Apa Yang Kau Lihat?

Ayat bacaan: Yeremia 1:11
=====================
“Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?” Jawabku: “Aku melihat sebatang dahan pohon badam.”

apa yang kau lihat, visi yang jelas, visi Tuhan

Sebagai manusia kita sering diliputi kebimbangan dalam hidup. Kita terbiasa mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk melakukan sesuatu, dan mengandalkan logika kita yang padahal terbatas ini untuk menilai segala sesuatu. Tidak heran ketika kita mendapatkan pesan dari Tuhan untuk melakukan sesuatu, yang mungkin secara logika kita terlihat diluar kemampuan kita, kitapun serta merta merasa ragu untuk melakukannya. Kita ragu karena yang kita pakai sebagai pertimbangan utama adalah logika dan kemampuan kita sendiri yang terbatas. Kita lupa bahwa Tuhan mampu melakukan segalanya, dan jika Tuhan berkehendak, Dia sendiri pula yang akan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mempersiapkan kita yang ditugaskan. Lalu kemudian kita pun akan terlalu sibuk tenggelam dalam keraguan kita dan lupa bertanya kepada Tuhan. Padahal kita tahu pasti bahwa rencana atau rancangan Tuhan itu selalu yang terbaik. Bagaimana kita bisa tahu apa yang terbaik kalau kita tidak bertanya kepadaNya?

Yeremia pernah mengalami hal yang sama. Pada awal kisah Yeremia, datanglah firman Tuhan kepadaNya. Yeremia sejak semula telah ditetapkan menjadi nabi bagi bangsa-bangsa, dan kini waktunya tiba. (Yeremia 1:4-5). Kagetlah Yeremia mendengarnya. Dia langsung menjawab: “Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” (ay 6). Tuhan pun kemudian mengingatkan Yeremia: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” (ay 7-8). Lalu muncullah pertanyaan Tuhan yang hendak saya angkat dalam renungan hari ini. “Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?” Jawabku: “Aku melihat sebatang dahan pohon badam.” (ay 11). What’s your vision, what do you see? Ini pertanyaan Tuhan kepada Yeremia, dan ia menjawab bahwa ia melihat sebatang dahan pohon badam. Hari ini kita akan fokus kepada bentuk pertanyaan terlebih dahulu, di lain waktu kita akan melihat makna dari dahan pohon badam ini. Apa yang Tuhan tanyakan kepada Yeremia adalah apa yang ia lihat. Tuhan sering mempertanyakan hal yang sama pula kepada kita. Apa yang kita lihat? Sudahkah kita mengetahui apa yang Tuhan mau dalam hidup kita? Apa panggilan kita yang diberikan Tuhan? Ini pertanyaan penting, yang tidak akan mampu kita jawab jika kita tidak rajin bertanya langsung kepada Tuhan lewat doa-doa kita.

Sebagai anak-anak Tuhan kita wajib mengetahui apa yang menjadi garis rencana Tuhan dalam hidup kita. Mengetahui apa panggilanNya, apa yang telah Dia rencanakan sejak awal kepada diri kita. Mengapa demikian? Karena apa yang telah Dia rencanakan jelas merupakan yang terbaik bagi diri kita. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (29:11). Kita bisa saja berusaha mengandalkan pikiran, logika dan kekuatan kita sendiri, namun semua itu bukanlah yang terbaik jika tidak sejalan dengan apa yang telah Dia gariskan sejak semula. Mencari dan menemukan panggilanNya adalah yang terbaik, karena dengan berjalan seturut rencanaNya kita pun akan mengalami penyertaan Tuhan dan menerima semua yang telah Dia persiapkan bagi kita untuk itu.

Pesan ini penting bagi setiap anak Tuhan, terlebih kepada para pemimpin, termasuk gembala. Sebagai pemimpin tentunya harus tahu apa yang menjadi visi dalam menggembalakan jemaat seperti yang Tuhan mau. Visi yang jelas yang berasal dari Tuhan harus dimiliki para pemimpin agar pelayanannya sejalan dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Tanpa itu, semua akan jalan di tempat bahkan bisa mengarah pada kegagalan. Memang kita semua telah dibekali kreativitas dan kemampuan daya pikir, tenaga, kepandaian dan berbagai talenta lainnya, namun semua itu hanya akan maksimal jika dipakai untuk melakukan apa yang sesuai dengan visi Tuhan. Dalam kitab Yeremia Tuhan pun mengingatkan kriteria gembala yang baik. “Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.” (3:15). Gembala yang akan berhasil adalah gembala yang : (1). Sesuai dengan hati Tuhan, (2). Memiliki Pengetahuan, dan (3). Memiliki pengertian/hikmat. Ini 3 kriteria utama untuk menjadi pemimpin yang baik. Lihatlah poin pertama, bahwa pemimpin harus merupakan orang yang sesuai dengan hati Tuhan. Artinya, pemimpin-pemimpin ini akan selalu mencari tahu isi hati Tuhan dan memimpin dengan visi yang jelas yang berasal dari Tuhan. Sebaliknya Tuhan pun mengingatkan mengenai para pemimpin yang akan gagal. “Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai.” (10:21). Gembala akan gagal, dikatakan menjadi bodoh, jika mereka tidak mendasari segala perencanaan atau konsep penggembalaannya seperti apa kata Tuhan. Pemimpin yang gagal adalah pemimpin yang tidak menanyakan petunjuk Tuhan, sedang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengetahui visi jelas sesuai hati Tuhan.

Jika anda merupakan pemimpin, baik dalam persekutuan, youth, worship atau gembala dan sebagainya, ingatlah bahwa anda ditempatkan Tuhan sebagai wakilnya untuk menggembalakan jemaat sesuai atau seturut visi Tuhan. Karenanya dasarkanlah segala keputusan dan konsep-konsep menurut apa yang digambarkan Tuhan. Untuk mengetahui itu, tidak ada jalan lain selain rajin berdoa dan bertanya kepada Tuhan. Para pemimpin wajib tahu apa yang Tuhan mau dalam hidup dan panggilan pelayanannya, dan dari situlah para pemimpin bisa membuat misi, rencana dan strategi untuk diikuti jemaatnya. Secara umum pun hal yang sama berlaku, karena kita hanya akan berhasil dengan gemilang jika kita menjalankan apa yang telah Tuhan rencanakan bagi setiap kita sejak awal. Ketika Tuhan bertanya kepada kita, “apa yang kau lihat..?”, sudahkah kita bisa menjawabnya?

Miliki visi yang jelas dari Tuhan agar apa yang kita perbuat mencapai hasil gemilang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply