As A Man Thinketh

Ayat bacaan: Amsal 23:7
====================
“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”

as a man thinketh, we are what we think


Ada sebuah buku yang cukup menggemparkan ketika pertama kali diterbitkan pada tahun 1902. Karya James Allen itu berjudul As A Man Thinketh (Seperti Yang Dipikirkan Seseorang), bercerita tentang kekuatan pikiran untuk menjadi sukses. Kata As A Man Thinketh diambil dari bagian pertama kitab Amsal 23:7. Mungkin dalam bahasa Indonesianya kurang jelas, seperti yang dapat dibaca pada ayat bacaan hari ini. Tapi dalam bahasa Inggris versi King James, ayat tersebut berbunyi: “For as he thinketh in his heart, so is he.” Kurang lebih kalau diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari bunyinya: You Are What You Think. Banyak orang berpendapat bahwa apa yang ditulis James Allen tidaklah alkitabiah karena memusatkan segala sesuatu pada pikiran manusia dan bukan pada Tuhan. Banyak pula yang berpendapat bahwa apa yang perlu kita jaga sebenarnya adalah hati. Tidak salah, karena Amsal 4:23 berkata “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Lebih lanjut Salomo berkata lagi, “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”(Amsal 27:19). Tapi apakah benar pikiran tidak mempunyai peran sama sekali bagi kita?

Saya tidak akan fokus kepada benar tidaknya karya James Allen menurut alkitab. Yang ingin saya tulis hari ini adalah bagaimana korelasi antar pikiran dengan perkembangan iman kita. Sadar atau tidak, pikiran kita adalah salah satu faktor besar yang menentukan seperti apa hidup kita, dan bagaimana hidup kita ke depan. Jika pikiran kita negatif, maka hidup kita pun akan penuh dengan hal-hal negatif. Selalu curiga, sulit percaya, pesimis, keraguan, misalnya, adalah beberapa diantaranya. Sebaliknya jika seseorang punya pikiran positif, maka hidupnya pun akan berisikan hal-hal positif. Semangat, jujur, tekun, tabah, optimis, tidak berburuk sangka dan hal positif lainnya akan menjadi pola kehidupan mereka. Pikiran negatif akan membuat orang hidup tanpa pengharapan. Dan hidup tanpa pengharapan tidaklah sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan buat kita. Orang yang pikirannya jahat hidupnya akan penuh dengan hal-hal jahat seperti menipu, mencuri, menyakiti dan lain-lain. Sebaliknya orang yang pikirannya baik akan berlaku santun pada orang lain, tidak cepat menuduh tanpa bukti dan sebagainya. Artinya, you are what you think, atau as a man thinketh, memang berpengaruh dalam kehidupan kita.

Jika demikian, kemanakah sebaiknya pikiran kita dipusatkan, agar pikiran kita tetap sehat dan tidak terkontaminasi dengan berbagai pikiran negatif, jahat atau kotor? Daud berkata, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1). Ayat ini berbicara mengenai kehidupan orang percaya yang berpusat pada Tuhan. Di dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa selalu ada pengharapan dan keyakinan jika kita berpusat pada Tuhan. Dalam kesempatan lain, Tuhan Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27). Yesus adalah harta kita terbesar, dan berpusat padaNya kita akan mendapat damai sejahtera Kristus, yang tidak akan pernah sama seperti yang dapat diberikan dunia pada kita. Kemudian dalam Filipi 4:8, Paulus berkata “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Paulus mengajak kita semua untuk mendasarkan pikiran kita terhadap hal-hal positif.

Pikiran negatif cepat atau lambat akan merusak hidup kita, mengganggu kesehatan kita dan akan menjauhkan sukacita dari kehidupan kita. Hati memang harus kita jaga dengan baik, tapi jangan lupa pikiran kita pun harus selalu kita pelihara baik. Kita bisa meraih sukses, berkat akan turun atas usaha kita, bukan karena segalanya berpusat pada pikiran kita, tapi karena kita menaklukkan pikiran kita untuk berpusat pada Kristus.

We are what we think, put our thought based on Christ and be blessed!

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment