Author: Renungan Harian

Pilkada Serentak 2017, KWI, Rakyat Perlu Tahu Siapa yang Harus Dipilih

Romo Suprapto saat membawakan materi Seminar Pilkada Serentak 2017Pilkada Serentak 2017, KWI, Rakyat Perlu Tahu Siapa yang Harus Dipilih 0By John L. Wujon onJune 22, 2016KWI

JAKARTA, Mirifica news – Seperti halnya pilkada pada umumnya, pilkada serentak  2017 nanti merupakan sarana utama untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin terbaik di daerah. Pendapat ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) KWI, Romo Guido Suprapto  pada kesempatan seminar yang dilaksanankan di Aula Gedung KWI, Selasa (21/6).

Romo Prapto, begitu ia biasa disapa, mengatakan sebagai yang  mengawali proses jangka panjang menuju pilkada serentak di Indonesia pada tahun 2022, maka pilkada 2017 tentu  menjadi ajang uji kelayakan terhadap seluruh perangkat pendukung bagi terselenggranya pilkada yang berkualitas dan berintegritas.

Romo yang sehari-hari berkecimpung dalam karya pastoral Kerasulan Politik dan Kaderisasi awam Katolik untuk terlibat dalam bidang politik, mengatakan  yang namanya mengawali proses merupakan hal yang penting, terutama dalam hal peluang rakyat untuk menyatakan pilihannya, mempersiapkan warga untuk menjadi pemilih cerdas (tahu siapa yang akan dipilih), supaya tidak hanya terbatas pada memotivasi rakyat  untuk memilih tapi juga memilih siapa dan bagaimana proses pemilihan dapat dijamin kualitas pelaksanaannya, yakni langsung, umum, bebas dan rahasia.

“Rakyat perlu tahu siapa yang harus dipilihnya”, ujar Romo Prapto.

Peserta Seminar Pilkada Serentak 2017 di Aula Gedung KWI Jakarta,( Foto:Dok. Komsos KWI)Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk mengantisipasi masalah dan ancaman pilkda serentak –  tentu saja hal ini tidak bermaksud menengarai adanya ancaman  – proses rekruitmen calon pemimpin selalu mengundang perhatian khusus dari masyarakat.

“Banyak orang merasa dirinya paling baik dan paling pantas untuk maju, tetapi setelah terpilih justru banyak mendatangkan masalah di daerah”, katanya.

Ia juga mewanti-wanti bahwa persaingan dalam kontestasi sering sangat tajam, bahkan tidak jarang menggunakan kekerasan. “ Pilkada serentak semestinya mengatasi atau bebas dari ancaman ini, apalagi kerusuhan yang membawa korban jiwa maupun harta”, tegas Romo Prapto.

Terkait politik transaksional, Romo Prapto mengatakan bahwa hal ini juga seringkali menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Maka ia menganjurkan, siasat politik yang menggunakan segala cara harus diredam, perlu adanya ketersediaan hukum yang menyangut segala aspek merupakan satu tuntutan dan harus disertai dengan penegakan hukum demi kualitas pilkada serentak.

Beberapa hal yang ditawarkan Komisi Kerasulan Awam KWI  disampaikan sebagai bagian dari sumbangan pemikiran dan bentuk  dukungan terhadap pilkada serentak demi terciptanya kualitas demokrasi Indonesia sekaligus juga untuk menjaga kelangsungan bangsa.

========

Kredit foto: Romo Guido Suprapto dan narasumber lainnya saat Seminar Pilkada Serentak 2017 di Aula Gedung KWI, Jakarta

 

Oase Kehidupan, Kamis: 23 Juni 2016|2 Raj. 24:8-17|Mzm. 79:1-2,3-5,8,9|Mat.7:21-29|T

Berbuah di dalam perbuatanOase Kehidupan, Kamis: 23 Juni 2016|2 Raj. 24:8-17|Mzm. 79:1-2,3-5,8,9|Mat.7:21-29|T 0By RD. Anton Prakum onJune 23, 2016Harian, Jendela Alkitab

Tolonglah Kami

TIDAK asing di telinga kita. Seruan minta tolong. Suara dari tengah penderitaan hebat. Bangsa Yehuda pada zaman raja Yoyakhin mengalami goncangan hebat. Sebabnya, raja melakukan banyak kejahatan. Tidak setia pada perjanjian dengan Allah. Bangsa lain pimpinan raja Babel Nebukadnezar kembali menguasai tanah suci. Mereka mengambilalih Bait Suci dan kekayaan istanah. Raja Yoyakhin dan segenap warga bangsanya hidup sebagai orang buangan di Babel. Anak cucu mereka sangat menderita. Mereka berseruh minta tolong. Semoga Allah nenek moyang tidak lagi memperhitungkan kesalahan nenek moyang ke atas mereka. Belajar dari raja Yoyakhin, kita tidak boleh lupa akan kekuatan kita sendiri. Ketetapan dan peraturan Tuhan menjadi dasar di mana kita membangun kehidupan kita. Itulah sebabnya, Yesus mengkonsentrasikan perhatian kita pada sabda-sabda-Nya.

Orang yang mendengar dan melakukan sabda-Nya ibarat orang bijaksana membangun rumah di atas batu wadas. Banyak rumah tangga mengalami goncangan hebat karena suami-istri, orangtua melakukan banyak kejahatan. Banyak anak dari keluarga yang demikian mengalami kerusakan moralitas. Mereka bagaikan orang-orang buangan. Sangat menyedihkan. Sebelum terlambat, mari kita jadikan Sabda Tuhan selalu menjadi pegangan, pelita dan terang bagi jalan hidup keluarga kita, anak cucu kita. Sejauhmana anda dan keluarga hidup dalam sukacita karena selalu mendengar dan melaksanakan firman Tuhan? ‘Tuhan Yesus, tolonglah kami yang menderita karena dosa kami. Kuatkanlah kami dengan sabda-Mu. Amin’ (RD. Antonius Prakum Keraf, Pr – Pengasuh Oase, kontributor mirifica.net)***

======

Kredit Foto:

Rumah Tunggu: Bukti Kolaborasi Karya Sosial Karitatif SVD, Pemerintah dan LSM Di Labuan Bajo

Sebuah terobosan dibuat oleh para pastor SVD dalam kerjasama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka berhasil membangun tempat yang dinamakan Rumah Tunggu, yakni sebuah tempat yang aman dan nyaman untuk ibu hamil menjelang persalinan, ibu nifas dan bayi serta pendampingnya

Secara lebih spesifik, pembangunan Rumah Tunggu ini sukses dibuat berkat kerja sama antara dinas kesehatan Kabupaten Manggarai (pemerintah) dengan Badan Pertimbangan Kesehatan Daerah Kabupaten Manggarai Barat yang diketuai oleh Pastor SVD dan Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt (LSM).

Pembangunan Rumah Tunggu ini dimaksudkan untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan program revolusi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Faktor topografi yang sulit di Labuan Bajo dikatakan menjadi alasan tantangan utama pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan dalam meningkatkan jumlah persalinan ke fasilitas kesehatan.

Pastor Marselinus Agot, SVD selaku Ketua Badan Pertimbangan Kesehatan Daerah Kabupaten Manggarai Barat,Rabu (22/6/2016) mengatakan bahwa keberhasilan membangun Rumah Tunggu sebenarnya sebagai bukti masyarakat aktif dan pemerintah responsif.

“Kita mendorong masyarakat untuk selalu aktif dalam menjemput program pemerintah, dan pemerintah pun kita minta untuk selalu responsif menyikapi kesulitan yang dihadapi masyarakat” ujarnya.

Ketika ditanya tentang kesuksesannya dalam menjalin kemitraan dengan dinas kesehatan Kabupaten Manggarai Barat dan LSM AIPMNH, pastor yang juga pengelola Hotel Green PRUNDI ini sangat antusias memberikan penjelasan.

“Kesuksesan hanya bisa kita peroleh dengan membangun dialog kehidupan, sehingga kita bisa mengoptimalkan segala hal yang terbatas, termasuk akses ke fasilitas kesehatan” jelas Pastor Marselinus Agot, SVD.

“Untuk kemajuan daerah ini (Labuan Bajo, red) saya selalu pakai prinsip ‘Pemerintah Tidur Kita Cubit.”tambahnya.

Selain itu dalam menjalankan pelayanan lintas kepentingan, Pastor Marselinus Agot,SVD juga selalu menerapkan spirit 6S yaitu senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sayang.

Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , , , , ,

Serigala Berbulu Domba

YESUS mengingatkan kita agar waspada terhadap para nabi palsu. Mereka bagaikan serigala berbulu domba yang dapat mengelabui kita melalui penampilan yang menarik dan tutur kata yang manis. Namun dibalik penampilan lahiriah yang memikat, terdapat pikiran dan hati yang jahat, yang bertujuan untuk menyeret kita agar melangkah di jalan yang salah.

Mari selalu melekat kepada Yesus, mohon bimbinganNya agar kita:

dimampukan untuk membedakan hal yang baik dan benar dari hal yang jahat dan salah, sehingga tidak menyimpang dari jalanNyamenghasilkan buah-buah kasih dan kebaikan bagi sesama

Sumber: Sesawi.net

5 pencarian oleh pembaca:

  1. kata bijak serigala berbulu domba
  2. ilustrasi serigala berbulu domba
  3. kata bijak musang serigala
  4. renungan malam ttg musang berbulu domba
  5. srigala berbulu domba
Tags : , ,

Karya Iman di Atas Batu Karang

Kamis, 23 Juni 2016
Pekan Biasa XII
2Raj 24:8-17; Mzm 79:1-2.3-5.8.9; Mat 7:21-29

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas.”

DALAM bacaan Injil hari ini Yesus Kristus mengingatkan kita bahwa menjadi pengikut dan murid-Nya menantang kita untuk hidup sebagaimana seharusnya kita (seperti kehendak-Nya). Maka Ia bersabda, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan,’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.” (Mat 7:21).

Apa artinya? Melakukan kehendak Bapa berarti melakukan karya karitatif dan pelayanan kerahiman yang mengalir dari Ekaristi dan doa-doa kita di hadapan Sakramen Mahakudus. St. Yakobus mengingatkan kita bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati (Yak 2:20). Karya-karya iman diungkapkan dalam perayaan Sakramen-Sakramen dan melakukan karya karitatif.

Iman akan Yesus Kristus tidak untuk puas diri. Ia menuntut bahwa kita memberikan diri kita pada sesama. Apakah iman kita pada Kristus sekadar demi kepuasan diri kita? Apakah iman itu mendorong kita untuk melakukan karya-karya karitatif?

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita ingin membangun iman di atas batu karang. Kita membangunnya baik dalam perayaan-perayaan liturgis dan doa kita maupun dalam karya-karya karitatif kita.

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami kekuatan untuk berubah. Bantulah kami memberikan diri kepada sesama. Doronglah kami untuk melakukan karya-karya karitatif hingga kami melakukan kehendak-Mu kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Tags : ,

Sabda Hidup: Rabu, 22 Juni 2016

Paulinus dr Nola

Yohanes Fisher, Thomas More

warna liturgi Hijau

Bacaan

2Raj. 22:8-13; 23:1-3; Mzm. 119:33,34,35,36,37,40; Mat. 7:15-20. BcO Ezr. 7:6-28

Bacaan Injil: Mat. 7:15-20.

15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Renungan:

SUATU kali aku pergi ke tempat penjual tanaman buah. Di sana penjual menjelaskan tanaman buah yang dijual. Dia mengatakan kalau pohon A buahnya akan besar-besar, buah B buahnya manis tapi isinya agak besar dan lain-lain. Setelah itu aku pun membeli beberapa tanaman tersebut. Beberapa tahun kemudian tanaman itu berbuah. Dan benar yang diomongkan oleh si penjual buah.

Yesus mengatakan, “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?” (Mat 7:16). Kita mengenal sesuatu yang baik dan tidak itu dari buahnya.

Di kehidupan kita sehari-hari kita pun bisa mengenal sebuah keluarga dari anak-anaknya. Kehidupan anak-anak menggambarkan bagaimana keluarga itu hidup dan bertumbuh. Maka jadi panggilan kita untuk menjaga pendidikan anak-anak.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu. Bayangkan anak-anakmu. Lihatlah bagaimana pendampinganmu pada mereka.

Refleksi:

Bagaimana menghasilkan buah yang baik dalam keluargamu.

Doa:

Tuhan semoga aku mampu menghasilkan buah-buah yang baik. Semoga hidupku menjadi kesaksian kebaikanmu. Amin.

Perutusan:

Aku akan menjaga kualitas buah yang kuhasilkan. -nasp-

Sumber: Sesawi.net

Tags : ,

Puisi: Indah karena Ikhlas (2)

Ilustrasi keihlasan (Ist)

tetap kuterima

dengan penuh Syukur dan Cinta

dan sebagai Keindahan Karunia

Baca juga:   Puisi: Heran tak Habis Mengerti (1)

saat menyambut penuh Sukacita

dan menyelenggarakannya

dengan Bahagia

seturut kehendak-Nya

program Ibunda Istimewa

demi Nyai Hajah Shinta Nuriyah

menyapa Anakanak Bangsa

dengan Bungahsumringah

di tahun ke-16

di bulan 6 tanggal 16

tahun 2016

terima kasih

ya Kangmas Timur Suprabana

terima Kasih

yang Memotret sempurna

ini moment penuh Kasih

merawat sikap Bersaudara

indah Ikhlas tanpa Pamrih

Pudak Payung, 16.6.16

avatar Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS), Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, dan tugas pastoral di Paroki Ungaran, Kab. Semarang. Pernah menjabat Rektor Seminari Tinggi Sinaksak di Pematang Siantar, Sumatra Utara, dan suka saksofon.

Sumber: Sesawi.net

Being Good Tree with Good Fruits

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

MY daily reflection and prayer:
Wednesday, June 22, 2016
Twelfth Week in Ordinary Time

Dear my friends,
Here is the Gospel for us today according to St. Matthew 7:15-20

Jesus said to his disciples, “Beware of false prophets, who come to you in sheep’s clothing but inwardly are ravenous wolves. You will know them by their fruits. Are grapes gathered from thorns, or figs from thistles? So, every sound tree bears good fruit, but the bad tree bears evil fruit. A sound tree cannot bear evil fruit, nor can a bad tree bear good fruit. Every tree that does not bear good fruit is cut down and thrown into the fire. Thus you will know them by their fruits.”

This is the Gospel of the Lord. Praise to you Lord Jesus Christ.

***

LET’S focus our reflection on these Jesus’ words that every good tree bears good fruits. A good tree cannot bear bad fruit.

Jesus Christ gives us a simple but good criterion for measuring the work of us and of other people. Let’s see the good fruits of our life. We are to look at what we and other people produce.

Everything good we produce indicates who we are. So now, the question is what good fruits are we producing for God and others? Have we been open to new life? Do we dedicate a fair amount of time to serving others? Do we help worthwhile charities?

In the Perpetual Adoration of the Eucharist while adoring Jesus Christ we learn to be a good tree bears good fruits in our life. There we realize that we can only produce everything good in our life, when we are united to him in prayer.

Let’s pray: Lord Jesus Christ, before we produce anything good in our life, we need to be united to you in prayer. We believe in your presence in the Eucharist. It gives us the assurances that you really are with us until the end of time. Help us to be aware of our weakness and inclination to sin, so we trust all the more in your forgiveness and mercy now and forever. Amen.

Sumber: Sesawi.net

Tags : ,

Frater Projo Keuskupan Ruteng Gelar Konser di Paroki Narang

Frater projo Keuskupan Ruteng menggelar konser ‘Satu Hati Aneka Kasih’ di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa malam (14/6/2016).

Konser ini menutup secara resmi seluruh rangkaian kegiatan live in frater projo Keuskupan Ruteng di Paroki Narang yang berlangsung sejak Kamis (9/6/2016). Konser diisi dengan vokal group, drama berjudul saat jubah bikin gerah, tarian topeng, iklan kreasi frater Dior, dance dari OMK Paroki Narang dan lagu sekami Paroki Narang.

“Konser malam ini adalah sebuah kado terindah yang dapat kami berikan kepada semua umat yang ada di Paroki Narang. Konser ‘Satu Kasih Aneka Aksi’ merupakan bentuk ungkapan kasih dan cinta kami kepada semua umat yang telah menerima kami para frater selama ini. Kasih yang kami bagikan malam ini bersumber dari Allah yang adalah sumber kasih dan kami bagikan dalam sejumlah aksi di atas pangung ini,”ungkap Ketua Frater Dioses Ruteng, Frater Endik Suhardin.

Frater Endik juga mengajak setiap kaum muda dan anak-anak untuk mengambil bagian dalam panggilan khusus untuk menjadi imam, biarawan dan biarawati. Sebab gereja dalam dunia sekarang membutuhkan imam untuk menjalankan misi Allah dalam dunia.

Sementara itu RD. Lorens Saya, selaku Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Narang mengatakan bahwa live in dan konser dari para frater dioses Ruteng adalah usaha untuk menanamkan benih panggilan bagi umat Paroki Narang.

“Kegiatan ini merupakan sebuah rahmat bagi semua umat Paroki Narang untuk menanamkan benih panggilan bagi anak-anak dan kaum muda di paroki ini sehingga bisa mengambil bagian dalam panggilan khusus untuk menjadi imam,” tegas Pastor Lorens Saya, Pr

Dalam kesempatan itu RD Lorens Saya juga menghimbau umat Paroki Narang untuk merelakan anak-anaknya menjadi imam, biarawan dan biarawati. ”Sebagaimana para Frater bersedia datang dan tinggal bersama kita serta memberikan kado terindah mereka pada malam hari ini, maka umat diminta untuk merelakan anak-anak kita untuk menjadi imam,” ungkap RD. Lorens Saya

Hadir dalam konser ini para pengurus dewan pastoral Paroki Narang, dan ribuan umat . Para Frater yang menjalankan live in di Paroki Narang berjumlah 64 Frater. Kegiatan live in menjadi rutinitas tahunan bagi frater Keuskupan Ruteng yang sedang menjalankan formasi di lembaga pendidikan Seminari Tinggi St.Petrus Ritapiret, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

avatar Mahasiswa Semester V STFK Ledalero dan Ketua KM.Centro Jhon Paul II di Riatepiret. Tinggal di Seminari Tinggi St.Petrus Ritapiret, Maumere- Flores-NTT, Jalan Trans Flores, Nita Maumere, PO BOX 132 Maumere 86101. Email : Arnoljemadu@yahoo.co.id/arnoljemadu@gmail.com HP : 082341370818 Akun Facebook : Anox Jemadu

Sumber: Sesawi.net

Jadikan Yesus Sebagai Pusat Kehidupan Kita

YESUS mengatakan bahwa orang yang bijak mendirikan rumahnya di atas batu.

Demikian pula hidup kita, hendaknya dibangun di atas iman yang kokoh. Hanya dengan berdoa dan menghafal firmanNya saja tidaklah cukup untuk masuk ke dalam kerajaanNya. Kita dituntut untuk mewujudkan iman tersebut dengan cara melaksanakan kehendakNya dan mengaplikasikan ajaranNya dalam keseharian hidup kita.

Mari jadikan Yesus sebagai pusat kehidupan kita agar kita dapat tetap berdiri teguh di tengah badai kehidupan dan godaan duniawi yang menggiurkan. Perkenankan sabdaNya membentuk kita dan menuntun kita menuju keselamatan, serta miliki integritas dan komitmen untuk senantiasa memilih jalan kebenaranNya apapun situasi dan kondisi yang kita hadapi.

Sumber: Sesawi.net

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah yesus pusat kehidupan