus dan kebenaran dalam diriNya. Seperti halnya di Bait Allah waktu itu, hari ini pun Yesus hadir ditengah-tengah kita, meski tidak terlihat langsung secara kasat mata. Yesus hadir dalam ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dia hadir lewat doa-doa kita, Dia hadir dalam kehidupan kita. Tetapi apakah kita merasakan kehadiranNya? Apakah kita cukup merindukan kehadiran Yesus seperti halnya kerinduan yang dimiliki Simeon dan Hana, terutama menjelang Natal yang akan datang sebentar lagi? Masihkah kita merindukan kehadiran Yesus ditengah hiruk pikuk kesibukan sehari-hari dan segala sesuatu yang kita lakukan? Singkatnya, di posisi mana kita saat ini berada, apakah di posisi Simeon dan Hana atau justru di posisi jemaat lainnya pada waktu itu? Semua ini hendaknya bisa menjadi perhatian kita, agar sebuah perayaan Natal tidak berlalu sia-sia karena hanya mengarah kepada sesuatu yang seremonial belaka lalu kehilangan esensi terpentingnya.

Kita harus mengingatkan diri kita akan pentingnya beribadah dengan tujuan yang benar. Jangan sampai ibadah-ibadah kita hanya didasari oleh rutinitas atau sekedar menjalankan agama saja atau malah sudah lari jauh dari substansi. Jangan sampai kita sibuk akan begitu banyak tata cara dan perayaan tapi tidak ada lagi kerinduan yang murni akan Tuhan disana. Hidup dalam Roh akan membuat kita mampu melihat segala yang kebenaran dalam Yesus. Paulus berkata “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” (Roma 8:9). Yesus mengatakan “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” (Yohanes 9:39).

Ada cahaya pengharapan dan keselamatan yang disediakan bagi kita, dan kedatangan Kristus seharusnya bisa membuka mata kita dengan jelas untuk melihat segala kebaikan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, anak-anak yang Dia kasihi. Tentu saja bukan hanya karena ingin memperoleh berkat dan pertolonganNya semata, tetapi kerinduan untuk mengenalNya, itulah yang mampu memberikan sukacita penuh rasa syukur dalam hidup kita. Kelahiran Yesus menjadi sebuah penggenapan janji Tuhan kepada Simeon dan Hana, yang telah menanti dengan penuh pengharapan sepanjang hidup mereka dengan melakukan pola hidup benar dan kudus. Janji yang sama pun berlaku bagi kita semua sampai hari ini. Siapa yang kita nantikan dalam setiap ibadah yang kita lakukan? Apa yang menjadi dasar pemikiran kita dalam merayakan Natal tahun ini?

Bukan pesta dan seremonial, tapi rayakan Natal sebagai wujud rasa syukur akan kehadiran Sang Juru Selamat bagi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Jesus Christ Is The Fulfillment of God’s Promise

17 Des - Rm Aloysius - Pic 2MY daily reflection and prayer: Thursday, Desember 17, 2015 The Third Week of Advent Dear my friends, Here is the Gospel for

Tags : ,