Asal Iman dan Sumber Dayanya (1)

0
2

Ayat bacaan: Roma 10:17
==============
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Dalam dua renungan terdahulu kita sudah melihat bahwa iman dan kesabaran haruslah berjalan beriringan secara seimbang agar kita bisa mengalami penggenapan janji Tuhan. Hari ini saya ingin fokus lebih dalam tentang iman. Dari mana iman itu timbul, lalu apa yang menjadi ‘sumber daya’ dari iman ini agar tetap hidup dan menyala dengan baik dalam diri kita.

Dari mana iman timbul? Firman Tuhan menyebutkan dengan jelas dari mana iman itu datang. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). So, faith comes by hearing and what is heard comes by the preaching of Christ. Iman bukanlah sesuatu yang otomatis ada, melainkan hadir dan bertumbuh lewat pendengaran akan firman Tuhan. Ini tentu saja bukan berarti kita cukup hanya satu kali mendengar, tetapi harus menjadi sebuah proses terus menerus. Ayat selanjutnya dalam Roma pasal 10 kemudian disambung dengan kalimat berikut: “Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya?” (ay 18-19a). Ayat ini dengan jelas mengingatkan bahwa meski iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan, kita jangan sampai berpuas diri dan berhenti pada mendengar saja, tetapi juga harus menanggapinya dengan menerapkan firman Tuhan itu dalam setiap sisi kehidupan kita.

Sekarang kita lihat apa yang menjadi sumber tenaga atau sumber daya dari iman ini, agar bisa tetap menyala dalam hidup kita. Is there any such thing? Actually yes, there is. Mari kita baca ayat berikut ini: “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.” (Galatia 5:6).

Saya akan beri sebuah ilustrasi sederhana. Hidup kita saat ini sangatlah tergantung dari listrik. Hampir semua peralatan di rumah kita memerlukan sumber energilistrik agar bisa menyala dan berfungsi. Di dapur, di kamar, di ruang kerja, bahkan di kamar mandi. Kulkas, rice cooker, oven, komputer, televisi, hair dryer, air conditioner, itu hanyalah sebagian dari benda-benda yang bisa ditemukan hampir disetiap rumah saat ini yang semuanya memerlukan listrik. Jika listrik padam, kita pun akan bingung karena tidak bisa berbuat apa-apa. Di Indonesia kebutuhan akan listrik mencapai 173 terra-watt per jam (tWh) dan mengalami peningkatan sekitar 8%-10% setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa kita sangatlah tergantung pada sumber energi listrik agar bisa beraktivitas.

Seperti itu pula iman kita. Dari ayat Galatia 5:6 di atas kita harus menyadari bahwa ada sesuatu yang terus menggerakkan iman untuk bekerja. Dalam surat Galatia Paulus banyak mengingatkan jemaat tentang apa yang penting atau punya makna menyangkut keselamatan. Ia menyinggung tentang banyaknya orang yang lebih bergantung kepada prosesi, tata cara atau ritual-ritual lengkap dengan perulangannya. Banyak yang menganggap ini sebagai hal penting untuk mendatangkan keselamatan, Dan Paulus pun memperbaiki pemikiran seperti itu. Apa yang dikatakan Paulus sesungguhnya mudah untuk dicerna.

(bersambung)

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here