Australia Grebek 25 Sasaran, Gagalkan Rencana Teror ISIS di Sydney dan Brisbane

nsw 3800-an polisi bersenjata lengkap dengan aneka tameng pertahanan dan amunisi baru saja menggrebek beberapa rumah di Sydney (New South Wales) dan Brisbane (Queensland). Operasi penggrebegan yang disebut-sebut paling besar dalam sejarah Australia menaklukkan terorisme dalam negeri ini dilakukan sebagai bagian dari operasi menggagalkan rencana terror yang dilakukan kelompok militan di Negeri Kangguru ini. Operasi dengan […]

nsw 3

800-an polisi bersenjata lengkap dengan aneka tameng pertahanan dan amunisi baru saja menggrebek beberapa rumah di Sydney (New South Wales) dan Brisbane (Queensland). Operasi penggrebegan yang disebut-sebut paling besar dalam sejarah Australia menaklukkan terorisme dalam negeri ini dilakukan sebagai bagian dari operasi menggagalkan rencana terror yang dilakukan kelompok militan di Negeri Kangguru ini.

Operasi dengan target utama melumpuhkan jaringan terror kelompok militant yang terkait dengan ISIS ini terjadi hanya sepekan setelah Pemerintah Australia mengeluarkan pernyataan resmi tentang tingkatan bahaya terror yang telah ‘mengintip’ Negeri Kangguru ini. Dari kriteria empat tahapan sesuai dengan UU Anti-Teror yang telah berlaku di Australia sejak tahun 2003, early warning sepekan lalu itu mengacu pada level tertinggi.

Level ‘tertinggi’ berarti ancaman terror itu sebentar lagi atau malah sudah terjadi.
Satu orang tersangka teroris kini langsung didakwa dengan tuduhan mau melakukan terror, sementara 15 orang lainnya ditahan guna penyelidikan lebih lanjut. Operasi besar-besaran ini terjadi, ketika 800-an polisi menggrebek tak kurang dari 20-an rumah yang dicurigai sebagai ‘tempat berkumpulnya’ para anggota kelompok militant terkait dengan ISIS.

nsw 2Meski tidak menyebut terang-terangan, namun PM Australia Tony Abbot menyatakan bahwa penggerebekan itu harus dilakukan setelah jaringan intel Australia menerima informasi mengenai rencana ‘pembantaian’ di kawasan terbuka oleh kelompok ini. Berbagai analis keamanan menyatakan, rencana ‘pembantaian di tempat terbuka’ itu tak lain adalah model pembunuhan dengan cara menggorok leher orang di tengah keramaian sebagaimana pernah terjadi di London Selatan, tahun 2013 silam.

Dua warga Nigeria nekad menggorok seorang serdadu Inggris di sebuah trotoar jalanan umum di tengah keramaian orang.

Sumber: BCC, CNN

Kredit foto: New South Wales Police/BBC

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply