AskINSPIRE: Karismatik

Karismatik

AskINSPIRE: Karismatik Tano Shirani Self Management, Faith and Spirituality

Ada pertanyaan yang masuk ke INSPIRE:



Kak, aku mau cerita sedikit, aku berharap Kakak bisa memberi penjelasan. Jadi begini: Suatu hari, aku diajak temanku untuk ikut Persekutuan Doa (PD) di salah satu Gereja Katolik. Setelah aku ikut, aku kaget karena di PD tersebut volume musiknya sangatlah keras, dan nada musiknya seperti konser band. Yang aku pikir, “Mau berdoa, tetapi kok musiknya keras banget? Bukannya kalau berdoa itu harus dalam suasana hening, biar bisa fokus sama Tuhan?” Persekutuan tersebut berlangsung selama 2 jam, dan bukan dipimpin oleh seorang romo (pastor) melainkan dipimpin oleh orang biasa. Aku berpikir kalau persekutuan doa semacam itu adalah cara berdoa umat Kristen Protestan, tapi kenapa di Gereja Katolik ada seperti itu? Bagaimana menurutmu, Kak?



Terima kasih atas pertanyaannya. Banyak orang punya pertanyaan semacam ini setelah pengalaman kontak pertama dengan Pembaharuan Karismatik. Kita perlu melihat sejarahnya.

Sejarah Pembaharuan Karismatik

Salah satu ciri budaya Afrika adalah ungkapan yang melibatkan gerak tubuh. Bagi mereka, mengungkapkan perasaan lewat teriakan, tarian, tepukan tangan, atau gerak-gerik tubuh lainnya, adalah hal yang alamiah. Dalam perayaan Ekaristi pun mereka secara spontan melakukannya. Di kalangan orang-orang kulit hitam di Amerika Serikat, ungkapan ini juga diperlihatkan. Istilah untuk pengungkapan diri dengan gerak-gerik tubuh semacam ini adalah ciri korporeal.


Pada awal abad ke-20 Pentakostalisme lahir di Amerika Serikat. Yang menjadi dominan adalah bentuk yang ada di kalangan kulit hitam di wilayah Los Angeles. Ciri ibadat yang korporeal ini ikut masuk, sehingga dalam perjalanan waktu pertemuan-pertemuan doa di kalangan orang-orang Pentakostal kerap diidentikkan dengan ibadat yang berciri korporeal. Bertepuk tangan dan menggerakkan tubuh banyak ditemukan dalam kelompok Pentakostal itu.


Sekitar enam puluh tahun kemudian, di bulan Februari 1967, sekelompok mahasiswa-mahasiswi dan dosen-dosen muda Katolik di Universitas Duquesne Amerika Serikat yang sedang retret bersama mengalami hal yang serupa dengan yang ada di kalangan Pentakostal. Demikianlah dalam Gereja Katolik lahir Gerakan Pembaharuan Karismatik. Sekitar sepuluh tahun kemudian, gerakan pembaharuan hidup dalam Roh Kudus ini masuk ke Indonesia.

Gerakan Karismatik Katolik

Gerakan Karismatik Katolik sejak awal adalah gerakan awam. Adalah berkat bagi kebangkitan dan pembaharuan Gereja jika semakin banyak awam dikobarkan oleh kerinduan untuk mengikuti Yesus secara lebih dekat, dan untuk ikut serta dalam karya pewartaan Gereja.


Ciri korporeal tidak lagi dipermasalahkan sebagai ciri budaya Afrika, atau sebagai unsur pentakostal. Orang Karismatik Katolik juga bertepuk tangan, menari, dan melakukan gerakan dengan tubuh. Mazmur 150 juga meneguhkan ungkapan korporeal: “Pujilah Allah, … dengan tiupan sangkakala … dengan gambus dan kecapi, … rebana dan tari-tarian, … dengan permainan kecapi dan seruling, … dengan ceracap yang berdenting, … berdentang …. !”


Musik dikemas sesuai dengan ciri korporeal. Suka cita, semangat, keyakinan iman, bahkan rasa bakti kepada Tuhan, diungkapkan secara korporeal dan didukung oleh musik keras bergelora. Ciri korporeal dan musik keras sangat berbeda dari ciri yang umum dalam Katolik klasik, juga berbeda dari banyak gereja Kristen arus utama yang cenderung tenang dan syahdu.

Pertemuan Karismatik adalah Salah Satu Alternatif Sarana

Jadi, yang dijumpai itu adalah sebuah persekutuan doa Karismatik Katolik dengan musik bising dan bersemangat, sejalan dengan ciri korporeal, dan peran awam sebagai pewarta sabda. Ada yang merasa cocok, ada yang tidak. Tiap kelompok doa berbeda, dan tentu menimbulkan kesan yang berbeda. Coba saja datang ke pertemuan doa Karismatik Katolik yang lain.


Yang lebih penting, melalui Pembaharuan Karismatik atau tidak, mengungkapkan perasaan dengan ciri korporeal atau tidak, tiap pengikut Yesus diundang untuk semakin dalam mengalami Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang mengubah hidupnya dan mempercayakan karya pewartaan bagi sebanyak mungkin orang. Tiap murid Kristus diundang untuk semakin terbuka pada berbagai karisma Roh Kudus demi kebaikan seluruh Gereja.


Sumber: Inspire.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply