Apa Yesus Mendirikan Paroki Limpung di Kabupaten Batang?

“APAKAH Yesus Kristus hadir ke dunia, untuk mendirikan paroki?”

Demikianlah penggalan kalimat yang sering saya ungkapkan pada beberapa kesempatan. Itu saya katakana, setiap kali berjumpa dengan umat dalam rangka persiapan jangka panjang membangun Paroki Limpung di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Secara administratif gerejani, Paroki Limpung ini masuk wilayah otoritas Keuskupan Purwokerto.

Ketika pertanyaan ini disodorkan, tak ada seorang pun mau menjawab.

Pada hemat saya, jawabannya bisa dua.  Pertama, betul Yesus Kristus hadir ke dunia untuk ‘mendirikan’ paroki, termasuk Paroki Limpung. Kedua, itu tidak-betul, karena di Injil tidak terdapat kisah itu.

Menurut pendapat saya, bisa saja kedua jawaban itu sama-sama benar. Nah, tergangtung pada pertanggungjawabannya.

Kerajaan Allah

Yesus hadir untuk mendirikan Kerajaan Allah. Dengan ajaran dan kesaksian hidupNya, terbentuklah sekitar Yesus komunitas orang-orang yang percaya padaNya.  Termasuk dalam hal ini, kelompok  para murid. Di antara mereka terdapat kedua belas rasul. Kemudian, yang percaya semakin banyak, terbentuklah jemaat yang makin besar. Jemaat-jemaat makin merasakan, agar tak semrawut, perlulah pemimpin dan pengurus. Terbentuklah lama-lama pengurus jemaat. Makin berkembang terus, terbentuklah kelompok jemaat, dengan susunan pengurus yang makin rapi, dan lengkap.

Hal seperti itu, sekarang dikenal sebagai paroki.

Yesus –bisa dikatakan– tidak mendirikan paroki, karena kisah itu nyata-nyata  itu tak ada di Kitab Suci. Tak bisa ditemukan misalnya, Yesus datang ke tepi pantai untuk mendirikan sebuah paroki baru, misalnya “Paroki Tiberias”.

Bentuk ‘paroki’ yang ada sekarang ini, adalah buah dari karya Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah. Maka dalam sebuah paroki bisa dilihat, jemaat yang adalah warga Kerajaan Allah. Juga jemaat paroki, adalah pelopor hadirnya Kerajaan Allah.

Mau memakai penalaran yang mana, selanjutnya terserah anda.

Yang jelas, Kamis 15 Nov 2012 yang lalu, diadakanlah Novena I dalam rangka pemantapan persiapan Paroki Limpung. Yang datang, dari semua stasi Batang Timur, kecuali Plelen.

Doa novena  adalah kegiatan spiritual. Dalam rangka bangunan keorganisasian, perlu dilengkapi dengan kegiatan keilmuan. Maka kecuali doa-doa, kami juga bagikan  buku-buku tentang tata pengelolaan paroki, dan lingkungan. Juga sistem keuangannya.

Photo credit: Nunung Dwi Nugroho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: