Asah Kepekaan Dan Kepedulian, Miliki Belas Kasih, Berbagi Dengan Tulus

MANUSIA selalu berpikir secara rasional, apa yang menurutnya terbatas bagi dirinya, pasti tidak mungkin cukup untuk dibagikan kepada orang lain. Faktor inilah yang mendorong banyak orang untuk enggan berbagi kepada sesamanya; mereka lebih mengutamakan kenyamanan diri sendiri.

Lewat kisah penggandaan lima roti dan dua ikan, Yesus mengetuk hati kita untuk:

Peka dan peduli terhadap keadaan sekitar kita. Jangan bersikap masa bodoh dan pergi menghindar agar terlepas dari tanggung jawab yang harus kita emban.Berbelas kasih kepada orang yang membutuhkan uluran tangan kita.Memiliki kemauan untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata

Sadari bahwa kekuasaan Tuhan tak terbatas; Ia sanggup mengadakan segala perkara. Persembahkan apa yang kita miliki kepadaNya secara tulus, Ia pasti turun tangan untuk mengubah hal yang kecil dan sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa, yang berguna bagi banyak orang. Mari asah kepekaan dan kepedulian kita, tumbuhkan belas kasih dan jadilah saluran berkat bagi yang membutuhkan.

 Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: