Author: Renungan Iman Katolik

Renungan Hari Sabtu 26 Maret 2016

Renungan Hari Sabtu 26 Maret 2016, Ia telah bangkit, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Sabtu 26 Maret 2016

Ia telah bangkit

    Hari Sabtu setelah Yesus wafat merupakan hari sabtu Sepi (Suci). Pada hari ini, kita merenungkan sepinya makam yang dialami oleh Yesus. Peristiwa pemakaman Yesus seolah menjadi penutup siklus kehidupan manusiawi Yesus yang sama dengan manusia lainnya: lahir, dewasa, bekerja, sedih, gembira, marah, menderita, wafat dan akhirnya dimakamkan.

    Namun kehidupan Yesus tidak berhenti pada kematian. Pada malam hari ini, yaitu malam Paskah, kita menantikan dan menyongsong kristus yang akan beralih dari kematian menuju kehidupan. Kematian-Nya menghancurkan dosa dan maut, dan kebangkitan-Nya memperbarui kehidupan. Dialah cahaya dunia yang memberikan kegembiraan dan pengharapan akan masa depan bangsa manusia yang penuh kemuliaan karena kebangkitan-Nya menjadi pokok keselamatan kita. Oleh karena itu, bersama Yesus kita tidak perlu takut lagi menjalani hidup ini sampai akhir, sampai kita dimakamkan. Kebangkitan-Nya membuka harapan baru bagi kita bahwa kemarin bukan akhir dari segala-galanya. Ada kebangkitan yang akan kita peroleh karena Yesus yang kita imani.Iman kita kepada Yesus akan menyelamatkan dan membangkitkan kita dari alam maut. Yesus bangkit berarti, Ia hidup, hadir dan menyertai kita sampai selama-lamanya.

    Para perempuan yang pergi ke makam Yesus dan mendapatkan makam itu kosong, mereka berjumpa dengan malaikat bahwa Yesus telah bangkit. Lalu mereka pulang dan menyampaikan kabar kebangkitan itu kepada para Murid namun mereka tidak percaya. namun setelah mereka menyaksikan kubur yang kosong barulah mereka percaya. Bagaimana dengan kita, percayakah kita akan kebangkitan Yesus? Dan maukah kita menyampaikan kabar kebangkitan kepada merka yang tidak percaya? Bersama Yesus yang bangkit kita akan memperoleh kehidupan kekal. Selamat bermenung dan berbuat.

Lentera Batin

Bacaan Injil Hari Sabtu 26 Maret 2016

Bacaan Injil Hari Sabtu 26 Maret 2016, tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur, Bacaan Injil Hari Ini, Santo Katolik Dot Com

SABTU SUCI, MALAM PASKAH

Warna Liturgi Malam Putih

Bacaan Pertama Hari Sabtu 26 Maret 2016

Kej. 1:1-2:2

Kej 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Kej 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Kej 1:3
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
Kej 1:4
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
Kej 1:5
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Kej 1:6
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”
Kej 1:7
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
Kej 1:8
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
Kej 1:9
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
Kej 1:10
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Kej 1:11
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
Kej 1:12
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Kej 1:13
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
Kej 1:14
Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
Kej 1:15
dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
Kej 1:16
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
Kej 1:17
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
Kej 1:18
dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Kej 1:19
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
Kej 1:20
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”
Kej 1:21
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Kej 1:22
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”
Kej 1:23
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
Kej 1:24
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian.
Kej 1:25
Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Kej 1:26
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Kej 1:27
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kej 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Kej 1:29
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kej 1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
Kej 1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Kej 2:1
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Kej 2:2
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Mazmur Hari Sabtu 26 Maret 2016

Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,13-14,24,35c

Mzm 104:1
Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,
Mzm 104:2
yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,
Mzm 104:5
yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.
Mzm 104:6
Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.
Mzm 104:10
Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung,
Mzm 104:12
di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.
Mzm 104:13
Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu.
Mzm 104:14
Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah
Mzm 104:24
Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
Mzm 104:35
Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Bacaan Kedua Hari Sabtu 26 Maret 2016

Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18

Kej 22:1
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”
Kej 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Kej 22:3
Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
Kej 22:4
Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
Kej 22:5
Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”
Kej 22:6
Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Kej 22:7
Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”
Kej 22:8
Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Kej 22:9
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
Kej 22:10
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
Kej 22:11
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
Kej 22:12
Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
Kej 22:13
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
Kej 22:14
Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”
Kej 22:15
Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
Kej 22:16
kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri?demikianlah firman TUHAN?:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
Kej 22:17
maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Kej 22:18
Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

Bacaan Injil Hari Sabtu 26 Maret 2016

Luk. 24:1-12

Luk 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Luk 24:2
Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
Luk 24:3
dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
Luk 24:4
Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.
Luk 24:5
Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
Luk 24:6
Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,
Luk 24:7
yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”
Luk 24:8
Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.
Luk 24:9
Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain.
Luk 24:10
Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.
Luk 24:11
Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.
Luk 24:12
Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Cakap: Diligent and Skillful

Ayat bacaan: Amsal 22:29
===================
“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akanberdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.”

Sama-sama bekerja, tapi kualitas kerja berbeda, hasil pun beda. Apa yang saya maksudkan adalah bahwa cara orang memandang dan menyikapi kerja itu tidaklah sama. Ada yang serius melakukan yang  terbaik dalam pekerjaannya, ada yang cuma ala kadarnya. Toh tidak dapat bonus ekstra, buat apa ngasih lebih? Ya secukupnya saja, asal ada. Itu banyak dilakukan orang. Ada yang menggantungkan keseriusannya pada besar tidaknya upah yang ia terima. Ada yang malas dan menganut sistem kebut semalam. Bila hasilnya buruk, mereka pun sudah menyiapkan banyak dalih. Lagi kurang enak badan, lagi sibuk, komputer rusak, kena virus dan sebagainya. Pokoknya ada saja, yang penting punya alasan. Oh, ada pula yang berdalih bahwa pekerjaannya yang sekarang dilakukan hanya karena terpaksa, karena belum dapat yang lebih bagus atau tidak sesuai minat. Lucunya mereka tetap mau menerima gaji bahkan berharap naik jabatan, tapi hasil pekerjaan pas-pasan kalau tidak bisa dibilang dibawah standar. Bagaimana kita seharusnya menyikapi pekerjaan kita?

Tuhan tidak akan pernah menginginkan anak-anakNya untuk menjadi orang yang suka bekerja setengah-setengah. Tuhan ingin kita menjadi orang-orang yang cakap di bidang masing-masing. Menjadi contoh dan teladan lewat segala sesuatu yang kita lakukan.

Ada sebuah ayat menarik tentang hal ini di dalam kitab Amsal. Salomo mengajukan sebuah kalimat penting dalam bentuk pertanyaan kepada semua yang membacanya. “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Amsal 22:29). Perhatikan kata “cakap” pada ayat ini. Tuhan tidak hanya mengucapkan kata “kerja” saja, tetapi dilengkapi dengan kata “cakap”. Dalam bahasa Inggrisnya kata ini disebut dengan “dilligent and skillful“, artinya “rajin dan ahli.” Itulah yang dimaksudkan lewat kata “cakap”, dan itu seharusnya menjadi gambaran dari orang-orang percaya. Bekerja jangan setengah-setengah, jangan asal jadi dan jangan pula pas-pasan. Memberi yang terbaik dalam pekerjaan, usaha, atau belajar dan sebagainya, itu adalah sebuah keharusan.

Jika kita cakap atau rajin dan ahli, apa yang akan kita peroleh? Ayat dalam Amsal ini mengatakan bahwa kita akan berdiri di hadapan raja-raja, di hadapan orang-orang penting, orang-orang berpengaruh, dan bukan di hadapan orang-orang biasa. Jika anda memberi yang terbaik, atau bahkan lebih dari yang seharusnya alias ‘going extra miles‘, tentu hasil kerja anda akan diapresiasi oleh orang-orang yang duduk di atas. Saya pernah mendengar cerita bahwa ada pemilik perusahaan yang mengetahui bahwa salah satu office boy di perusahaannya ternyata begitu giat dalam bekerja. Ia lantas dipromosikan pada posisi tertentu. Kembali ia menunjukkan kinerja yang memuaskan, ia terus menapak naik dan akhirnya ia duduk sebagai satu dari kepala divisi dalam waktu relatif singkat. Ya, kalau hasil kerjanya memang sangat baik, kenapa tidak? Saya yakin semua perusahaan ingin memiliki orang-orang terbaik yang bekerja disana.

Selain itu, ayat dalam Amsal ini juga menggambarkan bagaimana Tuhan memandang penting sebuah usaha keras yang dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Dia siap memberkati kita yang selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk terus meningkat lebih dan lebih lagi. Ini sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan pula. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” (Ulangan 28:13). Tuhan menjanjikan keberhasilan. Kita didesain sebagai kepala bukan ekor, direncanakan untuk terus naik dan bukan turun. Ini akan kita peroleh jika kita mau mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dengan setia. Bekerja secara serius dan sungguh-sungguh adalah salah satu bagian dari melakukan perintah Tuhan dengan setia, dan itu akan membuat kita memperoleh keberhasilan demi keberhasilan dalam karir, keluarga atau dalam apapun yang sedang kita lakukan.

Perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30) menggambarkan dengan jelas bahwa Tuhan telah melengkapi kita semua dengan keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Semua itu ia titipkan kepada kita agar kita bisa melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, dan bukan untuk bekerja pas-pasan atau asal jadi. Semua itu pada suatu ketika haruslah kita pertanggungjawabkan. Banyak tidaknya talenta itu bukan masalah sama sekali. Berapapun yang dipercayakan Tuhan kepada kita merupakan hal yang patut kita syukuri, dan kita harus sadar pula bahwa itu semua sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bisa berhasil dalam setiap apa yang kita kerjakan. Tuhan ingin kita sukses, Tuhan memberikan bekal buat kita untuk itu, dan Tuhan siap memberkati pekerjaan kita. Bukankah itu merupakan sebuah kesatuan yang luar biasa? Dengan bekerja serius berarti kita menghargai Tuhan, sebaliknya bagaimana mungkin kita mengaku sebagai orang yang bersyukur apabila kita tidak mau serius dalam bekerja? Itu sama saja dengan merendahkan anugerah Tuhan atas diri kita bahkan menghina Tuhan.

Jangan lupa bahwa Tuhan pun sudah menegaskan kita agar bekerja serius seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Tuhan memandang penting sebuah keseriusan dari diri kita. Jika kita melakukannya dengan sebaik mungkin dan memuliakan Tuhan di dalamnya, tentu Tuhan pun tidak akan sungkan-sungkan untuk memberkati kita tepat seperti apa yang Dia rindukan. Bayangkan betapa senangnya Tuhan apabila melihat anak-anakNya menjadi orang-orang yang berpengaruh dalam bidangnya masing-masing, menjadi teladan bagi pekerja lain, jujur dan setia. Orang tua kita saja akan merasa sangat bangga, apalagi Bapa yang menciptakan dan sangat mengasihi kita.

Sudahkah anda memberikan kinerjayang terbaik dalam pekerjaan atau studi anda? Sudahkah anda melakukan yang terbaik bagi keluarga anda? Atau sudahkah anda peduli dengan kecakapan, maukah anda terus melatih diri agar menjadi lebih cakap lagi? Ingatlah bahwa Tuhan akan selalu siap memperbesar kapasitas dari orang-orang yang cakap di bidangnya masing-masing. Keberhasilan merupakan bagian dari kehidupan anak-anak Tuhan, dan itu akan bisa dicapai apabila kita mau menghargai segala talenta yang diberikan Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mempergunakannya dengan baik dalam pekerjaan kita. Ada masa depan yang cerah penuh dengan keberhasilan Tuhan sediakan bagi setiap kita, dan itu semua hanya akan bisa dicapai apabila kita mau mempergunakan semua yang telah diberikan Tuhan sebagai sebuah keistimewaan dengan sebaik-baiknya. Laukan yang terbaik, dan tempati posisi puncak dimana anda seharusnya berada, because only the hands of the diligent will rule. 

Muliakan Tuhan dengan memberi yang terbaik dalam pekerjaan 

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Cakap: Diligent and Skillful

Ayat bacaan: Amsal 22:29
===================
“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akanberdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.”

Sama-sama bekerja, tapi kualitas kerja berbeda, hasil pun beda. Apa yang saya maksudkan adalah bahwa cara orang memandang dan menyikapi kerja itu tidaklah sama. Ada yang serius melakukan yang  terbaik dalam pekerjaannya, ada yang cuma ala kadarnya. Toh tidak dapat bonus ekstra, buat apa ngasih lebih? Ya secukupnya saja, asal ada. Itu banyak dilakukan orang. Ada yang menggantungkan keseriusannya pada besar tidaknya upah yang ia terima. Ada yang malas dan menganut sistem kebut semalam. Bila hasilnya buruk, mereka pun sudah menyiapkan banyak dalih. Lagi kurang enak badan, lagi sibuk, komputer rusak, kena virus dan sebagainya. Pokoknya ada saja, yang penting punya alasan. Oh, ada pula yang berdalih bahwa pekerjaannya yang sekarang dilakukan hanya karena terpaksa, karena belum dapat yang lebih bagus atau tidak sesuai minat. Lucunya mereka tetap mau menerima gaji bahkan berharap naik jabatan, tapi hasil pekerjaan pas-pasan kalau tidak bisa dibilang dibawah standar. Bagaimana kita seharusnya menyikapi pekerjaan kita?

Tuhan tidak akan pernah menginginkan anak-anakNya untuk menjadi orang yang suka bekerja setengah-setengah. Tuhan ingin kita menjadi orang-orang yang cakap di bidang masing-masing. Menjadi contoh dan teladan lewat segala sesuatu yang kita lakukan.

Ada sebuah ayat menarik tentang hal ini di dalam kitab Amsal. Salomo mengajukan sebuah kalimat penting dalam bentuk pertanyaan kepada semua yang membacanya. “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Amsal 22:29). Perhatikan kata “cakap” pada ayat ini. Tuhan tidak hanya mengucapkan kata “kerja” saja, tetapi dilengkapi dengan kata “cakap”. Dalam bahasa Inggrisnya kata ini disebut dengan “dilligent and skillful“, artinya “rajin dan ahli.” Itulah yang dimaksudkan lewat kata “cakap”, dan itu seharusnya menjadi gambaran dari orang-orang percaya. Bekerja jangan setengah-setengah, jangan asal jadi dan jangan pula pas-pasan. Memberi yang terbaik dalam pekerjaan, usaha, atau belajar dan sebagainya, itu adalah sebuah keharusan.

Jika kita cakap atau rajin dan ahli, apa yang akan kita peroleh? Ayat dalam Amsal ini mengatakan bahwa kita akan berdiri di hadapan raja-raja, di hadapan orang-orang penting, orang-orang berpengaruh, dan bukan di hadapan orang-orang biasa. Jika anda memberi yang terbaik, atau bahkan lebih dari yang seharusnya alias ‘going extra miles‘, tentu hasil kerja anda akan diapresiasi oleh orang-orang yang duduk di atas. Saya pernah mendengar cerita bahwa ada pemilik perusahaan yang mengetahui bahwa salah satu office boy di perusahaannya ternyata begitu giat dalam bekerja. Ia lantas dipromosikan pada posisi tertentu. Kembali ia menunjukkan kinerja yang memuaskan, ia terus menapak naik dan akhirnya ia duduk sebagai satu dari kepala divisi dalam waktu relatif singkat. Ya, kalau hasil kerjanya memang sangat baik, kenapa tidak? Saya yakin semua perusahaan ingin memiliki orang-orang terbaik yang bekerja disana.

Selain itu, ayat dalam Amsal ini juga menggambarkan bagaimana Tuhan memandang penting sebuah usaha keras yang dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Dia siap memberkati kita yang selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk terus meningkat lebih dan lebih lagi. Ini sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan pula. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” (Ulangan 28:13). Tuhan menjanjikan keberhasilan. Kita didesain sebagai kepala bukan ekor, direncanakan untuk terus naik dan bukan turun. Ini akan kita peroleh jika kita mau mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dengan setia. Bekerja secara serius dan sungguh-sungguh adalah salah satu bagian dari melakukan perintah Tuhan dengan setia, dan itu akan membuat kita memperoleh keberhasilan demi keberhasilan dalam karir, keluarga atau dalam apapun yang sedang kita lakukan.

Perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30) menggambarkan dengan jelas bahwa Tuhan telah melengkapi kita semua dengan keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Semua itu ia titipkan kepada kita agar kita bisa melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, dan bukan untuk bekerja pas-pasan atau asal jadi. Semua itu pada suatu ketika haruslah kita pertanggungjawabkan. Banyak tidaknya talenta itu bukan masalah sama sekali. Berapapun yang dipercayakan Tuhan kepada kita merupakan hal yang patut kita syukuri, dan kita harus sadar pula bahwa itu semua sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bisa berhasil dalam setiap apa yang kita kerjakan. Tuhan ingin kita sukses, Tuhan memberikan bekal buat kita untuk itu, dan Tuhan siap memberkati pekerjaan kita. Bukankah itu merupakan sebuah kesatuan yang luar biasa? Dengan bekerja serius berarti kita menghargai Tuhan, sebaliknya bagaimana mungkin kita mengaku sebagai orang yang bersyukur apabila kita tidak mau serius dalam bekerja? Itu sama saja dengan merendahkan anugerah Tuhan atas diri kita bahkan menghina Tuhan.

Jangan lupa bahwa Tuhan pun sudah menegaskan kita agar bekerja serius seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Tuhan memandang penting sebuah keseriusan dari diri kita. Jika kita melakukannya dengan sebaik mungkin dan memuliakan Tuhan di dalamnya, tentu Tuhan pun tidak akan sungkan-sungkan untuk memberkati kita tepat seperti apa yang Dia rindukan. Bayangkan betapa senangnya Tuhan apabila melihat anak-anakNya menjadi orang-orang yang berpengaruh dalam bidangnya masing-masing, menjadi teladan bagi pekerja lain, jujur dan setia. Orang tua kita saja akan merasa sangat bangga, apalagi Bapa yang menciptakan dan sangat mengasihi kita.

Sudahkah anda memberikan kinerjayang terbaik dalam pekerjaan atau studi anda? Sudahkah anda melakukan yang terbaik bagi keluarga anda? Atau sudahkah anda peduli dengan kecakapan, maukah anda terus melatih diri agar menjadi lebih cakap lagi? Ingatlah bahwa Tuhan akan selalu siap memperbesar kapasitas dari orang-orang yang cakap di bidangnya masing-masing. Keberhasilan merupakan bagian dari kehidupan anak-anak Tuhan, dan itu akan bisa dicapai apabila kita mau menghargai segala talenta yang diberikan Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mempergunakannya dengan baik dalam pekerjaan kita. Ada masa depan yang cerah penuh dengan keberhasilan Tuhan sediakan bagi setiap kita, dan itu semua hanya akan bisa dicapai apabila kita mau mempergunakan semua yang telah diberikan Tuhan sebagai sebuah keistimewaan dengan sebaik-baiknya. Laukan yang terbaik, dan tempati posisi puncak dimana anda seharusnya berada, because only the hands of the diligent will rule. 

Muliakan Tuhan dengan memberi yang terbaik dalam pekerjaan 

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Renungan Hari Jumat 25 Maret 2016

Renungan Hari Jumat 25 Maret 2016, TanganNya Terbuka, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Jumat 25 Maret 2016

Tangan-Nya Terbuka

    Hari ini kita memperingati hari yang sangat besar dalam penanggal liturgi Katolik. Kita memperingati wafat Yesus Kristus. Yesus Anak Allah turun ke dunia untuk menobatkan manusia dan menebus semua orang. Yesus yang Mahabesar dan Maha Agung itu rela turun dan merendahkan diri-Nya bahkan Ia rela wafat di kayu salib, palang yang paling hina. Anak Allah yang Maha Luar Biasa itu telah wafat hanya bagi kita. Layakkah kita menerima pengurbanan-Nya itu? Apakah kita pantas?

    Dia wafat karena Cinta-Nya kepada kita. Dia melakukannya agar supaya kita tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dia menciptakan manusia dan tidak membiarkan manusia jatuh ke dalam kebinasaan. Dia ingin supaya manusia selamat dan menikmati kebahagiaan bersama Dia.

    Manusia sering jatuh ke dalam dosa dan menjauh dari-Nya. Pasti sakit rasanya ketika dijauhi oleh orang yang dicintai. Allah pun pasti merasa sakit ketika kita orang-orang yang dicintai-Nya menjauh dari-Nya. lalu apakah Allah lantas menjauhi kita juga? Tidak! Saudara terkasih, Dia tetap menunggu kita dan membuka tangan-Nya bagi kita.

    Dia telah berkurban bagi kita. kasih-Nya tak terhingga dalamnya, tak terukur panjangnya. Mari kita jumpai yang menunggu kita di sana. Mari kita kembali ke jalan-Nya. Jangan khawatir dan jangan takut, Tuhan selalu membuka tangan-Nya bagi kita. Dia akan menerima kita bagaimanapun keadaan kita. Seberapa sering saya menyadari keadaan yang sulit, menyesali diri, menyalahkan orang lain, kecewa pada Allah dan enggan memanggul salibku? Seberapa sering saya malas menolong orang lain yang menderita dan hanya berpusat pada kepentingan diri sendiri saja? Sejauh mana saya mampu merangkul kenyataan dan percaya akan karya keselamatan Allah?

Lentera Batin

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan menobatkan manusia

Bacaan Injil Hari Jumat 25 Maret 2016

Bacaan Injil Hari Jumat 25 Maret 2016, Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit, Bacaan Injil Hari Ini, Santo Katolik Dot Com

JUMAT AGUNG

Warna Liturgi Merah

Bacaan Pertama Hari Jumat 25 Maret 2016

Yes. 52:13-53:12

Yes 52:13
Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
Yes 52:14
Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia?begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi?
Yes 52:15
demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
Yes 53:1
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
Yes 53:2
Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
Yes 53:3
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
Yes 53:4
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Yes 53:5
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Yes 53:6
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Yes 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Yes 53:8
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
Yes 53:9
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Yes 53:10
Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Yes 53:11
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
Yes 53:12
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak

Mazmur Hari Jumat 25 Maret 2016

Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25

Mzm 31:2 (31-3)
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Mzm 31:6 (31-7)
Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
Mzm 31:12 (31-13)
Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.
Mzm 31:13 (31-14)
Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, ?ada kegentaran dari segala pihak! ?mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
Mzm 31:15 (31-16)
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Mzm 31:16 (31-17)
Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
Mzm 31:17 (31-18)
TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.

Bacaan Kedua Hari Jumat 25 Maret 2016

Ibr. 4:14-16; 5:7-9

Ibr 4:14
Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Ibr 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Ibr 4:16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Ibr 5:7
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Ibr 5:8
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
Ibr 5:9
dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Bacaan Injil Hari Jumat 25 Maret 2016

Yoh. 18:1-19:42

Yoh 18:1
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Yoh 18:2
Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
Yoh 18:3
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Yoh 18:4
Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”
Yoh 18:5
Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
Yoh 18:6
Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
Yoh 18:7
Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”
Yoh 18:8
Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”
Yoh 18:9
Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.”
Yoh 18:10
Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Yoh 18:11
Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”
Yoh 18:12
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Yoh 18:13
Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;
Yoh 18:14
dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.”
Yoh 18:15
Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar,
Yoh 18:16
tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
Yoh 18:17
Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: “Bukankah engkau juga murid orang itu?” Jawab Petrus: “Bukan!”
Yoh 18:18
Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.
Yoh 18:19
Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Yoh 18:20
Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
Yoh 18:21
Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”
Yoh 18:22
Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
Yoh 18:23
Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”
Yoh 18:24
Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.
Yoh 18:25
Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya: “Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?”
Yoh 18:26
Ia menyangkalnya, katanya: “Bukan.” Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: “Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?”
Yoh 18:27
Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.
Yoh 18:28
Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.
Yoh 18:29
Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?”
Yoh 18:30
Jawab mereka kepadanya: “Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!”
Yoh 18:31
Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”
Yoh 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
Yoh 18:33
Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?”
Yoh 18:34
Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?”
Yoh 18:35
Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?”
Yoh 18:36
Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
Yoh 18:37
Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”
Yoh 18:38
Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?” (18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.
Yoh 18:39
Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”
Yoh 18:40
Mereka berteriak pula: “Jangan Dia, melainkan Barabas!” Barabas adalah seorang penyamun.
Yoh 19:1
Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Yoh 19:2
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
Yoh 19:3
dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Lalu mereka menampar muka-Nya.
Yoh 19:4
Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.”
Yoh 19:5
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!”
Yoh 19:6
Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: “Salibkan Dia, salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.”
Yoh 19:7
Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
Yoh 19:8
Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia,
Yoh 19:9
lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: “Dari manakah asal-Mu?” Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya.
Yoh 19:10
Yoh 19:11
Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.”
Yoh 19:12
Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.”
Yoh 19:13
Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.
Yoh 19:14
Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”
Yoh 19:15
Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”
Yoh 19:16
Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.
Yoh 19:17
Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
Yoh 19:18
Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
Yoh 19:19
Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”
Yoh 19:20
Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Yoh 19:21
Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: “Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.”
Yoh 19:22
Jawab Pilatus: “Apa yang kutulis, tetap tertulis.”
Yoh 19:23
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian?dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
Yoh 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Yoh 19:25
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yoh 19:26
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
Yoh 19:27
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Yoh 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia?supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?:”Aku haus!”
Yoh 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Yoh 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yoh 19:31
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib?sebab Sabat itu adalah hari yang besar?maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Yoh 19:32
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
Yoh 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Yoh 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Yoh 19:35
Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
Yoh 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”
Yoh 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”
Yoh 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea?ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi?meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
Yoh 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
Yoh 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
Yoh 19:41
Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
Yoh 19:42
Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

Keteladanan dari Handuk dan Baskom (2)

(sambungan)

Terkait dengan apa yang dikatakan Yesus, mari kita kembali kepada kedua anak Zebedeus. Mereka sebenarnya bisa saja berada di sisi kanan dan kiri Yesus dalam banyak kesempatan. Mereka bisa berdiri disana ketika Yesus sedang berdoa di taman Getsemani. (Matius 26:36-46). Yesus sudah membawa mereka berdua bersama Petrus. (ay 37). Tetapi apa yang mereka lakukan? Tidak sampai sejam saja mereka sudah tertidur. (ay 40). Lalu mereka punya kesempatan lagi ketika Yesus ditangkap. (Markus 14:43-52). Tapi mereka memilih untuk melarikan diri. (ay 50). Selanjutnya, mereka pun bisa berada di sisi kanan dan kiri Yesus ketika Dia disalibkan. (Yohanes 23:33-49). Sekali lagi kita melihat bahwa mereka tidak melakukan itu, tetapi justru berdiri dari jauh dalam ketakutan dan hanya menonton saja. (ay 49). Semua ini menunjukkan bahwa mereka memang tidak mengerti apa yang mereka minta.

Yesus menjalankan tugasnya sampai tuntas dengan ketaatan penuh demi keselamatan kita semua. Dalam setiap prosesnya Yesus memberikan keteladanan secara langsung kepada murid-muridNya. Dia mengajarkan apa arti besar yang sesungguhnya. Bukan bukan dari pamor atau popularitas, bukan dari kekayaan, tetapi salah satunya lewat sebuah baskom dan selembar handuk. Yesus mau merendahkan diriNya untuk membasuh kaki para murid, sebuah pekerjaan yang pada saat itu seharusnya dilakukan oleh seorang hamba.

Apa yang dilakukan Yesus adalah radikal, dan mungkin kontroversial. Wajar jika murid-muridNya pun terkejut, termasuk Petrus. “Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” (Yohanes 13:6). Dan Yesus menjawab, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”(ay 7). Apa yang dilakukan Yesus mengacu kepada sebuah keteladanan, agar kita semua mau merubah pola pikir kita agar mengerti seperti apa kata besar itu menurut Kerajaan Allah. “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (ay 14-15).

Hidup di dunia yang penuh persaingan membuat kita seringkali lupa bagaimana gambaran yang seharusnya menurut hati Tuhan. Sampai batas-batas tertentu persaingan itu baik, apabila lewat persaingan itu kita menjadi termotivasi untuk semakin memberi yang terbaik dan terus bertumbuh. Tetapi ketika kita tergoda untuk menjadi yang terbesar melalui mencari kekayaan sebesar-besarnya, popularitas, status atau kejayaan di dunia, menghalalkan segala cara, itu sudah tidak lagi mencerminkan panggilan manusia yang sebenarnya menurut hukum Kerajaan Allah.

Teladan-teladan akan kerendahan hati, suka menolong, peduli terhadap jeritan orang lain, kebaikan, kejujuran, mendahulukan kepentingan orang lain seharusnya bisa terlihat dari kita, murid-murid Yesus yang saat ini ada di muka bumi. Menjadi pelayan, menjadi hamba dengan segala kerendahan hati, itu sangat sulit ditemukan hari-hari ini. Semua itu adalah tugas kita. Yesus sudah memberi keteladanan lewat sebuah baskom dan handuk, Dia juga sudah membuktikanNya dengan mengorbankan diri sepenuhnya untuk mati di atas kayu salib. Dan kita pun seharusnya bisa mengerti dan meneladani contoh yang telah Yesus sendiri berikan.

“Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Lukas 9:48b)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Keteladanan dari Handuk dan Baskom (2)

(sambungan)

Terkait dengan apa yang dikatakan Yesus, mari kita kembali kepada kedua anak Zebedeus. Mereka sebenarnya bisa saja berada di sisi kanan dan kiri Yesus dalam banyak kesempatan. Mereka bisa berdiri disana ketika Yesus sedang berdoa di taman Getsemani. (Matius 26:36-46). Yesus sudah membawa mereka berdua bersama Petrus. (ay 37). Tetapi apa yang mereka lakukan? Tidak sampai sejam saja mereka sudah tertidur. (ay 40). Lalu mereka punya kesempatan lagi ketika Yesus ditangkap. (Markus 14:43-52). Tapi mereka memilih untuk melarikan diri. (ay 50). Selanjutnya, mereka pun bisa berada di sisi kanan dan kiri Yesus ketika Dia disalibkan. (Yohanes 23:33-49). Sekali lagi kita melihat bahwa mereka tidak melakukan itu, tetapi justru berdiri dari jauh dalam ketakutan dan hanya menonton saja. (ay 49). Semua ini menunjukkan bahwa mereka memang tidak mengerti apa yang mereka minta.

Yesus menjalankan tugasnya sampai tuntas dengan ketaatan penuh demi keselamatan kita semua. Dalam setiap prosesnya Yesus memberikan keteladanan secara langsung kepada murid-muridNya. Dia mengajarkan apa arti besar yang sesungguhnya. Bukan bukan dari pamor atau popularitas, bukan dari kekayaan, tetapi salah satunya lewat sebuah baskom dan selembar handuk. Yesus mau merendahkan diriNya untuk membasuh kaki para murid, sebuah pekerjaan yang pada saat itu seharusnya dilakukan oleh seorang hamba.

Apa yang dilakukan Yesus adalah radikal, dan mungkin kontroversial. Wajar jika murid-muridNya pun terkejut, termasuk Petrus. “Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” (Yohanes 13:6). Dan Yesus menjawab, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”(ay 7). Apa yang dilakukan Yesus mengacu kepada sebuah keteladanan, agar kita semua mau merubah pola pikir kita agar mengerti seperti apa kata besar itu menurut Kerajaan Allah. “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (ay 14-15).

Hidup di dunia yang penuh persaingan membuat kita seringkali lupa bagaimana gambaran yang seharusnya menurut hati Tuhan. Sampai batas-batas tertentu persaingan itu baik, apabila lewat persaingan itu kita menjadi termotivasi untuk semakin memberi yang terbaik dan terus bertumbuh. Tetapi ketika kita tergoda untuk menjadi yang terbesar melalui mencari kekayaan sebesar-besarnya, popularitas, status atau kejayaan di dunia, menghalalkan segala cara, itu sudah tidak lagi mencerminkan panggilan manusia yang sebenarnya menurut hukum Kerajaan Allah.

Teladan-teladan akan kerendahan hati, suka menolong, peduli terhadap jeritan orang lain, kebaikan, kejujuran, mendahulukan kepentingan orang lain seharusnya bisa terlihat dari kita, murid-murid Yesus yang saat ini ada di muka bumi. Menjadi pelayan, menjadi hamba dengan segala kerendahan hati, itu sangat sulit ditemukan hari-hari ini. Semua itu adalah tugas kita. Yesus sudah memberi keteladanan lewat sebuah baskom dan handuk, Dia juga sudah membuktikanNya dengan mengorbankan diri sepenuhnya untuk mati di atas kayu salib. Dan kita pun seharusnya bisa mengerti dan meneladani contoh yang telah Yesus sendiri berikan.

“Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Lukas 9:48b)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Renungan Hari Kamis 24 Maret 2016

Renungan Hari Kamis 24 Maret 2016, Menjadi Manusia Ekaristi, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Kamis 24 Maret 2016

Menjadi Manusia Ekaristi

    Saudaraku, dalam beberapa hari ke depan kita akan merayakan peristiwa penting iman kita yakni Paskah. Namun tentulah tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung. Tidak ada kebangkitan tanpa adanya sengsara, dan juga kematian. Begitu juga hari ini menjadi peristiwa penting iman kita, sebab hari ini menjadi dasar bagi kita dalam merayakan Ekaristi. Di dalam peristiwa inilah perjamuan ekaristi yang setiap saat kita sambut bersumber. Yesus hari ini mengadakan perjamuan bersama para murid-Nya. keteladanan apa yang ditunjukkan Yesus bagi kita.

    Pembasuhan kaki dalam tradisi Yahudi biasanya dilakukan oleh para budak terhadap tuannya atau bagi tamu non Yahudi dan tamu terhormatnya. Apa yang terjadi hari ini? Yesus melakukan hal yang sebaliknya. Ia adalah Guru sejati membasuh kaki para murid-Nya. Ia ingin memberi teladan kerendahan hati dalam pelayanan konkret. Peristiwa Kamis Putih yang kita rayakan hari ini juga memberi semangat yang “Ekaristis” bagi kita. Kita selayaknya hidup bersumber dan berpuncak dalam ekaristi. Dari sinilah semangat dalam karya kita senantiasa mendapatkan kepenuhan. Meski godaan kadang melemahkan semangat kita untuk merayakan ekaristi, namun pernahkah kita juga mohon kekuatan untuk melawan godaan itu, atau justru semakin menjauh?

    Pribadi manusia yang ekaristis itu adalah pribadi yang memiliki semangat berbagi dengan yang lain. Jika Yesus memberikan hal terbaik dari diri-Nya bahkan nyawa-Nya seb  agai tebusan dari dosa-dosa kita, apa yang dapat kita bagikan dalam hidup kita untuk sesama? Banyak hal yang dapat kita timba dari semangat ekaristi. Kita seharusnya menjadi pribadi dengan semangat berbagi.

    Beranikah kita memberi diri bagi orang lain? Apakah saat ini kita rindu untuk berbagi dan menjadi pelayan sebagaimana yang dilakukan Yesus hari ini? Marilah kita bmewujudkan niat baik kita dengan bantuan Roh Kudus yang setiap saat dapat kita mihinkan. Mari bermenung.

Lentera Batin

Bacaan Injil Hari Kamis 24 Maret 2016

Bacaan Injil Hari Kamis 24 Maret 2016, Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya, Bacaan Injil Hari Ini, Santo Katolik Dot Com

KAMIS PUTIH

Warna Liturgi Pagi Ungu-Sore Putih

Bacaan Pertama Hari Kamis 24 Maret 2016

Kel. 12:1-8,11-14

Kel 12:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
Kel 12:2
“Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
Kel 12:3
Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Kel 12:4
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Kel 12:5
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Kel 12:6
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kel 12:7
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Kel 12:8
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Kel 12:11
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
Kel 12:12
Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
Kel 12:13
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
Kel 12:14
Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

Mazmur Hari Kamis 24 Maret 2016

Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18

Mzm 116:12
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Mzm 116:13
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Mzm 116:15
Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Mzm 116:16
Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!
Mzm 116:17
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Mzm 116:18
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

Bacaan Kedua Hari Kamis 24 Maret 2016

1Kor. 11:23-26

1Kor 11:23
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
1Kor 11:24
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
1Kor 11:25
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
1Kor 11:26
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Bacaan Injil Hari Kamis 24 Maret 2016

Yoh. 13:1-15

Yoh 13:1
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Yoh 13:2
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”
Yoh 13:8
Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
Yoh 13:9
Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”
Yoh 13:10
Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”
Yoh 13:11
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”
Yoh 13:12
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Yoh 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Yoh 13:14
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Yoh 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.